BI Tegal Kembali Luncurkan QRIS Jelajah Kuliner Demi Perluas Transaksi Digital

Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Tegal kembali menginisiasi program QRIS Jelajah Kuliner Indonesia (QJI) 2026 sebagai bagian dari strategi nasional percepatan digitalisasi sistem pembayaran. Kegi...

Jul 12, 2026 - 13:14
0 0

Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Tegal kembali menginisiasi program QRIS Jelajah Kuliner Indonesia (QJI) 2026 sebagai bagian dari strategi nasional percepatan digitalisasi sistem pembayaran. Kegiatan yang menyasar pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di sektor kuliner ini digelar secara serentak di enam kecamatan di wilayah eks-Keresidenan Pekalongan, dimulai pada 14 April 2026.

Langkah tersebut merupakan tindak lanjut dari arahan Gubernur BI terkait perluasan ekosistem nontunai di daerah serta implementasi Cetak Biru Sistem Pembayaran Indonesia (BSPI) 2025–2030 yang menargetkan 65 juta pengguna baru Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) hingga akhir 2026. Dalam rapat koordinasi terbatas dengan pemerintah daerah dan perbankan setempat, Kepala BI Tegal menegaskan bahwa kuliner menjadi segmen prioritas karena karakteristik transaksinya yang bervolume tinggi namun belum seluruhnya tercatat secara digital.

Rute Jelajah dan Target Akuisisi Merchant

Program QJI 2026 mengusung skema jelajah berbasis komunitas dengan rute yang mencakup pusat jajanan tradisional, food court, pasar modern, dan deretan kedai di jalur wisata. Tim gabungan yang terdiri dari petugas BI, bank peserta, serta Dinas Koperasi dan UMKM Kota Tegal menyusur lokasi-lokasi tersebut selama dua pekan, memberikan edukasi langsung kepada pedagang serta memfasilitasi proses registrasi QRIS secara instan.

Kepala Perwakilan BI Tegal, Ahmad Firdaus, menyatakan bahwa target akuisisi tahun ini dipatok sebanyak 2.300 merchant baru, meningkat signifikan dari capaian tahun sebelumnya yang berhasil menarik 1.700 merchant. “Kami memilih pendekatan jemput bola karena pengalaman di 2025 menunjukkan bahwa pedagang kuliner seringkali enggan mendatangi bank, namun antusias saat difasilitasi di tempat usahanya. Pola ini efektif menurunkan hambatan adopsi,” ujarnya dalam jumpa pers di Gedung Thamrin, Tegal.

Target akuisisi tahun ini dipatok sebanyak 2.300 merchant baru, meningkat signifikan dari capaian tahun sebelumnya yang berhasil menarik 1.700 merchant.

Insentif dan Kolaborasi Multi-Pihak

Untuk mempercepat adopsi, BI Tegal bersama tujuh bank peserta—Bank Jateng, BSI, BRI, BNI, Bank Mandiri, BCA, dan Danamon—menyediakan paket insentif berupa subsidi biaya transaksi sebesar 0,3 persen selama sembilan bulan pertama serta alat peraga promosi gratis bagi merchant yang berhasil melakukan transaksi minimal 25 kali dalam sebulan setelah pendaftaran. Selain itu, konsumen pengguna QRIS di merchant yang tergabung dalam QJI berkesempatan memperoleh potongan harga hingga 20 persen selama periode festival.

Wali Kota Tegal, Dedy Yon Supriyono, dalam sambutannya pada acara peluncuran di Alun-Alun Kota Tegal, menyampaikan dukungan penuh pemerintah kota dengan menggratiskan retribusi izin usaha bagi pedagang yang beralih ke pembayaran digital. “Ini sejalan dengan visi Tegal sebagai kota cerdas dan inklusif. Kami tidak ingin adanya kesenjangan antara pelaku usaha besar dan kecil dalam mengakses layanan keuangan,” tegasnya. Pernyataan ini mempertegas sinergi antara kebijakan moneter dan fiskal di tingkat daerah.

Ini sejalan dengan visi Tegal sebagai kota cerdas dan inklusif. Kami tidak ingin adanya kesenjangan antara pelaku usaha besar dan kecil dalam mengakses layanan keuangan.

Dampak Ekonomi dan Proyeksi Ke Depan

Statistik dari BI Tegal menunjukkan bahwa hingga akhir triwulan pertama 2026, volume transaksi QRIS di wilayah kerjanya telah mencapai 14,2 juta transaksi dengan nilai total Rp 882 miliar, atau tumbuh 41,6 persen secara tahunan. Sektor kuliner menyumbang porsi sebesar 37,4 persen dari total tersebut, menegaskan betapa strategisnya segmen ini dalam memacu inklusi keuangan. Kegiatan jelajah kuliner diproyeksikan akan meningkatkan volume transaksi sektor tersebut sebesar dua digit pada paruh kedua 2026.

Salah satu pedagang nasi goreng di kompleks Jalan Pemuda, Siti Rohani, mengaku bahwa penggunaan QRIS telah mengurangi risiko penanganan uang tunai dan meningkatkan kredibilitas warungnya di mata pelanggan. “Sekarang banyak pembeli, terutama anak muda, yang bertanya dulu apakah bisa bayar pakai QRIS sebelum masuk. Kalau tidak ada, mereka sering memilih ke tempat lain,” ungkapnya saat ditemui di sela-sela agenda jelajah. Pernyataan tersebut mencerminkan pergeseran preferensi konsumen yang semakin mengarah pada transaksi tanpa uang fisik.

Rangkaian kegiatan QJI 2026 akan ditutup dengan evaluasi capaian dan penganugerahan penghargaan kepada kecamatan dan merchant dengan pertumbuhan transaksi tertinggi pada akhir Mei mendatang. BI Tegal juga berencana mereplikasi model jelajah ini ke sektor lain seperti transportasi dan pasar tradisional pada semester kedua tahun berjalan, sejalan dengan cetak biru yang telah ditetapkan.

Baca juga:

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User