Dini Yuliani, Pendamping Bupati Purwakarta, Wafat
Kabar duka menyelimuti Kabupaten Purwakarta. Dini Yuliani, istri Bupati Purwakarta Saepul Bahri yang akrab disapa Om Zein, meninggal dunia pada Selasa (28/10). Kepergian sosok yang dikenal sebagai pen...
Kabar duka menyelimuti Kabupaten Purwakarta. Dini Yuliani, istri Bupati Purwakarta Saepul Bahri yang akrab disapa Om Zein, meninggal dunia pada Selasa (28/10). Kepergian sosok yang dikenal sebagai pendamping setia kepala daerah itu meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, kolega, dan masyarakat yang pernah merasakan sentuhan kiprah sosialnya.
Informasi mengenai wafatnya Dini Yuliani mulai beredar di kalangan pejabat daerah pada pagi hari. Berdasarkan keterangan yang dihimpun, istri orang nomor satu di Purwakarta itu mengembuskan napas terakhir setelah menjalani perawatan intensif di salah satu rumah sakit di kawasan Purwakarta. Pihak keluarga melalui juru bicara pribadi Bupati menyatakan permohonan maaf dan doa agar almarhumah diterima di sisi Tuhan Yang Maha Esa. Rangkaian prosesi pemakaman direncanakan berlangsung secara khidmat di kediaman dinas bupati dengan melibatkan kerabat dekat serta pejabat daerah.
Kronologi dan Suasana Duka
Sejumlah kolega yang hadir di rumah duka menggambarkan suasana penuh haru. Menurut Kepala Bagian Humas dan Protokol Sekretariat Daerah Purwakarta, Dian Permana, almarhumah telah berjuang melawan penyakit yang dideritanya dalam beberapa waktu terakhir. “Kami semua merasa kehilangan. Beliau adalah figur yang selalu memberikan kehangatan, baik di lingkungan keluarga besar pemerintah daerah maupun dalam aktivitas sosial,” ujar Dian melalui keterangan tertulis.
Kronologi kepergian Dini Yuliani dimulai ketika kondisi kesehatannya menurun secara signifikan sejak awal pekan lalu. Ia sempat menjalani serangkaian pemeriksaan medis dan dirawat di ruang isolasi rumah sakit. Meskipun tim dokter telah memberikan penanganan maksimal, takdir berkata lain pada Selasa pagi sekitar pukul 06.30 WIB. Kepala Dinas Kesehatan Purwakarta, dr. Reni Anggraeni, yang turut memantau perawatan almarhumah, menyampaikan bahwa pihaknya telah mengerahkan tenaga spesialis terbaik. “Kami sudah melakukan semua yang bisa dilakukan. Ini adalah kehilangan besar bagi Kabupaten Purwakarta,” katanya.
Profil Singkat Dini Yuliani
Dini Yuliani lahir di Purwakarta pada 12 Agustus 1976. Ia menamatkan pendidikan menengah di salah satu SMA favorit di Purwakarta sebelum melanjutkan studi di bidang administrasi bisnis di sebuah perguruan tinggi swasta di Bandung. Sejak muda, ia dikenal aktif dalam kegiatan organisasi kemasyarakatan, terutama yang bergerak di bidang pemberdayaan perempuan dan anak. Kepribadiannya yang ramah dan rendah hati membuat ia mudah diterima di berbagai kalangan.
Pernikahannya dengan Saepul Bahri berlangsung pada 2002 dan dikaruniai tiga orang anak. Keluarga ini dikenal harmonis dan kerap tampil bersama dalam berbagai acara resmi maupun sosial. Sebagai pendamping bupati, Dini Yuliani tidak hanya berperan di belakang layar, tetapi juga mengambil peran nyata dalam program-program pembangunan kemasyarakatan. Ia menekankan pentingnya pendidikan karakter dan kesehatan ibu serta anak melalui berbagai inisiatif yang digagasnya.
Peran Aktif di Masyarakat
Sejak sang suami menjabat sebagai Bupati Purwakarta, Dini Yuliani langsung diamanahi sebagai Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kabupaten Purwakarta. Di bawah kepemimpinannya, TP-PKK Purwakarta mencatat sejumlah kemajuan, termasuk pengembangan usaha mikro bagi pelaku UMKM perempuan dan program “Keluarga Sadar Gizi” yang menyasar desa-desa terpencil. Almarhumah juga rajin turun langsung ke lapangan untuk memantau pelaksanaan posyandu dan mendorong peningkatan kapasitas kader.
Selain melalui jalur TP-PKK, Dini Yuliani juga menjadi pembina utama Yayasan Bina Insani Purwakarta yang fokus pada beasiswa pendidikan bagi anak dari keluarga kurang mampu. Salah satu program andalannya adalah “Satu Anak Satu Impian” yang hingga tahun terakhir telah membantu ratusan pelajar melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Ia kerap menyampaikan dalam kesempatan pertemuan bahwa keberhasilan seorang pemimpin daerah tidak hanya diukur dari infrastruktur fisik, melainkan juga dari kualitas sumber daya manusia yang dibangun.
Kesan dan Kenangan
Rekan-rekan sesama pengurus organisasi sosial menggambarkan Dini Yuliani sebagai pribadi yang tidak segan bergaul dengan masyarakat kecil. Siti Maesaroh, Ketua Forum Komunikasi Kader PKK Kabupaten Purwakarta, mengenang almarhumah sebagai pemimpin yang tidak hanya memberi instruksi, tetapi juga ikut mengerjakan langsung program-program lapangan. “Saat banjir melanda beberapa kecamatan awal tahun ini, Ibu Dini langsung turun ke lokasi pengungsian membawa bantuan dan memastikan kebutuhan perempuan serta anak terpenuhi. Itu menunjukkan kepeduliannya yang tulus,” jelasnya.
Di lingkungan Pemerintah Kabupaten Purwakarta, sosoknya kerap menjadi penyeimbang gaya kepemimpinan Om Zein yang tegas dan vokal. Staf khusus bupati, Andi Wijaya, menuturkan bahwa dalam banyak kesempatan, Dini Yuliani berperan sebagai penasihat yang memberikan masukan dengan sudut pandang humanis. “Beliau tidak banyak bicara, tetapi setiap kalimatnya menenangkan dan sering menjadi pertimbangan Bapak Bupati dalam mengambil keputusan yang menyangkut kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.
Pernyataan Resmi dan Penghormatan Terakhir
Pemerintah Kabupaten Purwakarta melalui Sekretaris Daerah, Asep Supriatna, telah mengeluarkan surat resmi berisi ucapan belasungkawa dan penetapan masa berkabung selama tiga hari. Seluruh instansi diimbau untuk mengibarkan bendera setengah tiang dan menunda kegiatan seremonial yang bersifat euforia. “Kami kehilangan sosok panutan yang telah banyak memberikan teladan dalam pengabdian. Semoga almarhumah mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT,” bunyi pernyataan itu.
Rencananya, jenazah akan disemayamkan di Pendopo Kabupaten Purwakarta sebelum diberangkatkan ke tempat peristirahatan terakhir di Taman Pemakaman Umum (TPU) Nagrog. Masyarakat yang ingin memberikan penghormatan terakhir dipersilakan hadir dengan tetap menjaga ketertiban dan mengikuti tata cara yang telah ditetapkan oleh panitia pemakaman. Ucapan duka mengalir dari berbagai daerah, termasuk dari para kepala daerah tetangga dan tokoh nasional yang memiliki hubungan erat dengan keluarga besar Bupati Purwakarta.
Baca juga:
Comments (0)