Desak Made dan Kadek Adi Melaju ke Final Series Chamonix 2026
CHAMONIX — Dua pemanjat tebing putri andalan Indonesia, Desak Made Rita Kusuma Dewi dan Kadek Adi Asih, memastikan tempat di babak final atau 16 besar nomor speed putri IFSC Climbing World Cup Serie...
CHAMONIX — Dua pemanjat tebing putri andalan Indonesia, Desak Made Rita Kusuma Dewi dan Kadek Adi Asih, memastikan tempat di babak final atau 16 besar nomor speed putri IFSC Climbing World Cup Series Chamonix 2026 yang berlangsung di Prancis, Jumat (10/7). Keduanya lolos setelah mencatat waktu terbaik dalam sesi kualifikasi yang diikuti 48 atlet dari 23 negara.
Desak Made mencatat waktu 6,72 detik pada percobaan pertama dan memperbaiki menjadi 6,58 detik di percobaan kedua, menempatkannya di peringkat ketiga kualifikasi. Sementara Kadek Adi Asih membukukan 6,89 detik dan 6,81 detik, cukup untuk mengamankan posisi ke-12. Keduanya akan bertanding kembali pada babak eliminasi head-to-head yang dijadwalkan Sabtu (11/7) pagi waktu setempat.
Persaingan Ketat di Putaran Kualifikasi
Babak kualifikasi berlangsung di dinding panjat Parc des Sports Chamonix yang disaksikan sekitar 2.500 penonton. Atlet Polandia, Aleksandra Miroslaw, membukukan waktu tercepat 6,41 detik, disusul Emma Hunt dari Amerika Serikat dengan 6,49 detik. Desak Made yang tampil sebagai unggulan keempat dunia menunjukkan konsistensi dengan dua catatan waktu di bawah 6,60 detik.
Kadek Adi Asih, yang saat ini menempati peringkat 18 dunia, tampil mengejutkan dengan memangkas catatan waktunya hingga 0,08 detik dari penampilan terbaik sebelumnya di seri Innsbruck. "Saya fokus pada start dan transisi di tiga meter pertama. Instruksi pelatih untuk tidak terburu-buru justru membuat ritme lebih terjaga," ujarnya usai sesi kualifikasi.
Strategi Pelatih dan Dukungan Tim
Pelatih kepala tim panjat tebing Indonesia, Hendra Basir, menyatakan bahwa kesiapan atlet menghadapi tekanan kompetisi level dunia menjadi kunci keberhasilan melaju ke final. "Kami melakukan simulasi head-to-head intensif selama pemusatan latihan di Bekasi. Kondisi fisik dan mental Desak serta Kadek dalam performa puncak," katanya saat dihubungi melalui sambungan telepon dari Chamonix.
Manajer tim, Rindi Andriani, menambahkan bahwa adaptasi terhadap suhu dan kelembaban di Chamonix yang berbeda dengan Indonesia menjadi tantangan tersendiri. "Suhu di sini sekitar 14 derajat Celsius pagi hari. Kami menyiapkan pemanasan khusus dan asupan nutrisi yang tepat agar otot tetap responsif," jelasnya. Kedua atlet juga menjalani sesi latihan ringan di dinding panjat setempat dua hari sebelum kompetisi.
Peluang di Babak Final
Dengan lolosnya dua wakil, Indonesia menambah peluang meraih podium di seri Chamonix. Desak Made yang pernah menyabet medali emas di seri Salt Lake City 2025 akan menghadapi pemenang duel antara atlet Jepang dan Prancis. Jika mampu melewati babak 16 besar, ia berpotensi bertemu Miroslaw di semifinal. Kadek Adi Asih akan menghadapi pemanjat tuan rumah, Lison Gautron, yang mencatat waktu 6,95 detik di kualifikasi.
Ketua Umum Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI), Yenny Wahid, menyampaikan apresiasinya. "Keberhasilan ini menunjukkan investasi jangka panjang pada pembinaan atlet muda membuahkan hasil. Kami menargetkan setidaknya satu medali dari setiap seri World Cup tahun ini sebagai bagian dari persiapan menuju Olimpiade 2028," tegasnya dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta.
Kedua atlet akan kembali turun di seri Briançon pekan depan sebelum melanjutkan ke Kejuaraan Dunia di Seoul pada September mendatang. Babak final Chamonix akan disiarkan langsung melalui kanal YouTube IFSC mulai pukul 10.00 waktu setempat atau 15.00 WIB.
Comments (0)