Dini Yuliani, Istri Bupati Purwakarta Om Zein, Meninggal Dunia
Purwakarta — Kabupaten Purwakarta berduka. Dini Yuliani, istri dari Bupati Purwakarta Saepul Bahri yang akrab disapa Om Zein, dikabarkan wafat pada Selasa (28/10). Kepergian sosok pendamping setia k...
Purwakarta — Kabupaten Purwakarta berduka. Dini Yuliani, istri dari Bupati Purwakarta Saepul Bahri yang akrab disapa Om Zein, dikabarkan wafat pada Selasa (28/10). Kepergian sosok pendamping setia kepala daerah itu meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, jajaran pemerintah daerah, dan masyarakat Purwakarta.
Informasi duka ini dibenarkan oleh Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Sekretariat Daerah Kabupaten Purwakarta, Andi Suhandi, melalui keterangan resmi yang diterima awak media pada Selasa malam. “Benar, Ibu Dini Yuliani, istri Bupati, telah berpulang. Keluarga besar Pemerintah Kabupaten Purwakarta menyampaikan belasungkawa sedalam-dalamnya,” ujar Andi.
Kronologi dan Suasana Duka
Berdasarkan keterangan pihak keluarga, Dini Yuliani mengembuskan napas terakhir di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bayu Asih, Purwakarta, sekitar pukul 15.30 WIB. Sebelumnya, ia menjalani perawatan intensif selama beberapa hari akibat gangguan kesehatan yang tidak diumumkan secara rinci ke publik. Kepergian almarhumah yang begitu mendadak sontak mengejutkan banyak pihak, mengingat kesehariannya yang aktif mendampingi sang suami dalam berbagai agenda pemerintahan dan kegiatan sosial.
Pantauan di kediaman resmi Bupati di Jalan Gandanegara, kompleks Pendopo Kabupaten, sejak sore hari tampak dipadati para pelayat. Karangan bunga ucapan duka cita mulai berdatangan dari sejumlah pejabat daerah, organisasi kemasyarakatan, dan kolega Saepul Bahri. Tampak hadir Wakil Bupati, Sekretaris Daerah, para asisten daerah, serta jajaran kepala satuan kerja perangkat daerah (SKPD) untuk memberikan penghormatan terakhir sekaligus menguatkan keluarga.
Profil dan Jejak Pengabdian
Dini Yuliani lahir di Purwakarta pada 15 Maret 1975. Ia menikah dengan Saepul Bahri pada 1998, jauh sebelum suaminya menjabat sebagai orang nomor satu di Purwakarta. Dari pernikahan tersebut, pasangan ini dikaruniai tiga orang anak. Sebagai istri kepala daerah, almarhumah menjabat sebagai Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kabupaten Purwakarta periode 2018–2023 dan kembali melanjutkan amanah serupa pada periode kedua.
Di bawah kepemimpinannya, TP-PKK Purwakarta tidak hanya menjalankan program pokok, tetapi juga menggagas sejumlah inovasi yang menyasar peningkatan gizi keluarga, pengentasan stunting, serta pemberdayaan perempuan melalui pelatihan keterampilan berbasis potensi lokal. Salah satu inisiatif yang mendapatkan apresiasi dari pemerintah provinsi adalah program “Dapur Berdaya” yang menyediakan akses pangan bergizi bagi keluarga kurang mampu di pelosok desa.
Selain itu, Dini Yuliani dikenal aktif membina kelompok dasawisma dan posyandu di 17 kecamatan. Sosoknya yang rendah hati kerap turun langsung memantau kondisi posyandu, berdiskusi dengan kader kesehatan, dan memastikan distribusi makanan tambahan berjalan lancar. “Beliau adalah figur yang totalitas dalam bekerja. Saya sering mendampingi beliau ke lapangan, beliau tidak segan ikut memasak di dapur umum saat ada bencana atau kegiatan sosial,” kenang Kabid Pemberdayaan Masyarakat Dinas Sosial Purwakarta, Dewi Sartika.
Pernyataan Resmi Pemerintah Daerah
Bupati Saepul Bahri melalui sambungan telepon singkat menyampaikan permohonan doa bagi istrinya. “Saya mohon doa dari seluruh masyarakat Purwakarta agar almarhumah husnul khatimah, diampuni segala khilafnya, dan keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan,” ucapnya dengan suara bergetar. Om Zein juga menyampaikan terima kasih atas dukungan dan simpati yang mengalir deras dari berbagai kalangan.
Sekretaris Daerah Kabupaten Purwakarta, Norman Nugraha, mewakili jajaran aparatur sipil negara menyatakan berkabung selama tiga hari ke depan. “Kami menginstruksikan pengibaran bendera setengah tiang di seluruh kantor pemerintahan sebagai bentuk penghormatan. Almarhumah adalah teladan bagi kami semua, dedikasinya dalam memajukan kesejahteraan keluarga akan selalu dikenang,” tegasnya.
Rencana Pemakaman
Jenazah almarhumah disemayamkan di pendapa rumah dinas dan rencananya akan dimakamkan pada Rabu (29/10) pagi di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Nagrog, setelah salat zuhur. Upacara persemayaman akan dipimpin langsung oleh Bupati dan dihadiri oleh Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) serta perwakilan dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
Pihak kepolisian resor Purwakarta dan satuan polisi pamong praja dikerahkan untuk mengatur lalu lintas dan menjaga ketertiban selama prosesi. Masyarakat yang ingin memberikan penghormatan terakhir diimbau untuk mengikuti protokol yang berlaku dan tetap menjaga ketenangan. Dini Yuliani meninggalkan warisan keteladanan sebagai pendamping kepala daerah yang tidak hanya setia mendampingi suami, tetapi juga menjadi garda terdepan dalam upaya pemberdayaan masyarakat, khususnya perempuan dan anak. Kepergiannya meninggalkan duka yang mendalam, sekaligus semangat untuk melanjutkan cita-cita kemanusiaannya.
Baca juga:
Comments (0)