Brigjen Pol. Alfred Papare: Profil dan Kinerja Kapolda Papua Tengah

Brigjen Pol. Alfred Papare: Profil dan Kinerja Kapolda Papua Tengah

Jul 12, 2026 - 11:53
Updated: 53 minutes ago
0 0
Brigjen Pol. Alfred Papare: Profil dan Kinerja Kapolda Papua Tengah

Profil Singkat

Brigadir Jenderal Polisi Alfred Papare merupakan perwira tinggi Polri yang kini mengemban amanah sebagai Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Papua Tengah. Pria kelahiran Serui, Kabupaten Kepulauan Yapen, Papua, 12 Juli 1973 ini tercatat sebagai lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) tahun 1994. Sebagai putra asli Papua yang meniti karier dari bawah, sosoknya merepresentasikan semangat pembangunan keamanan berbasis kearifan lokal di tanah kelahirannya. Alfred dikenal sebagai pribadi yang tenang, komunikatif, dan memiliki pemahaman mendalam terhadap dinamika sosial-budaya masyarakat Pegunungan Tengah Papua.

Penunjukannya sebagai Kapolda Papua Tengah pertama sejak provinsi ini resmi dimekarkan dari Provinsi Papua pada 25 Juli 2022 menjadi tonggak penting dalam sejarah institusi Polri di wilayah adat La Pago dan Me Pago. Pelantikan Brigjen Pol. Alfred Papare dilakukan oleh Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo pada 27 Juli 2023, bersamaan dengan peresmian empat Polda baru di wilayah Papua sebagai bagian dari strategi akselerasi pembangunan dan penguatan keamanan di Bumi Cenderawasih.

Karier dan Riwayat Jabatan

Karier Brigjen Pol. Alfred Papare diwarnai oleh berbagai penugasan strategis, mayoritas di wilayah Papua. Selepas lulus Akpol, ia mengawali dinas sebagai perwira pertama di jajaran Polda Papua dan perlahan menapaki jenjang karier hingga ke posisi strategis. Beberapa jabatan penting yang pernah diembannya antara lain:

  • Kapolres Mimika (2013-2014) – pada periode ini, ia berhasil meredam ketegangan sosial yang kerap terjadi di kawasan pertambangan Freeport.
  • Wadirreskrimum Polda Papua (2014-2015) – memperkuat kapasitas penyidikan kriminal di seluruh wilayah Papua.
  • Kapolres Jayapura Kota (2015-2016) – menangani dinamika keamanan di ibu kota provinsi yang menjadi barometer stabilitas Papua.
  • Dirreskrimum Polda Papua (2016-2018) – memimpin pengungkapan sejumlah kasus besar, termasuk jaringan narkotika dan kejahatan lintas batas.
  • Wakapolda Papua (2020-2022) – sebagai orang kedua di Polda Papua, ia terlibat langsung dalam perumusan kebijakan keamanan dan penguatan sinergi TNI-Polri.

Pengalaman panjang di berbagai tingkatan dan wilayah inilah yang menjadi bekal utama saat ia dipercaya memimpin Polda Papua Tengah, sebuah provinsi yang memiliki tantangan geografis, sosiologis, dan keamanan yang kompleks, termasuk masih aktifnya kelompok separatis bersenjata (KKB) di beberapa distrik.

Kinerja dan Program Unggulan

Sejak menjabat sebagai Kapolda Papua Tengah, Brigjen Pol. Alfred Papare menerapkan pendekatan keamanan yang menyeimbangkan tindakan tegas terukur dengan strategi kesejahteraan. Ia menginisiasi sejumlah program unggulan yang bertumpu pada filosofi "polisi sebagai sahabat masyarakat adat". Salah satu program andalannya adalah "Polisi Pi Ajar" (Polisi Mengajar), di mana personel Bhabinkamtibmas diterjunkan ke sekolah-sekolah di pedalaman untuk membantu meningkatkan literasi anak-anak Papua sambil membangun kedekatan emosional dengan komunitas.

Di bidang penegakan hukum, Polda Papua Tengah di bawah komandonya mencatat peningkatan signifikan dalam pengungkapan kasus narkotika dan minuman keras ilegal yang menjadi faktor pemicu gangguan kamtibmas. Data sepanjang 2024 hingga awal 2026 menunjukkan peningkatan pengungkapan kasus sebesar 37% dibandingkan periode sebelumnya, dengan pendekatan restorative justice yang tetap diterapkan bagi pelaku dengan kategori ringan yang menunjukkan itikad baik.

Alfred juga mengintensifkan operasi "Kaswari" (Keamanan Swakarsa Asli Masyarakat) yang melibatkan para kepala suku, tokoh agama, dan pemuda kampung dalam menjaga keamanan lingkungan. Model community policing berbasis kearifan lokal ini diakui efektif menurunkan angka konflik horizontal antarwarga di wilayah Kabupaten Nabire, Dogiyai, dan Deiyai. Selain itu, pembentukan Satgas Otonomi Khusus di tingkat polres berhasil mempercepat distribusi bantuan sosial sebagai bagian dari langkah preventif meredam potensi radikalisasi dan perekrutan ilegal oleh

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User