BNPB Hentikan Operasi Helikopter Water Bombing Usai Kebakaran TPA Jatiwaringin Padam
Jakarta — Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengonfirmasi penghentian operasi pemadaman kebakaran Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Jatiwaringin setelah api di area pembuangan akhir tersebut ...
Jakarta — Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengonfirmasi penghentian operasi pemadaman kebakaran Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Jatiwaringin setelah api di area pembuangan akhir tersebut dinyatakan padam. Operasi water bombing yang dilakukan oleh empat unit helikopter dihentikan pada Selasa (17/6/2025) setelah tim gabungan memastikan tidak ada lagi titik api aktif di lokasi.
Keputusan tersebut diambil usai Rapat Koordinasi penanganan kebakaran TPA Jatiwaringin yang digelar di kantor BNPB, Jakarta, pada Senin malam. Dalam rapat tersebut, tim gabungan yang terdiri dari BNPB, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Pemerintah Kabupaten Bekasi, TNI, Polri, serta pihak pengelola TPA menyatakan bahwa kondisi kebakaran telah terkendali dan tidak memerlukan lagi dukungan udara.
"Pemadaman dari udara menggunakan empat helikopter water bombing telah kami hentikan karena api sudah padam dan suhu di lokasi sudah turun secara signifikan," ujar Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB.
Proses Pemadaman dan Penghentian Helikopter
Sejak kebakaran pertama kali dilaporkan, BNPB mengerahkan berbagai peralatan pemadam kebakaran untuk memastikan api tidak menjalar ke area yang lebih luas. Selain empat helikopter water bombing, tim gabungan juga menggunakan water canon, alat berat, dan ribuan liter air untuk memadamkan api yang membakar tumpukan sampah di TPA Jatiwaringin, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.
Pemantauan dari udara dilakukan secara rutin untuk mendeteksi titik-titik panas yang berpotensi menyala kembali. Setelah beberapa hari operasi intensif, tim gabungan menyimpulkan bahwa kebakaran telah berhasil dipadamkan. Dengan demikian, operasi helikopter water bombing dinyatakan tidak lagi diperlukan dan dapat dihentikan secara bertahap.
Data kunci: empat helikopter water bombing, TPA Jatiwaringin di Kabupaten Bekasi, operasi dihentikan pada Selasa (17/6/2025).
Dampak Kebakaran dan Upaya Pendinginan
Kebakaran di TPA Jatiwaringin sempat menimbulkan asap tebal yang mengganggu aktivitas warga sekitar. Beberapa warga di wilayah perbatasan Kabupaten Bekasi melaporkan gangguan kualitas udara akibat asap yang terbawa angat. Pihak berwenang kemudian melakukan upaya pendinginan dengan menyiramkan air secara terus-menerus ke area bekas kebakaran untuk mencegah api menyala kembali.
Tim gabungan juga memasang pembatas di sejumlah titik rawan dan menempatkan petugas pemantau selama 24 jam. Alat berat seperti ekskavator digunakan untuk membongkar tumpukan sampah agar api yang masih menyala di dalam tumpukan dapat dipadamkan secara menyeluruh. Meski api sudah padam, BNPB menegaskan bahwa masa tanggap darurat tetap berlangsung hingga kondisi benar-benar aman.
"Kami tetap melakukan patroli dan pendinginan agar tidak ada kebakaran susulan. Keselamatan warga sekitar tetap menjadi prioritas utama," tegas perwira penanggulangan bencana yang turut memimpin operasi di lapangan.
Evaluasi BNPB dan Rencana Pencegahan
BNPB menyatakan bahwa pihaknya akan terus mengawal proses evaluasi penyebab kebakaran TPA Jatiwaringin. Salah satu fokus utama adalah memastikan pengelolaan gas metana dan pemilahan sampah organik serta anorganik berjalan sesuai standar. Kebakaran di tempat pembuangan akhir umumnya dipicu oleh akumulasi gas metana, pembusukan sampah organik, atau aktivitas pembakaran liar di dekat lokasi.
Dalam rapat koordinasi, BNPB bersama pemerintah daerah dan pihak pengelola TPA menyusun sejumlah rekomendasi pencegahan. Rekomendasi tersebut mencakup penambahan unit pemantau suhu, perbaikan sistem drainase lindi, sosialisasi larangan pembakaran sampah kepada warga sekitar, serta penjadwalan pemadatan dan penutupan sel secara lebih ketat.
Pleno penanganan kebakaran TPA Jatiwaringin juga menegaskan pentingnya koordinasi lintas instansi dalam menangani bencana lingkungan. Fraksi-fraksi di DPRD Kabupaten Bekasi diharapkan dapat mendukung alokasi anggaran untuk perbaikan infrastruktur TPA dan penanganan darurat kebakaran di masa mendatang.
BNPB menegaskan bahwa penghentian operasi helikopter water bombing bukan berarti penanganan kebakaran TPA Jatiwaringin selesai sepenuhnya. Berbagai upaya pemulihan dan pencegahan tetap berjalan hingga kondisi TPA kembali stabil dan aman bagi lingkungan sekitarnya.
Comments (0)