Calon Taruna Kalteng Catat Skor Lari Tertinggi Seleksi Akpol
Pencapaian Fisik yang MengagumkanSeleksi Penerimaan Calon Taruna Akademi Kepolisian (Akpol) Tahun Anggaran 2026 di wilayah Polda Kalimantan Tengah menciptakan sebuah catatan yang layak diapresiasi. Jo...
Pencapaian Fisik yang Mengagumkan
Seleksi Penerimaan Calon Taruna Akademi Kepolisian (Akpol) Tahun Anggaran 2026 di wilayah Polda Kalimantan Tengah menciptakan sebuah catatan yang layak diapresiasi. Jonathan Putra Siregar, pemuda asal Kota Palangka Raya, berhasil menempuh jarak 3.575 meter dalam ujian lari 12 menit yang merupakan inti dari tes kesemaptaan jasmani. Pencapaian itu menjadi yang tertinggi di antara seluruh peserta seleksi tingkat daerah, sekaligus menempatkannya sebagai salah satu calon dengan performa lari paling menonjol secara nasional.
Ujian yang digelar di Stadion Tuah Pahoe, Palangka Raya, pada Selasa (22/7/2026) pagi itu dihadiri langsung oleh tim penguji dari Polda Kalteng serta perwakilan panitia pusat. Di bawah pengawasan ketat, Jonathan mampu mempertahankan ritme kecepatan dan stamina konsisten selama 12 menit penuh. Jarak yang dibukukannya melampaui jauh batas minimal kelulusan sebesar 2.800 meter untuk calon taruna pria.
Ketua Panitia Daerah (Panda) Seleksi Akpol Polda Kalteng, Komisaris Besar Polisi Drs. Yulius Saputro, M.Si., menyampaikan rasa bangganya.
"Kami tidak menyangka ada calon yang mampu menembus angka di atas 3,5 kilometer dalam waktu sesingkat itu. Ini bukti bahwa putra-putri daerah memiliki kualitas fisik yang tidak kalah bersaing,"
ujarnya dalam keterangan pers di sela-sela kegiatan.
Profil Jonathan dan Kunci Keberhasilan
Jonathan Putra Siregar merupakan lulusan SMA Negeri 2 Palangka Raya tahun 2026. Sejak kecil, ia telah mematrikan cita-cita menjadi perwira polisi. Untuk mewujudkan impian tersebut, ia menjalani program latihan fisik mandiri setiap hari, mencakup lari jarak jauh, latihan kekuatan dinamis, dan renang.
"Saya berlatih setiap pagi pukul 05.00 WIB, berlari mengelilingi Bundaran Besar Palangka Raya. Target saya tidak hanya lolos, tetapi memberikan yang terbaik,"
kata Jonathan saat ditemui usai tes.
Dukungan keluarga disebut sebagai motor utama. Ayahnya, seorang pensiunan TNI, secara rutin mendampingi dan memberikan arahan teknik lari yang benar. Jonathan juga menjaga pola makan dan istirahat secara ketat selama tiga bulan menjelang seleksi.
"Saya tidak mau usaha ini sia-sia. Alhamdulillah, hasilnya di luar ekspektasi,"
tambahnya.
Proses Seleksi dan Standar Ketat Akpol
Seleksi Akpol dikenal sebagai salah satu rekrutmen paling ketat di Indonesia. Tes kesemaptaan jasmani merupakan tahap krusial yang kerap menggugurkan banyak calon. Standar minimal lari 12 menit untuk peserta pria adalah 2.800 meter, sedangkan untuk wanita 2.400 meter. Selain lari, terdapat pula tes pull-up, push-up, sit-up, shuttle run, dan renang yang harus dilampaui dengan nilai tertentu.
Kepala Biro Sumber Daya Manusia (SDM) Polda Kalteng, Komisaris Besar Polisi Dr. Irwan Anwar, S.I.K., M.H., menegaskan bahwa seluruh proses seleksi menjunjung tinggi prinsip transparansi dan akuntabilitas.
"Kami menerapkan sistem gugur pada setiap tahap. Pencapaian Jonathan menunjukkan bahwa standar kami bukan sekadar formalitas, tetapi benar-benar menguji kualitas fisik dan mental calon taruna,"
ungkapnya.
Dengan perolehan skor lari yang fantastis tersebut, Jonathan otomatis mendapatkan nilai sempurna pada komponen daya tahan kardiovaskuler. Hal ini memberinya keunggulan signifikan dalam akumulasi nilai akhir yang juga mencakup tes akademik, psikologi, dan kesehatan. Panitia seleksi menyatakan bahwa hasil uji fisik ini menjadi salah satu pertimbangan utama dalam menentukan kelulusan taruna.
Dukungan Daerah dan Harapan Masa Depan
Prestasi Jonathan turut mendapat perhatian dari jajaran Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah. Staf Ahli Gubernur Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia, Drs. H. Fahrizal Fitri, M.A.P., menyampaikan rasa bangganya.
"Ini menjadi motivasi bagi generasi muda Kalteng untuk terus berprestasi. Pemerintah daerah akan terus mendukung putra-putri terbaik yang ingin mengabdi kepada negara melalui institusi kepolisian,"
tuturnya melalui sambungan telepon.
Jonathan sendiri bertekad untuk terus menjaga performa fisiknya menjelang tahapan seleksi berikutnya, termasuk tes kesehatan tingkat pusat dan wawancara akhir. Ia berharap dapat lolos dan menjalani pendidikan di Akpol Semarang.
"Saya ingin menjadi perwira polisi yang profesional dan berintegritas, serta membawa nama baik Kalimantan Tengah,"
pungkasnya.
Panitia seleksi tingkat pusat dijadwalkan akan mengumumkan hasil akhir penerimaan calon taruna Akpol pada pertengahan Agustus 2026. Jonathan optimistis namun tetap realistis.
"Saya sudah berusaha maksimal, selebihnya saya serahkan kepada Tuhan Yang Maha Esa dan keputusan panitia,"
ujarnya menutup perbincangan.
Comments (0)