Presiden Prabowo Anugerahkan Gelar Pahlawan Nasional untuk Marsinah

Presiden Prabowo Subianto secara resmi menganugerahkan gelar Pahlawan Nasional kepada almarhumah Marsinah, buruh perempuan asal Sidoarjo, Jawa Timur, dalam upacara Hari Pahlawan di Istana Negara, Jaka...

Jul 12, 2026 - 12:07
0 0
Presiden Prabowo Anugerahkan Gelar Pahlawan Nasional untuk Marsinah

Presiden Prabowo Subianto secara resmi menganugerahkan gelar Pahlawan Nasional kepada almarhumah Marsinah, buruh perempuan asal Sidoarjo, Jawa Timur, dalam upacara Hari Pahlawan di Istana Negara, Jakarta, Senin (10/11). Gelar kehormatan tersebut disematkan melalui Keputusan Presiden Nomor 110/TK/2025 yang ditandatangani langsung oleh Presiden Prabowo dan dibacakan oleh Menteri Sosial dalam sesi penghormatan kenegaraan. Penganugerahan ini menjadi tonggak pengakuan negara atas perjuangan Marsinah yang gugur dalam membela hak-hak buruh pada awal dekade 1990-an.

Upacara yang berlangsung khidmat tersebut dihadiri oleh Wakil Presiden, para menteri kabinet, pimpinan lembaga negara, serta keluarga dan rekan seperjuangan Marsinah. Karangan bunga dan foto almarhumah ditempatkan di depan mimbar kehormatan. Dalam sambutannya, Presiden Prabowo menegaskan bahwa Marsinah bukan sekadar korban, melainkan pejuang yang keberaniannya melampaui zamannya. "Marsinah adalah api yang terus menyala. Perjuangannya mengingatkan kita bahwa keadilan sosial adalah amanat konstitusi yang harus kita tegakkan setiap hari," ujar Presiden.

Lika-liku Perjuangan yang Berakhir Tragis

Marsinah bekerja sebagai buruh di PT Catur Putra Surya, sebuah pabrik arloji di Nganjuk, Jawa Timur. Pada awal Mei 1993, ia memimpin sejumlah rekan buruh dalam aksi mogok kerja menuntut kenaikan upah sesuai ketentuan upah minimum regional. Demonstrasi yang berlangsung damai itu berbuntut pada penculikan Marsinah pada 3 Mei 1993. Lima hari kemudian, jasadnya ditemukan di hutan jati di Desa Wilangan, Kabupaten Nganjuk, dengan kondisi luka parah yang menunjukkan penyiksaan berat.

Kasus ini segera menjadi simbol represi terhadap gerakan buruh di Indonesia. Meskipun beberapa orang dihukum, banyak pihak menilai proses hukum saat itu tidak menyentuh aktor intelektual di balik pembunuhan tersebut. Lembaga swadaya masyarakat, serikat buruh, dan organisasi hak asasi manusia nasional maupun internasional menjadikan Marsinah sebagai ikon perjuangan melawan impunitas. Berdasarkan catatan Komisi Nasional Anti Kekerasan terhadap Perempuan, nama Marsinah terus muncul sebagai pengingat pentingnya perlindungan terhadap buruh perempuan.

Penetapan Marsinah sebagai Pahlawan Nasional tidak datang tiba-tiba. Sejak awal era reformasi, berbagai elemen masyarakat sipil, termasuk Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia dan Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia, terus menyuarakan usulan tersebut. DPR melalui Komisi XIII bahkan telah menggelar Rapat Dengar Pendapat pada 2024 yang merekomendasikan percepatan pengusulan gelar pahlawan bagi Marsinah. "Ini buah dari konsistensi gerakan buruh dan masyarakat sipil selama lebih dari tiga dekade," kata Ketua Umum KSPI yang hadir dalam upacara.

Penghormatan Kenegaraan dan Janji Perlindungan Buruh

Dalam kesempatan yang sama, Presiden Prabowo menyampaikan bahwa pemerintah akan terus memperkuat perlindungan terhadap pekerja melalui revisi regulasi ketenagakerjaan. "Negara tidak boleh abai terhadap hak buruh. Pahlawan seperti Marsinah mengorbankan nyawa untuk sesuatu yang seharusnya menjadi hak setiap warga negara, yaitu upah layak dan perlakuan manusiawi," tegas Presiden. Pernyataan ini disambut tepuk tangan hadirin, terutama dari delegasi serikat buruh yang diundang khusus dalam upacara tersebut.

Keluarga Marsinah, yang diwakili oleh adik kandung almarhumah, menerima langsung piagam dan medali Pahlawan Nasional dari Presiden. Suasana haru menyelimuti Istana ketika nama Marsinah disebut bersama delapan tokoh lain yang juga menerima gelar serupa tahun ini. Upacara diakhiri dengan mengheningkan cipta dan pembacaan doa bagi para pahlawan bangsa.

Warisan Marsinah bagi Gerakan Buruh Kontemporer

Penetapan gelar ini dipandang sebagai momentum kebangkitan kembali isu ketenagakerjaan di tengah dinamika pasar kerja global. Marsinah, yang sebelum tragedi merupakan buruh biasa berpendidikan sekolah menengah atas, kini diakui negara setara dengan para pejuang kemerdekaan. Sejarawan dari Universitas Indonesia, yang diwawancarai usai upacara, mengatakan bahwa pengakuan ini sekaligus menegaskan bahwa pahlawan tidak hanya lahir dari medan perang, tetapi juga dari lantai pabrik.

Para aktivis buruh muda yang hadir menyatakan akan menjadikan momen ini sebagai pemantik semangat advokasi. "Kami tidak akan membiarkan pengorbanan Ibu Marsinah berlalu tanpa perubahan nyata," ujar seorang perwakilan Serikat Pekerja Nasional. Dengan disahkannya Marsinah sebagai Pahlawan Nasional, diharapkan kesadaran publik terhadap hak-hak pekerja semakin meningkat dan negara semakin serius dalam menegakkan keadilan di sektor ketenagakerjaan. Nama Marsinah pun akan tercantum dalam buku sejarah bangsa sebagai buruh tangguh yang mengubah jalan perjuangan kelas pekerja di Indonesia.

Baca juga:

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User