Radithya Incar Puncak Podium di Jaya Raya Junior GP

JAKARTA — Tunggal putra Indonesia Radithya Bayu Wardhana memastikan langkah ke babak final Yonex-Sunrise Jaya Raya Junior International Grand Prix 2025 setelah menundukkan unggulan ketiga asal Malay...

Jul 12, 2026 - 12:07
0 0
Radithya Incar Puncak Podium di Jaya Raya Junior GP

JAKARTA — Tunggal putra Indonesia Radithya Bayu Wardhana memastikan langkah ke babak final Yonex-Sunrise Jaya Raya Junior International Grand Prix 2025 setelah menundukkan unggulan ketiga asal Malaysia, Lim Zheng Hong, dengan skor 21-18, 21-15 dalam pertandingan semifinal yang digelar di GOR Jaya Raya, Jakarta Timur, Sabtu (14/5). Kemenangan ini menjadi tiket kedua Radithya menuju partai puncak turnamen yang sama, sekaligus menempatkan dirinya sebagai satu-satunya wakil Indonesia yang tersisa di nomor tunggal putra.

Hasil tersebut mengukuhkan ambisi Radithya untuk merebut gelar juara yang sebelumnya lolos dari genggamannya pada edisi tahun lalu. Atlet berusia 17 tahun yang berasal dari klub Jaya Raya ini tampil dominan sepanjang turnamen, hanya kehilangan satu gim sepanjang empat pertandingan yang telah dilaluinya.

Perjalanan Tak Terbendung ke Partai Puncak

Sejak babak pertama, Radithya menunjukkan performa konsisten. Ia menumbangkan wakil India, Arjun Prasetyo, dengan straight game 21-12, 21-14. Di babak kedua, perlawanan dari wakil Jepang, Kenji Takahashi, berhasil dipatahkan meski sempat kehilangan gim pertama 16-21 sebelum bangkit 21-18 dan 21-11. Momentum itu berlanjut saat ia menghentikan unggulan keenam asal Korea Selatan, Park Min-joon, di perempat final dengan skor 21-10, 21-17.

Puncaknya di semifinal, Radithya mampu meredam agresivitas Lim yang dikenal memiliki pukulan keras. Penguasaan rally dan ketenangan di poin-poin kritis menjadi kunci. "Dia tidak memberi celah. Saya harus terus menekan dari depan net dan menjaga tempo," ujar Radithya usai pertandingan.

Ambisi Menuntaskan Misi yang Tertunda

Kembalinya Radithya ke final turnamen ini memantik motivasi berlipat. Pada edisi 2024, ia harus puas sebagai runner-up setelah kalah rubber game dari wakil Thailand, Patiphat Thongkam. Kekalahan itu meninggalkan luka yang ingin ia tebus. Pelatih tunggal putra Jaya Raya, Hendra Wijaya, menegaskan bahwa Radithya telah berbenah signifikan, khususnya pada aspek mental dan variasi serangan.

"Kami sudah menganalisis kelemahan lawan di final nanti. Radithya dalam kondisi puncak. Jika dia bisa menjaga fokus sejak poin pertama, peluang juara terbuka lebar," kata Hendra saat ditemui di arena.

Radithya sendiri mengaku tidak ingin membebani diri dengan target muluk. "Saya hanya ingin menikmati setiap poin. Tapi jujur, ada rasa lapar yang lebih besar setelah tahun lalu hampir juara. Gelar ini sangat penting untuk menambah poin di peringkat junior dunia dan menjadi bekal ke level senior," ujarnya.

Dukungan Penuh dari Publik dan Federasi

Turnamen yang berlangsung 11–16 Mei ini merupakan salah satu ajang Grand Prix Junior yang masuk kalender Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF). Selain hadiah, poin peringkat dunia junior menjadi taruhan bernilai bagi para peserta. Kepala Bidang Pembinaan Prestasi Pengurus Pusat PBSI, Susanto Hartono, turut menyaksikan langsung pertandingan semifinal dan menyatakan optimismenya terhadap regenerasi tunggal putra nasional.

"Penampilan Radithya memperlihatkan kematangan yang jarang dimiliki pemain seusianya. Ini buah dari pembinaan klub yang solid dan kami harap bisa konsisten hingga jenjang senior," kata Susanto.

Di final yang akan digelar Minggu (15/5), Radithya ditantang unggulan pertama asal Cina, Wang Zihan, yang di laga lain menaklukkan wakil Denmark, Emil Lauridsen, 21-19, 22-20. Rekor pertemuan kedua pemain imbang 1-1, dengan kemenangan terakhir Radithya terjadi pada perempat final German Junior 2024. Data statistik pertandingan menunjukkan Radithya memiliki keunggulan pada efisiensi serangan net dan durasi rally panjang — aspek yang bakal krusial mengingat gaya bermain Wang yang mengandalkan reli cepat dan drop shot tajam.

Proyeksi Strategi di Laga Puncak

Tim pelatih telah menyiapkan taktik khusus untuk meredam Wang. Fokus utama diletakkan pada penguasaan zona depan net dan mengurangi margin kesalahan di pengembalian setengah lapangan. Hendra menyebut Radithya akan banyak memanfaatkan pukulan menyilang untuk menarik posisi lawan keluar dari kenyamanannya. Program latihan pasca-semifinal juga menekankan penguatan fisik mengingat potensi laga tiga gim melawan pemain peringkat 1 junior dunia versi BWF tersebut.

Dengan tiket final yang sudah dalam genggaman, Radithya Bayu Wardhana membawa harapan publik bulu tangkis tanah air untuk melihat merah putih berkibar di podium tertinggi Jaya Raya Junior International Grand Prix. Kematangan mental, dukungan teknis, dan rekam jejak positif selama turnamen menjadi modal berharga. "Saya akan berjuang sekuat tenaga. Apapun hasilnya, pengalaman ini sangat berharga untuk karir saya ke depan," pungkas Radithya.

Baca juga:

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User