BI Pastikan Stabilitas Pasar Pasca Perry Warjiyo Mundur

Jakarta — Bank Indonesia (BI) langsung mengambil langkah sigap untuk meredam potensi gejolak di pasar keuangan setelah Gubernur BI Perry Warjiyo menyatakan pengunduran diri secara mengejutkan pada R...

BI Pastikan Stabilitas Pasar Pasca Perry Warjiyo Mundur

Jakarta — Bank Indonesia (BI) langsung mengambil langkah sigap untuk meredam potensi gejolak di pasar keuangan setelah Gubernur BI Perry Warjiyo menyatakan pengunduran diri secara mengejutkan pada Rabu (18/6) sore. Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur BI, Destry Damayanti, segera menggelar konferensi pers dan memastikan bahwa seluruh instrumen kebijakan moneter tetap berjalan normal untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dan sistem keuangan nasional.

“Kami ingin menegaskan bahwa fundamental ekonomi Indonesia tetap kuat. Bank Indonesia bersama pemerintah dan otoritas terkait akan mengoptimalkan seluruh bauran kebijakan untuk memastikan stabilitas pasar,” ujar Destry dalam keterangan resmi di Gedung Thamrin, Jakarta Pusat, Rabu malam.

Rapat Koordinasi Darurat Digelar

Berdasarkan informasi yang dihimpun, Dewan Gubernur BI menggelar Rapat Pleno darurat pada pukul 19.00 WIB untuk menindaklanjuti pengunduran diri Perry. Rapat tersebut dipimpin langsung oleh Destry Damayanti dan dihadiri oleh seluruh anggota Dewan Gubernur, termasuk Deputi Gubernur Senior dan Deputi Gubernur. Hasil rapat menetapkan bahwa Destry resmi menjabat sebagai Pelaksana Tugas Gubernur BI hingga Presiden menunjuk dan DPR mengesahkan Gubernur definitif.

“Keputusan ini diambil berdasarkan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 1999 tentang Bank Indonesia sebagaimana telah diubah terakhir dengan UU No. 4 Tahun 2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan,” ujar Kepala Departemen Komunikasi BI, Arif Setiawan, saat membacakan salinan keputusan rapat.

Lebih lanjut, BI juga telah berkoordinasi dengan Kementerian Keuangan, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) melalui Forum Koordinasi Stabilitas Sistem Keuangan (FKSSK). Rapat koordinasi lintas lembaga itu menyepakati untuk memperkuat pengawasan pasar dan menyediakan likuiditas yang cukup.

Jaminan Stabilitas dan Intervensi Pasar

Destry menegaskan bahwa BI siap melakukan intervensi di pasar valuta asing dan pasar obligasi jika terjadi volatilitas berlebih. “Kami memiliki cadangan devisa yang memadai, mencapai 150,2 miliar dolar AS per akhir Mei 2026. Ini cukup untuk meredam tekanan terhadap rupiah,” tegasnya.

Ia juga menyatakan bahwa kebijakan stabilisasi nilai tukar melalui triple intervention — intervensi di pasar spot, Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF), dan pembelian Surat Berharga Negara (SBN) di pasar sekunder — tetap dijalankan secara terukur dan proporsional.

Sementara itu, dari sisi moneter, BI memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan BI-Rate pada level 5,75 persen, dengan suku bunga Deposit Facility sebesar 5,00 persen dan Lending Facility sebesar 6,50 persen. Keputusan ini diambil untuk menjaga stabilitas inflasi dan daya tarik imbal hasil aset keuangan Indonesia.

Respons Fraksi dan Legislator

Beberapa Fraksi di DPR RI turut memberikan dukungan. Ketua Komisi XI DPR RI, Fathan Subchi, menyatakan bahwa lembaganya akan segera memproses pengunduran diri Perry dan menjadwalkan uji kelayakan calon Gubernur BI yang diajukan Presiden. “Kami akan bekerja cepat namun tetap cermat. Stabilitas sektor keuangan adalah prioritas,” ujarnya.

Fraksi Golkar dan Fraksi Gerindra juga menyatakan keyakinan bahwa Destry Damayanti mampu menjaga stabilitas. “Beliau adalah profesional berpengalaman, pernah menjabat Kepala Eksekutif Lembaga Penjamin Simpanan dan kini sebagai Deputi Gubernur Senior BI. Kami optimistis,” kata anggota Fraksi Golkar, Puteri Komarudin.

Transisi yang Terukur

Para analis menilai pengunduran diri Perry tidak seharusnya memicu kepanikan karena kelembagaan BI bersifat kolegial. Destry menegaskan bahwa seluruh program dan kebijakan BI, termasuk pendalaman pasar keuangan dan digitalisasi sistem pembayaran, akan tetap berjalan sesuai rencana. “Tidak ada perubahan kebijakan makroprudensial maupun sistem pembayaran. Semua berjalan normal,” kata Destry.

Pengunduran diri Perry Warjiyo sendiri dikabarkan karena alasan kesehatan, meski belum ada konfirmasi resmi. Ia telah memimpin BI sejak 2018 dan masa jabatannya seharusnya berakhir pada 2028. Presiden dijadwalkan akan menyampaikan nama calon pengganti dalam waktu dekat.

Dengan langkah cepat dan koordinasi yang solid, pasar keuangan diharapkan tetap kondusif. Pada perdagangan Rabu malam di pasar offshore, rupiah non-deliverable bergerak stabil di kisaran Rp15.450 per dolar AS. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pun hanya terkoreksi tipis sebesar 0,3 persen, menandakan respons pasar yang terkendali.

Bank Indonesia menegaskan kembali kesiapan untuk menjaga stabilitas moneter dan sistem keuangan. “Kami tidak akan ragu menggunakan seluruh instrumen yang ada demi kepentingan perekonomian nasional,” tutup Destry.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User