Desak Made dan Kadek Adi Melaju ke Final Chamonix 2026
Chamonix, Prancis – Dua pemanjat tebing putri andalan Indonesia, Desak Made Rita Kusuma Dewi dan Kadek Adi Asih, memastikan tempat di babak 16 besar nomor speed putri pada ajang IFSC World Cup Serie...
Chamonix, Prancis – Dua pemanjat tebing putri andalan Indonesia, Desak Made Rita Kusuma Dewi dan Kadek Adi Asih, memastikan tempat di babak 16 besar nomor speed putri pada ajang IFSC World Cup Series Chamonix 2026. Kepastian itu mereka dapatkan setelah tampil impresif dalam sesi kualifikasi yang berlangsung di dinding panjat Chamonix, Rabu (15/7/2026) waktu setempat. Desak Made membukukan catatan waktu 6,79 detik, menempatkannya di posisi ketiga klasemen kualifikasi. Sementara Kadek Adi mencatatkan 7,12 detik dan finis di peringkat ke-11, cukup untuk mengamankan satu tempat di babak gugur.
Dengan hasil itu, Indonesia menjadi satu dari sedikit negara yang menempatkan dua wakilnya sekaligus di final nomor speed bergengsi ini. Keberhasilan ini mengulangi capaian serupa di seri-seri sebelumnya, menegaskan konsistensi atlet panjat tebing Indonesia di level dunia.
Perjalanan Mulus Dua Srikandi
Desak Made, peraih medali emas Asian Games Hangzhou 2022, tampil dominan sejak babak penyisihan. Ia mencatat waktu 6,85 detik di heat pertama dan memperbaiki menjadi 6,79 detik di heat penentuan. “Saya terus berusaha memperbaiki start dan ritme. Alhamdulillah hasilnya cukup untuk lolos,” ujar Desak Made saat dihubungi melalui sambungan telepon. Ia menambahkan, kondisi cuaca di Chamonix yang sejuk cukup membantu performa. “Suhu sekitar 18 derajat Celsius membuat otot lebih cepat panas dan reaksi saya terasa lebih baik,” katanya.
Sementara itu, Kadek Adi yang akrab disapa Adek sempat gugup di awal. “Jantung deg-degan, karena lawan-lawannya kuat semua. Tapi setelah start pertama lancar, saya lebih rileks,” tutur atlet asal Bali tersebut. Catatan 7,12 detik merupakan waktu terbaik pribadinya di musim 2026, mengungguli banyak nama besar termasuk juara bertahan seri Villars.
Strategi dan Evaluasi Teknis
Pelatih kepala tim speed putri Indonesia, Hendra Basir, mengakui bahwa kedua atletnya masih memiliki ruang perbaikan. “Desak sempat sedikit kehilangan keseimbangan di tiga meter terakhir, padahal start-nya sangat eksplosif. Adi juga masih bisa memangkas waktu jika transisi dari pijakan keempat ke kelima lebih mulus,” ujar Hendra. Pihaknya akan fokus pada pemulihan dan simulasi lintasan di sesi latihan terakhir sebelum babak final yang dijadwalkan Kamis (16/7/2026) sore waktu setempat.
Hendra juga menyebut bahwa tim pelatih telah mempelajari rekaman para calon lawan. “Kami sudah petakan kekuatan mereka. Yang terpenting adalah mental atlet. Saya yakin kalau mereka tampil lepas, hasil bagus akan datang,” tegasnya.
Dukungan Federasi dan Harapan Publik
Sekretaris Jenderal Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI), Tito Kurniadi, menyampaikan apresiasi atas lolosnya dua atlet ke final. “Ini bukti bahwa pembinaan berjenjang mulai dari daerah hingga pelatnas berjalan efektif. Desak dan Kadek adalah produk sistem yang kami bangun pasca-Olimpiade Paris 2024,” kata Tito dalam keterangan tertulis. Ia berharap hasil di Chamonix menjadi momentum positif menuju World Games 2027.
Dukungan juga mengalir dari warganet. Tagar #DesakMadeGo dan #KadekAdiSemangat sempat masuk trending di media sosial. Ketua Umum KONI Pusat, Marciano Norman, pun mengirimkan pesan motivasi langsung kepada kedua atlet melalui manajer tim.
Persaingan di Babak Final
Di babak 16 besar, Desak Made akan berhadapan dengan pemanjat tuan rumah, Camille Fontaine, yang finis di peringkat ke-14 kualifikasi. Sementara Kadek Adi ditantang unggulan kedua asal Polandia, Natalia Kalucka. “Siapapun lawannya, saya akan tampil maksimal. Ini kesempatan membuktikan bahwa Indonesia bukan sekadar peserta,” ujar Kadek Adi penuh semangat.
Pertandingan final akan menggunakan format gugur satu lawan satu (knockout). Dua pemanjat dengan catatan terbaik di setiap heat akan melaju ke perempat final hingga akhirnya memperebutkan medali emas. Seri Chamonix sendiri merupakan putaran ketujuh dalam kalender IFSC World Cup 2026 dan menjadi ajang pemanasan penting sebelum Kejuaraan Dunia di Seoul, September mendatang.
Dengan dua wakil di 16 besar, peluang Indonesia untuk membawa pulang medali tetap terbuka. Kedua atlet meminta doa dan dukungan seluruh rakyat Indonesia agar bisa menampilkan performa terbaik dan mengharumkan nama bangsa di kancah internasional.
Baca juga:
Comments (0)