BPBD Lampung Siapkan Operasi Udara Padamkan Karhutla di TNWK

BANDAR LAMPUNG — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Lampung menyiapkan operasi udara untuk memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Way Kambas (TNWK...

Aug 24, 2026 - 06:33
0 0
BPBD Lampung Siapkan Operasi Udara Padamkan Karhutla di TNWK

BANDAR LAMPUNG — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Lampung menyiapkan operasi udara untuk memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Way Kambas (TNWK) yang titik apinya sulit dijangkau oleh tim pemadam darat. Kesiapan tersebut disampaikan menyusul terpantaunya sejumlah titik panas di bagian dalam kawasan konservasi sejak awal Agustus 2026, ketika musim kemarau mempercepat meluasnya area terbakar.

Keputusan menempuh jalur udara diambil setelah tim gabungan di lapangan melaporkan bahwa sebagian lokasi kebakaran berada pada medan yang tidak dapat dilewati kendaraan maupun diakses berjalan kaki secara aman. Dalam rapat koordinasi penanganan karhutla yang digelar pekan ini, BPBD Provinsi Lampung bersama pengelola TNWK menetapkan operasi udara sebagai prioritas utama upaya pengendalian kebakaran.

Titik api di lokasi terpencil

Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Lampung menegaskan bahwa pemadaman dari jalur darat telah dilakukan sejak awal terdeteksinya kebakaran, namun efektivitasnya terkendala jarak tempuh dan kondisi vegetasi di dalam kawasan taman nasional.

"Pemadaman darat tetap berjalan, tetapi sebagian titik api berada di lokasi yang sangat sulit dijangkau. Karena itu, kami menyiapkan operasi udara untuk mempercepat pengendalian karhutla," ujarnya.

Berdasarkan data pemantauan titik panas, sebaran api terpusat pada sejumlah blok hutan yang jauh dari pemukiman dan jalan poros. Kondisi tersebut membuat mobil pemadam serta regu pemadam kebakaran membutuhkan waktu tempuh berjam-jam untuk mencapai lokasi, sementara api cenderung meluas ketika angin kencang berembus di tengah musim kemarau. Luas area terdampak diperkirakan telah mencapai puluhan hektare dan berpotensi bertambah apabila penanganan tidak segera dipercepat.

Operasi udara menjadi andalan

Operasi udara yang disiapkan mencakup patroli pemantauan dan pengeboman air atau water bombing dengan menggunakan helikopter. BPBD Provinsi Lampung menyatakan telah berkoordinasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) serta instansi terkait untuk memastikan ketersediaan armada udara dan titik pengambilan air yang aman.

Kegiatan pengeboman air direncanakan menyasar titik api yang paling luas serta berpotensi mendekati zona penyangga kawasan. Selain pemadaman langsung dari udara, operasi ini juga dimanfaatkan untuk memetakan sebaran api secara akurat guna menentukan prioritas pergerakan tim darat. Dengan demikian, seluruh sumber daya yang tersedia dapat digunakan secara terukur dan tepat sasaran.

BPBD menegaskan bahwa seluruh prosedur keselamatan penerbangan akan dipatuhi, termasuk penetapan koridor terbang serta koordinasi dengan otoritas penerbangan setempat. Keputusan penggunaan armada udara ditetapkan berdasarkan hasil kajian lapangan dan didukung data titik panas yang diperoleh dari pemantauan satelit. Pelaksanaan operasi udara juga disesuaikan dengan kondisi cuaca agar proses pemadaman berjalan efektif.

Koordinasi lintas instansi

Penanganan karhutla di TNWK dilakukan secara terpadu antara BPBD Provinsi Lampung, BPBD Kabupaten Lampung Timur, Balai Taman Nasional Way Kambas, serta unsur TNI dan Polri. Pos komando penanganan karhutla telah disiagakan untuk memadukan informasi dari setiap unsur yang bertugas di lapangan.

Dalam rapat koordinasi tersebut disepakati pula pembagian wilayah sektor pemadaman agar tidak terjadi tumpang tindih penanganan antarinstitusi. Setiap sektor dilengkapi regu pemadam darat yang akan diterjunkan setelah operasi udara berhasil mempersempit area terbakar, sehingga akses menuju lokasi menjadi lebih mudah dan aman bagi petugas.

Pengelola TNWK menyatakan bahwa kawasan yang terbakar sebagian besar merupakan vegetasi sekunder dan semak belukar. Meski demikian, kewaspadaan tetap ditingkatkan karena taman nasional tersebut merupakan habitat sejumlah satwa liar yang dilindungi undang-undang. Tim patroli juga diminta mencatat setiap temuan di lapangan sebagai bahan evaluasi penanganan berikutnya.

Antisipasi perluasan karhutla

BPBD Provinsi Lampung mengimbau masyarakat di sekitar kawasan penyangga untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar, baik untuk keperluan pertanian maupun kegiatan lainnya. Pelanggaran terhadap larangan tersebut dapat dikenakan sanksi pidana berdasarkan ketentuan perundang-undangan yang berlaku di bidang perlindungan lingkungan hidup.

Selain operasi udara, upaya modifikasi cuaca juga dibahas dalam rapat koordinasi sebagai opsi lanjutan apabila musim kemarau berlangsung lebih lama dari perkiraan. Langkah tersebut menindaklanjuti arahan agar seluruh potensi sumber daya dimanfaatkan secara maksimal untuk mencegah meluasnya karhutla di wilayah Lampung.

BPBD menyatakan akan terus memantau perkembangan kondisi di lapangan serta memperbarui data titik panas setiap hari. Masyarakat yang melihat kepulan asap atau api di sekitar kawasan hutan diminta segera melaporkan kepada petugas agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat. Sementara itu, patroli terpadu di jalur-jalur rawan kebakaran akan diperketat selama masa siaga karhutla guna memastikan kebakaran di TNWK dapat dipadamkan sebelum meluas ke kawasan permukiman dan lahan masyarakat.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
dimas-permana

Reporter Politik Muda. Fokus pada gerakan pemuda, politik digital, dan representasi generasi Z.

Comments (0)

User