Paolo Maldini Resmi Jabat Direktur Teknik Timnas

Roma – Federasi Sepak Bola Italia (FIGC) mengambil langkah monumental untuk mengakhiri krisis berkepanjangan tim nasional. Dalam konferensi pers di markas besar FIGC, Via Allegri, Roma, Senin (14/7/...

Jul 12, 2026 - 12:46
0 0

Roma – Federasi Sepak Bola Italia (FIGC) mengambil langkah monumental untuk mengakhiri krisis berkepanjangan tim nasional. Dalam konferensi pers di markas besar FIGC, Via Allegri, Roma, Senin (14/7/2026), Presiden Federasi Gabriele Gravina mengumumkan pengangkatan Paolo Maldini sebagai Direktur Teknik tim nasional Italia. Penunjukan ini menjadi respons resmi federasi terhadap kenyataan pahit: Italia absen di tiga edisi Piala Dunia secara beruntun—2018, 2022, dan 2026—sebuah rekor kelam yang belum pernah terjadi dalam 94 tahun sejarah sepak bola Negeri Pizza.

Gravina menegaskan bahwa keputusan ini diambil setelah melalui serangkaian rapat koordinasi dengan Komite Eksekutif FIGC dan konsultasi dengan para pemangku kepentingan sepak bola Italia. “Kami tidak bisa lagi menunda reformasi fundamental. Paolo Maldini adalah figur yang mewakili keunggulan, integritas, dan pengetahuan teknis yang dibutuhkan Gli Azzurri untuk bangkit,” ujar Gravina di hadapan puluhan jurnalis. Maldini, yang mencatatkan 126 penampilan bersama timnas Italia dan meraih lima gelar Liga Champions bersama AC Milan, akan mulai menjalankan tugasnya pada 1 Agustus 2026 dengan kontrak berdurasi empat tahun.

Krisis Tiga Piala Dunia dan Tugas Mendesak

Kegagalan Italia di kancah global bukan lagi sekadar isu sesaat. Pada kualifikasi Piala Dunia 2018, Gli Azzurri tersingkir di playoff oleh Swedia—pertama kalinya mereka absen dari turnamen utama sejak 1958. Empat tahun kemudian, tragedi terulang: Italia takluk 0-1 dari Makedonia Utara di semifinal playoff. Puncaknya, pada Maret 2026, langkah Armando Izzo dan rekan-rekannya terhenti di tangan Ukraina dalam drama adu penalti pada babak playoff kedua, memastikan Italia kembali gagal mencapai putaran final yang akan digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.

Statistik yang dirilis FIGC menunjukkan bahwa selama periode 2018-2026, tingkat keberhasilan regenerasi pemain Italia anjlok 37% dibandingkan dekade sebelumnya. Hanya 12% pemain timnas senior yang berasal dari akademi dalam negeri tanpa pengalaman di luar negeri sebelum usia 21 tahun. Data inilah yang menjadi dasar bagi Maldini untuk memetakan area prioritas pertamanya. “Tugas saya bukan sekadar memilih pemain, tetapi membangun kembali identitas sepak bola Italia dari akarnya,” kata Maldini dalam pidato perdananya.

Visi Maldini: Pembenahan Sistematis dari Bawah

Dalam pidato yang berlangsung sekitar 20 menit, Maldini memaparkan tiga pilar utama program kerjanya. Pertama, harmonisasi kurikulum akademi di seluruh Italia dengan penekanan pada teknik individu, pemahaman taktis, dan mentalitas kompetitif. Kedua, pembentukan satuan tugas pemantauan bakat global yang akan mengidentifikasi pemain keturunan Italia di luar negeri. Ketiga, penguatan hubungan antara tim nasional dan klub-klub Serie A untuk memastikan transisi pemain muda ke level senior berjalan mulus.

“Saya tidak datang dengan janji instan. Pemulihan dimulai dari pemahaman akar masalah: pembinaan di klub, transisi pemain muda ke tim senior, dan identitas permainan yang hilang. Kami akan bekerja sama dengan semua pihak, dari pelatih tim nasional hingga direktur akademi di setiap provinsi,”

tegas Maldini. Ia juga mengisyaratkan akan membentuk dewan teknik yang terdiri dari mantan pemain dan pelatih berpengalaman untuk membantunya merancang peta jalan jangka panjang.

Penunjukan Maldini disambut positif oleh para legenda sepak bola Italia. Alessandro Nesta, mantan rekan setimnya di AC Milan dan timnas, menyatakan keyakinannya bahwa Maldini memiliki kapasitas untuk menyatukan seluruh elemen sepak bola Italia. “Paolo bukan sekadar simbol; ia adalah pemimpin yang paham betul apa yang kurang dari sistem kita. Kedatangannya di Coverciano akan membawa standar baru,” kata Nesta melalui saluran media sosial pribadinya.

Langkah Konkret: Proyek “Italia 2030” dan Target Jangka Menengah

Sebagai bagian dari reformasi struktural, Maldini akan memimpin proyek “Italia 2030” yang berfokus pada pencarian dan pengembangan bakat sejak usia 12 tahun. Proyek ini akan melibatkan 20 pemandu bakat yang ditempatkan di seluruh wilayah Italia, bekerja sama dengan sekolah-sekolah sepak bola lokal. Sistem pelaporan berbasis data akan diterapkan untuk memantau kemajuan setiap pemain potensial secara real-time. Federasi mengalokasikan anggaran sebesar 50 juta euro untuk lima tahun pertama pelaksanaan proyek ini.

Maldini akan berkantor di Pusat Teknik FIGC di Coverciano, Florence, tempat ia akan berkoordinasi langsung dengan pelatih timnas senior, pelatih tim U-21, dan staf teknik tim nasional wanita. Kontrak berdurasi empat tahun yang ditandatangani mencakup target terukur: lolos ke semifinal Piala Eropa 2028 yang akan digelar di Inggris dan Republik Irlandia, serta memastikan tiket ke Piala Dunia 2030 yang akan diselenggarakan di Spanyol, Portugal, dan Maroko. Gravina menyebut kontrak ini sebagai “komitmen tanpa kompromi” terhadap pemulihan prestasi Italia.

Dalam tahap awal, Maldini akan fokus pada evaluasi menyeluruh terhadap staf kepelatihan tim nasional di semua kelompok umur. Ia juga diberi wewenang untuk merekomendasikan perubahan pada format kompetisi usia muda domestik guna meningkatkan intensitas pertandingan. Sumber di internal FIGC menyebutkan bahwa Maldini telah meminta laporan lengkap tentang performa tim U-19 dan U-21 dalam lima turnamen terakhir sebagai bahan analisis awal.

Penunjukan ini mendapatkan sorotan luas dari media olahraga Italia. La Gazzetta dello Sport dalam editorialnya menyebut langkah FIGC sebagai “awal baru yang berani dan realistis.” Sementara itu, Corriere dello Sport menekankan pentingnya dukungan klub-klub Serie A agar visi Maldini dapat terwujud. Maldini sendiri dijadwalkan akan memulai roadshow ke markas-markas klub mulai September mendatang untuk membangun sinergi yang diperlukan.

Dengan pengangkatan ini, Italia memasuki era baru yang sarat ekspektasi namun juga dibekali dengan fondasi rencana yang konkret. Publik Italia, yang telah lama merindukan kejayaan Gli Azzurri, kini menantikan realisasi janji perubahan yang dibawa oleh sosok yang telah menghabiskan seluruh karier profesionalnya dengan standar tertinggi.

Baca juga:

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User