BPBD Tangerang Lanjutkan Pendinginan TPA Jatiwaringin Pascakebakaran

Tangerang, Apaberita – Proses pendinginan kawasan Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Jatiwaringin di Kabupaten Tangerang, Banten, terus diintensifkan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setem...

Jul 12, 2026 - 07:16
0 0
BPBD Tangerang Lanjutkan Pendinginan TPA Jatiwaringin Pascakebakaran

Tangerang, Apaberita – Proses pendinginan kawasan Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Jatiwaringin di Kabupaten Tangerang, Banten, terus diintensifkan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat pada Minggu (16/3/2025), setelah kebakaran hebat yang melanda area seluas 2,3 hektare berhasil dipadamkan. Langkah ini merupakan bagian dari upaya pencegahan dini agar api tidak kembali berkobar di antara tumpukan sampah yang rentan mengandung gas metana.

Fokus Pencegahan Titik Api Baru

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Tangerang, Ahmad Fauzi, menyatakan bahwa tim gabungan masih bekerja melakukan penyiraman di seluruh area terdampak. Operasi ini diprioritaskan pada sejumlah titik yang sebelumnya menjadi pusat api dan kini masih menyimpan bara tersembunyi di bawah permukaan sampah.

“Kami terus melakukan pendinginan untuk memastikan tidak ada lagi titik panas yang berpotensi memicu kebakaran susulan. Material sampah yang bercampur gas metana sangat sulit dipadamkan secara tuntas, sehingga diperlukan penanganan berkelanjutan,” ujar Ahmad Fauzi di Posko Utama TPA Jatiwaringin.

BPBD mengerahkan sedikitnya 5 unit mobil tangki air berkapasitas 5.000 liter, 2 unit pompa portabel, serta 50 personel gabungan dari unsur BPBD, Dinas Lingkungan Hidup, PMI, dan relawan kebencanaan. Fauzi menambahkan, pendinginan akan terus dilakukan dalam 2x24 jam ke depan, sembari memonitor kualitas udara di sekitar TPA.

Kronologi dan Penanganan Awal

Kebakaran di TPA Jatiwaringin pertama kali dilaporkan pada Kamis (13/3/2025) pukul 14.30 WIB. Api dengan cepat membesar karena tiupan angin kencang dan tumpukan sampah kering. Tim pemadam dari BPBD, Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Tangerang, serta bantuan dari wilayah tetangga diterjunkan untuk menjinakkan si jago merah.

Setelah berjibaku selama kurang lebih 72 jam, api berhasil dipadamkan pada Sabtu (15/3/2025) malam. Kendati demikian, asap putih tipis masih terlihat di beberapa sektor, menandakan bara masih aktif di kedalaman sampah. Kondisi inilah yang menjadi alasan utama operasi pendinginan digencarkan.

Berdasarkan data sementara BPBD, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, namun sebanyak 4 rumah warga di permukiman terdekat mengalami kerusakan ringan akibat rembetan api, dan puluhan keluarga sempat mengungsi akibat paparan asap pekat. Tim kesehatan dari Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang telah mendistribusikan masker dan memberikan layanan pemeriksaan saluran pernapasan kepada warga.

Dampak Lingkungan dan Kesehatan

Asap tebal dari kebakaran TPA Jatiwaringin sempat mengganggu aktivitas warga di Kecamatan Mauk dan sekitarnya selama dua hari. Dinas Lingkungan Hidup mencatat adanya peningkatan signifikan kadar partikel debu (PM2.5) yang mencapai 150 mikrogram per meter kubik pada puncak kebakaran, jauh di atas ambang batas aman 65 mikrogram per meter kubik.

“Kami telah mengimbau warga yang tinggal dalam radius 2 kilometer dari TPA untuk mengurangi aktivitas luar ruangan selama masa pendinginan, terutama kelompok rentan seperti lansia dan anak-anak,” jelas Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Tangerang, Rina Marlina, dalam keterangan terpisah.

Sementara itu, proses pengelolaan sampah di TPA Jatiwaringin—yang merupakan salah satu lokasi pembuangan akhir utama di Kabupaten Tangerang—dinyatakan belum dapat beroperasi normal. Dinas Lingkungan Hidup sedang berkoordinasi dengan perusahaan pengelola untuk melakukan asesmen kerusakan dan merencanakan penataan ulang zona pembuangan agar kejadian serupa tidak terulang.

Antisipasi dan Rekomendasi

Ahmad Fauzi menegaskan bahwa kebakaran TPA bukanlah kejadian pertama; pada 2023 lalu, area yang sama juga sempat terbakar meski dengan skala lebih kecil. Untuk itu, pihaknya mendorong Pemerintah Kabupaten Tangerang memperkuat sistem deteksi dini dan memperbaiki tata kelola sampah, termasuk pemasangan pipa gas metana serta penyiraman rutin menggunakan air lindi.

“Kami merekomendasikan agar pengelola TPA memasang alat pemantau suhu dan gas secara real-time agar tanda-tanda awal kebakaran bisa segera terdeteksi. Ini penting untuk melindungi lingkungan dan masyarakat sekitar,” tegas Fauzi.

Pemerintah Kabupaten Tangerang melalui rapat koordinasi yang digelar Sabtu malam (15/3/2025) telah sepakat membentuk tim terpadu untuk mengevaluasi standar pengelolaan TPA. Tim ini terdiri atas unsur BPBD, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Kesehatan, serta akademisi dari Universitas Tangerang Raya. Rekomendasi dari tim terpadu dijadwalkan rampung dalam satu pekan ke depan.

Hingga berita ini diturunkan, operasi pendinginan masih terus berlanjut dengan dukungan penuh dari seluruh instansi terkait. BPBD memastikan akan terus memberikan informasi terkini terkait status keamanan kawasan TPA Jatiwaringin.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User