Sekolah Berkonsep Modern di Indramayu Pacu Mutu Pendidikan

INDRAMAYU — Kabupaten Indramayu menorehkan sejarah baru dalam dunia pendidikan melalui peresmian EST School (Edu Smart Talent), sebuah lembaga pendidikan yang mengusung konsep pembelajaran modern be...

Jul 12, 2026 - 13:02
0 0

INDRAMAYU — Kabupaten Indramayu menorehkan sejarah baru dalam dunia pendidikan melalui peresmian EST School (Edu Smart Talent), sebuah lembaga pendidikan yang mengusung konsep pembelajaran modern berbasis adaptasi dan penguatan karakter, pada Sabtu (15/6/2025) di Kecamatan Jatibarang.

Peresmian yang dihadiri oleh Bupati Indramayu, Hj. Nina Agustina, S.Sos., M.Si., bersamaan dengan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Indramayu, Drs. H. Asep Saefulloh, M.Pd., serta sejumlah pemangku kepentingan pendidikan, menandai bergulirnya inovasi di sektor pendidikan yang selama ini menghadapi tantangan disparitas akses dan mutu.

Teknologi Cerdas dalam Pembelajaran

EST School menerapkan model pembelajaran adaptif yang didukung oleh sistem kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) untuk memetakan potensi, gaya belajar, dan kecepatan setiap siswa. Data yang dihimpun dari sistem tersebut—melalui tablet interaktif yang terhubung ke platform sekolah—menjadi dasar bagi guru dalam merancang modul ajar personal. “Kami tidak lagi menggunakan metode satu ukuran untuk semua. Setiap anak memiliki jalur belajarnya sendiri, dan teknologi membantu kami mengidentifikasi itu secara presisi,” ujar Direktur EST School, Rina Wahyuni, M.T., saat ditemui di sela peresmian.

Sekolah yang dibangun di atas lahan seluas 3,2 hektare ini dilengkapi dengan laboratorium STEM (sains, teknologi, teknik, dan matematika), perpustakaan digital, serta ruang kelas fleksibel yang dapat diubah susunannya sesuai kebutuhan diskusi kelompok atau proyek kolaboratif. Kapasitas maksimal sekolah mencapai 1.200 peserta didik untuk jenjang pendidikan dasar dan menengah pertama.

Penguatan Karakter melalui Proyek Sosial

Bukan hanya aspek kognitif, EST School juga menitikberatkan pada penguatan karakter melalui program “Empati Beraksi”. Setiap semester, siswa diwajibkan terlibat dalam proyek sosial berbasis komunitas di lingkungan sekitar, seperti program literasi digital bagi lansia, pengelolaan sampah plastik menjadi bahan konstruksi, atau pendampingan belajar bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera.

“Kami ingin mencetak generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga memiliki kepekaan sosial. Pendidikan karakter tidak bisa hanya diajarkan di dalam kelas; harus langsung dijalankan,” tegas Rina Wahyuni.

Pelatihan Guru dan Kolaborasi Perguruan Tinggi

EST School tidak hanya berinvestasi pada infrastruktur, tetapi juga pada pengembangan tenaga pengajar. Sebanyak 40 guru yang direkrut telah mengikuti pelatihan intensif selama enam bulan di bawah bimbingan pakar pendidikan dari Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung dan praktisi industri teknologi. Pelatihan tersebut mencakup desain pembelajaran adaptif, pemanfaatan AI dalam evaluasi, serta manajemen kelas inklusif.

“Kami menggandeng UPI untuk memastikan bahwa transformasi metode mengajar berjalan sesuai kaidah pedagogi yang kuat,” jelas Rina. Ke depan, EST School juga akan menjadi kampus percontohan bagi program Asistensi Mengajar dari Kampus Merdeka.

Investasi dan Dukungan Pemerintah

Pembangunan EST School menelan investasi awal sebesar Rp78 miliar yang berasal dari skema kerja sama pemerintah daerah dengan mitra swasta. Bupati Nina Agustina dalam sambutannya menyatakan bahwa kehadiran sekolah ini menjadi bagian dari strategi besar Pemerintah Kabupaten Indramayu untuk meningkatkan indeks pembangunan manusia (IPM) yang saat ini masih berada di angka 71,2—sedikit di bawah rata-rata Provinsi Jawa Barat.

“EST School bukan sekadar gedung megah. Ini adalah simbol komitmen kami bahwa anak-anak Indramayu berhak mendapatkan pendidikan berkualitas yang setara dengan kota besar. Saya berharap sekolah ini dapat menjadi laboratorium pendidikan bagi sekolah-sekolah lain di daerah,” kata Bupati.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Indramayu, IPM tahun 2024 berada di 71,2 dengan target 73,5 pada 2026. Kontribusi dimensi pendidikan—yang mencakup rata-rata lama sekolah dan harapan lama sekolah—menjadi salah satu prioritas peningkatan. Kepala Bappeda Indramayu, Drs. H. Ade Sudrajat, M.Si., yang turut hadir, menyebut EST School sebagai investasi strategis. “Dengan adanya sekolah ini, kami optimistis angka partisipasi dan mutu lulusan akan meningkat, yang ujungnya mendongkrak IPM,” ujarnya.

Harapan Baru bagi Masyarakat

Masyarakat sekitar menyambut antusias. Pendaftaran tahun ajaran perdana yang dibuka sejak awal Juni 2025 langsung direspons lebih dari 350 pendaftar, meskipun kuota awal hanya disediakan untuk 240 siswa. Proses seleksi tidak hanya berdasarkan kemampuan akademik, tetapi juga wawancara eksplorasi minat dan observasi potensi.

Kepala Dinas Pendidikan, Asep Saefulloh, menambahkan bahwa pihaknya akan memonitoring secara ketat implementasi kurikulum di EST School agar selaras dengan standar nasional, namun tetap memberikan ruang inovasi. Menurut Asep, sekolah ini diharapkan dapat memacu sekolah lain untuk berbenah. “Kami sedang menyusun pedoman agar sekolah-sekolah negeri juga dapat mengadopsi elemen pembelajaran adaptif secara bertahap,” ujarnya.

Dengan beroperasinya EST School, Indramayu kini memiliki salah satu perintis sekolah berbasis teknologi yang diharapkan mampu mempersempit kesenjangan mutu pendidikan antara wilayah pantura dan pusat-pusat kota besar. Langkah ini sekaligus menjadi bukti bahwa inovasi pendidikan dapat tumbuh dan berkembang di daerah yang selama ini dikenal sebagai lumbung padi nasional, tetapi kerap tertinggal dalam indikator kualitas SDM.

Baca juga:

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User