BI Pastikan Jaga Stabilitas Pascamundurnya Gubernur Perry Warjiyo
Jakarta, Apaberita – Bank Indonesia (BI) bergerak cepat merespons pengunduran diri Gubernur Perry Warjiyo yang diumumkan secara mengejutkan pada Selasa (15/10/2025). Rapat Dewan Gubernur (RDG) yang ...
Jakarta, Apaberita – Bank Indonesia (BI) bergerak cepat merespons pengunduran diri Gubernur Perry Warjiyo yang diumumkan secara mengejutkan pada Selasa (15/10/2025). Rapat Dewan Gubernur (RDG) yang digelar secara darurat pada hari yang sama menetapkan Deputi Gubernur Senior Destry Damayanti sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur BI, sekaligus menegaskan komitmen bank sentral untuk memastikan stabilitas pasar keuangan tetap terjaga di tengah situasi yang tidak terduga. Keputusan itu diambil berdasarkan Pasal 47 Undang–Undang Nomor 23 Tahun 1999 tentang Bank Indonesia sebagaimana telah beberapa kali diubah, yang memberi wewenang kepada Deputi Gubernur Senior untuk menjalankan fungsi Gubernur apabila terjadi kekosongan jabatan.
Kronologi dan Latar Belakang Pengunduran Diri
Pengunduran diri Perry Warjiyo disampaikan melalui surat resmi yang ditujukan kepada Presiden Republik Indonesia dan Dewan Perwakilan Rakyat pada Senin malam (14/10/2025). Dalam surat bernomor SR-128/GUB/BI/2025 tersebut, Perry menyampaikan keputusan mundur demi alasan pribadi dan kesehatan, tanpa merinci lebih jauh. “Setelah melalui pertimbangan matang dan diskusi panjang bersama keluarga, saya memutuskan untuk mengakhiri masa bakti sebagai Gubernur Bank Indonesia,” tulis Perry Warjiyo dalam pernyataan tertulis yang diterima redaksi Apaberita. Surat pengunduran diri itu langsung dibahas oleh Presiden yang kemudian menerbitkan Keputusan Presiden Nomor 122/P/2025 tentang Pemberhentian dengan Hormat Gubernur BI, yang sekaligus menetapkan penerusan tugas kepada Destry Damayanti hingga DPR menetapkan Gubernur definitif.
Langkah Cepat Bank Indonesia
Menindaklanjuti dinamika tersebut, Plt Gubernur BI Destry Damayanti menggelar konferensi pers di Gedung Thamrin, Jakarta, pada Selasa pukul 10.00 WIB. Di hadapan puluhan jurnalis, ia menegaskan bahwa Bank Indonesia tetap menjalankan seluruh fungsi pokoknya secara normal. “Kami pastikan seluruh operasi moneter, sistem pembayaran, dan pengelolaan likuiditas berjalan tanpa gangguan sedikit pun. Bank Indonesia bersama pemerintah dan otoritas terkait akan terus memperkuat koordinasi guna menjaga stabilitas nilai tukar rupiah, inflasi, serta sektor keuangan,” ujar Destry Damayanti. Ia juga memaparkan bahwa cadangan devisa Indonesia masih berada pada posisi aman, yaitu sebesar 148,1 miliar dolar AS per akhir September 2025, sehingga mampu meredam gejolak eksternal.
Destry menambahkan bahwa RDG darurat telah memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan BI-Rate pada level 5,75 persen, melanjutkan kebijakan triple intervention di pasar valas, serta meningkatkan frekuensi operasi moneter guna memastikan kecukupan likuiditas di perbankan. “Kami akan melakukan intervensi secara terukur di pasar spot, Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF), dan pembelian Surat Berharga Negara dari pasar sekunder,” tegasnya.
Koordinasi Penguatan Stabilitas Sistem Keuangan
Secara paralel, Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) yang terdiri atas Kementerian Keuangan, Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan, dan Lembaga Penjamin Simpanan menggelar rapat koordinasi pada Selasa siang. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, selaku koordinator KSSK, menyampaikan keyakinannya bahwa fundamental perekonomian nasional tetap solid. “Kami telah melakukan stress test dan memastikan seluruh kebijakan counter cyclical siap diimplementasikan apabila diperlukan. Pasar tidak perlu merespons secara berlebihan karena sinergi fiskal, moneter, dan sektor keuangan sangat kuat,” ujar Sri Mulyani melalui keterangan tertulis.
Ketua Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregar juga menegaskan bahwa sektor jasa keuangan tetap stabil dengan rasio kecukupan modal perbankan di atas 26 persen serta likuiditas yang memadai. Lembaga Penjamin Simpanan turut mengonfirmasi bahwa seluruh simpanan nasabah dijamin sesuai ketentuan yang berlaku.
Respons Pasar dan Jaminan Stabilitas
Pasar keuangan sempat menunjukkan reaksi negatif pada pembukaan perdagangan Selasa pagi, dengan nilai tukar rupiah melemah ke level Rp15.840 per dolar AS dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terkoreksi 1,2 persen. Namun, setelah langkah intervensi dan pernyataan resmi Plt Gubernur BI, rupiah berbalik menguat menuju Rp15.710 pada penutupan sesi pertama, sementara IHSG memangkas pelemahan menjadi 0,4 persen. “Kami melihat respons pasar yang rasional setelah mendapatkan kejelasan mengenai kepemimpinan BI dan kebijakan yang akan ditempuh,” kata Ekonom Senior Bank Mandiri, Andry Asmoro, yang dimintai pendapatnya.
Destry Damayanti menutup konferensi pers dengan menegaskan kembali komitmen Bank Indonesia. “Saya ingin memastikan kepada seluruh pelaku pasar, industri, dan masyarakat bahwa Bank Indonesia akan tetap menjalankan mandat konstitusionalnya secara penuh. Tidak ada kekosongan kebijakan. Kami bersama!” pungkasnya. Pasar kini menanti proses penetapan Gubernur BI definitif yang dijadwalkan akan dibahas dalam rapat paripurna DPR pada pekan depan, sementara sentimen positif diharapkan terus terjaga sejalan dengan kepastian yang telah diberikan bank sentral.
Comments (0)