BNPB Resmi Hentikan Operasi Helikopter Pengebom Air TPA Jatiwaringin

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengumumkan penghentian seluruh operasi helikopter pengebom air di kawasan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Kabupaten Bekasi, per Senin (7/6/202...

Jul 12, 2026 - 11:21
0 0
BNPB Resmi Hentikan Operasi Helikopter Pengebom Air TPA Jatiwaringin

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengumumkan penghentian seluruh operasi helikopter pengebom air di kawasan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Kabupaten Bekasi, per Senin (7/6/2025) pukul 15.00 WIB. Keputusan diambil setelah proses pemadaman yang berlangsung selama 11 hari dinyatakan tuntas dan api benar-benar padam di seluruh area seluas 10,3 hektare.

Operasi Udara Dihentikan

Plt. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menegaskan bahwa penarikan armada udara dilakukan berdasarkan hasil evaluasi menyeluruh tim di lapangan. "Sejak pukul 15.00 WIB sore ini, seluruh helikopter pengebom air tidak lagi dioperasikan. Status kebakaran telah berubah dari siaga darurat menjadi pendinginan dan pemantauan," ujarnya dalam keterangan resmi yang diterima Apaberita.

Empat unit helikopter yang sebelumnya dikerahkan—masing-masing milik BNPB, Polri, TNI AU, dan Kementerian Lingkungan Hidup—tercatat telah menjatuhkan lebih dari 5.400.000 liter air selama masa operasi 2–7 Juni. Helikopter jenis Sikorsky S-61A dan Mi-8 itu beroperasi dengan pola serangan paralel menggunakan sumber air dari Situ Cibubur dan Danau Karawang. Seluruh pesawat kini diinstruksikan kembali ke pangkalan masing-masing untuk menjalani perawatan pasca misi panjang.

Situasi Terkendali

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bekasi, Henri Lincoln, menyatakan bahwa titik api terakhir berhasil dipadamkan tim darat pada pukul 08.00 WIB pagi tadi. "Kondisi nowcasting drone menunjukkan nihil titik panas di seluruh blok zona pembakaran, termasuk di area tumpukan sampah sedalam 15 meter yang sebelumnya menjadi sumber asap pekat," jelasnya.

Meski demikian, Henri menambahkan bahwa 78 personel gabungan dari BPBD, Damkar, TNI, Polri, dan komunitas relawan tetap disiagakan untuk patroli 24 jam. Upaya pemadaman darat menggunakan 12 unit mobil pemadam dan 26 pompa portabel akan terus berlanjut di titik-titik kantong gas metana yang berpotensi memicu kebakaran susulan. Operasi pendinginan difokuskan pada sektor timur TPA yang memiliki lapisan timbunan sampah paling tebal.

Dampak dan Pemulihan

Kebakaran yang mulai terdeteksi pada 27 Mei 2025 ini telah menimbulkan kerugian material yang masih dalam proses penghitungan Dinas Lingkungan Hidup. Sebanyak 1.243 kepala keluarga di Desa Jatiwaringin dan Desa Karang Satria yang sempat mengungsi kini diizinkan kembali ke rumah, setelah kualitas udara pada radius 1 kilometer dari pusat kebakaran dinyatakan berada pada ambang aman oleh Kementerian Lingkungan Hidup—PM2.5 terpantau 42 µg/m³ pada pukul 13.00 WIB, turun drastis dari 398 µg/m³ pada puncak kebakaran.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi, dr. Sri Enny Mainiarti, mengonfirmasi bahwa pasien ISPA yang selama sepekan sempat melonjak 340 persen di Puskesmas Jatiwaringin kini turun ke angka normal. "Kami tetap membuka posko kesehatan hingga Jumat depan untuk mengantisipasi keluhan lanjutan," katanya.

BNPB bersama Kementerian Lingkungan Hidup akan segera melaksanakan program rehabilitasi lahan pasca kebakaran, termasuk penutupan area yang hangus dengan lapisan tanah merah setebal 30 sentimeter serta instalasi vent stack tambahan untuk mengurangi akumulasi gas metana. Plt. Kepala Pusat Data BNPB, Abdul Muhari, menegaskan bahwa evaluasi tata kelola TPA juga akan segera dilakukan bersama pemerintah daerah guna mencegah terulangnya insiden serupa. "Ini bukan hanya persoalan pemadaman, tetapi juga keberlanjutan manajemen sampah yang aman dari risiko kebakaran," tutupnya.

Baca juga:

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User