Brigjen Pol. Yustanto Mujiharso: Profil dan Kinerja Kapolda Papua Pegunungan

Brigjen Pol. Yustanto Mujiharso: Profil dan Kinerja Kapolda Papua Pegunungan

Jul 12, 2026 - 11:55
Updated: 1 hour ago
0 0
Brigjen Pol. Yustanto Mujiharso: Profil dan Kinerja Kapolda Papua Pegunungan

Profil Singkat

Brigadir Jenderal Polisi Yustanto Mujiharso merupakan sosok perwira tinggi Polri yang saat ini mengemban amanah sebagai Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Papua Pegunungan. Pria kelahiran Boyolali, 12 Maret 1973 ini dikenal sebagai perwira dengan rekam jejak panjang di bidang operasional dan pembinaan wilayah, khususnya di kawasan rawan konflik dan daerah pemekaran baru. Menyelesaikan pendidikan dasar dan menengah di Jawa Tengah, Yustanto kemudian masuk Akademi Kepolisian (Akpol) dan dilantik sebagai perwira pada tahun 1996. Ia melanjutkan pendidikan tinggi kepolisian di Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK) serta Sekolah Staf dan Pimpinan Polri (Sespim Polri), sebelum akhirnya mengikuti berbagai pelatihan strategis di dalam dan luar negeri, termasuk pelatihan penanganan konflik dan manajemen keamanan terpadu.

Kariernya banyak dihabiskan di wilayah timur Indonesia, khususnya Papua dan sekitarnya, sehingga ia memiliki pemahaman mendalam tentang dinamika sosial, budaya, dan keamanan di Tanah Papua. Pengalamannya bertugas di berbagai kesatuan, mulai dari level komandan peleton hingga kapolres, membuatnya matang dalam menghadapi berbagai tantangan hukum dan keamanan. Sebelum dipercaya menjabat Kapolda Papua Pegunungan, ia sempat menjadi Analis Kebijakan Madya Bidang Operasi di Kepolisian Daerah Papua, posisi strategis yang mengasah kepekaannya terhadap isu-isu sensitif di wilayah konflik. Kombinasi pengalaman lapangan dan pemahaman akademis membuatnya dipandang sebagai figur yang mampu menjembatani pendekatan hard power dan soft power dalam penanganan kamtibmas.

Karier dan Riwayat Jabatan

Setelah lulus dari Akpol, Yustanto Mujiharso meniti karier dari bawah. Jabatan pertamanya sebagai Perwira Pertama di Polda Metro Jaya mengawali perjalanan panjang di institusi Bhayangkara. Selepas itu, ia bertugas di berbagai satuan wilayah dan pusat, memperkaya wawasannya tentang keragaman tantangan keamanan di Indonesia. Beberapa jabatan penting yang pernah diembannya antara lain Kapolres di sejumlah daerah di Jawa dan luar Jawa, termasuk Kapolres Mimika (Papua) dan Kapolres Jayawijaya. Di dua wilayah ini, ia berhasil menerapkan pendekatan sosiologis dengan melibatkan tokoh adat dan agama dalam menyelesaikan konflik horizontal yang kerap terjadi. Pengalaman itu memperkuat reputasinya sebagai perwira yang humanis namun tetap tegas terhadap pelanggar hukum.

Setelah masa bertugas di tingkat polres, Yustanto ditarik ke Mabes Polri dan dipercaya menduduki sejumlah posisi strategis di bidang pembinaan dan operasional. Ia pernah menjadi Kepala Subdirektorat di Bareskrim Polri, yang membidangi kejahatan tertentu, sebelum kembali ke Polda Papua sebagai Direktur Pembinaan Masyarakat (Dirbinmas) dan kemudian Direktur Intelijen Keamanan (Dirintelkam). Dua jabatan ini menjadi titik krusial dalam kiprahnya di Papua, karena memberinya kesempatan untuk merancang program-program pemberdayaan masyarakat sekaligus memahami peta ideologi dan politik lokal. Pada tahun 2024, ia dipromosikan menjadi Kepala Kepolisian Daerah Papua Pegunungan—sebuah provinsi baru yang terbentuk dari pemekaran Papua—dengan pangkat Brigadir Jenderal Polisi.

Kinerja dan Program Unggulan

Sejak menjabat Kapolda Papua Pegunungan, Brigjen Yustanto Mujiharso langsung bergerak cepat menyusun strategi pengamanan dan pembangunan keamanan yang adaptif. Wilayah Papua Pegunungan yang meliputi Kabupaten Jayawijaya, Lanny Jaya, Nduga, Tolikara, Mamberamo Tengah, Yalimo, Yahukimo, dan Pegunungan Bintang memiliki karakteristik geografis dan demografis yang unik. Tingkat isolasi, medan berat, dan keragaman suku menuntut pendekatan yang tidak seragam. Salah satu program unggulan yang digulirkannya adalah "Polisi Pegunungan", yakni penempatan personel khusus yang dilatih untuk hidup dan berinteraksi langsung dengan masyarakat pegunungan. Mereka tidak hanya bertugas menjaga keamanan, tetapi juga menjadi fasilitator program sosial seperti kesehatan, pendidikan, dan pertanian.

Di bawah kepemimpinannya, Polda Papua Pegunungan gencar menggelar operasi teritorial terpadu yang menggabungkan unsur Binmas, Humas, dan Intelijen. Operasi "Cartenz Peace" yang merupakan lanjutan dari Operasi Nemangkawi, dijalankan dengan lebih mengedepankan dialog dan pemberdayaan ekonomi. Salah satu hasil nyata yang diklaim Polda adalah penurunan jumlah gangguan keamanan dari kelompok bersenjata di Kabupaten Nduga dan Pegunungan Bintang sepanjang 2025. Selain itu, Yustanto juga mendorong transparansi melalui program "Kantor Polisi Terbuka" di setiap polres, di mana masyarakat bisa mengakses informasi penanganan perkara secara daring maupun langsung. Langkah ini mendapat apresiasi dari berbagai kelompok masyarakat sipil karena dianggap meningkatkan kepercayaan publik terhadap Polri di kawasan timur Indonesia.

"Kami tidak hanya mengejar pelaku kejahatan dengan senjata, tetapi juga dengan layanan. Pendekatan kesejahteraan menjadi kunci agar masyarakat merasa aman tanpa harus merasa terintimidasi," ujar Yustanto dalam sebuah jumpa pers di Wamena (Maret 2025).

Tantangan

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User