Bentrok Antar Pendukung di Depan KPU Menteng, Puluhan Diamankan

Jakarta – Bentrokan antara dua kelompok massa pendukung pecah di depan Gedung Komisi Pemilihan Umum (KPU) di Jalan Imam Bonjol, Menteng, Jakarta Pusat, pada Senin siang. Insiden yang terjadi sekitar...

Bentrok Antar Pendukung di Depan KPU Menteng, Puluhan Diamankan

Jakarta – Bentrokan antara dua kelompok massa pendukung pecah di depan Gedung Komisi Pemilihan Umum (KPU) di Jalan Imam Bonjol, Menteng, Jakarta Pusat, pada Senin siang. Insiden yang terjadi sekitar pukul 13.00 WIB ini mengakibatkan lima orang mengalami luka ringan hingga sedang, sementara sedikitnya 35 orang diamankan oleh aparat kepolisian. Kerusuhan diduga dipicu oleh penolakan terhadap putusan KPU atas sengketa hasil pemilihan kepala daerah di salah satu provinsi, yang dibacakan pada hari yang sama.

Kepala Polres Metro Jakarta Pusat, Komisaris Besar Polisi Susilo Wardoyo, dalam keterangan pers di lokasi kejadian menyatakan bahwa pihaknya terpaksa menggunakan tindakan tegas terukur setelah massa tidak mengindahkan imbauan untuk membubarkan diri. “Kami telah memberikan peringatan berulang kali melalui pengeras suara. Namun, kedua kelompok justru saling serang dengan batu dan bambu, sehingga kami melumpuhkan aksi tersebut dengan gas air mata dan water cannon,” ujarnya.

Kronologi Kejadian

Berdasarkan pantauan di lapangan, massa mulai berkumpul di sekitar kawasan Menteng sejak pukul 10.00 WIB. Kelompok pertama yang berjumlah sekitar 300 orang berasal dari aliansi pendukung Pasangan Calon A, sementara kelompok kedua yang berjumlah hampir sama merupakan pendukung Pasangan Calon B dalam kontestasi Pilkada yang hasilnya dipersoalkan. Kedua kubu semula menggelar aksi damai sambil menunggu pembacaan putusan sengketa oleh KPU di dalam gedung.

Ketegangan mulai meningkat sekitar pukul 12.30 WIB, saat beredar kabar bahwa KPU memutuskan menolak gugatan yang diajukan oleh salah satu pasangan calon. Salah seorang koordinator lapangan dari Kelompok A, yang enggan disebut namanya, menyatakan bahwa massa mereka merasa kecewa dan menganggap proses ajudikasi di KPU tidak transparan. “Kami sudah menyampaikan aspirasi dengan damai, tetapi keputusan tetap tidak memihak keadilan. Massa di bawah mulai emosi,” kata sumber tersebut kepada awak media.

Tidak lama kemudian, sejumlah massa dari kedua kubu mulai saling melempar batu dan benda tumpul lainnya. Aksi saling serang semakin membesar ketika satu kelompok mencoba merangsek masuk ke dalam area steril KPU yang dijaga ketat oleh polisi. Petugas yang berjaga kemudian membentuk barikade untuk menghalau massa, sementara negosiator kepolisian terus mencoba menenangkan kedua belah pihak.

Tindakan Kepolisian dan Pengamanan

Setelah upaya persuasif gagal dan bentrokan semakin meluas hingga mengganggu arus lalu lintas di Jalan Imam Bonjol dan Jalan Diponegoro, Kapolres Jakarta Pusat memberikan perintah untuk melakukan pembubaran paksa. Pasukan Dalmas dan Brimob yang telah bersiaga kemudian menembakkan gas air mata dan menyemprotkan air bertekanan tinggi ke arah massa. “Situasi sudah masuk kategori darurat. Keselamatan warga dan aset negara menjadi prioritas,” tegas Kombes Pol Susilo Wardoyo.

Dalam operasi pengendalian massa tersebut, sebanyak 35 orang diamankan karena diduga sebagai provokator. Dari jumlah itu, 12 orang di antaranya langsung dibawa ke Mapolres Jakarta Pusat untuk pemeriksaan intensif. Selain itu, polisi juga menyita sejumlah barang bukti, antara lain puluhan batu, potongan bambu runcing, dan botol kaca yang digunakan dalam bentrok. Lima orang yang terluka, termasuk dua anggota polisi, dilarikan ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) untuk mendapatkan perawatan medis.

Kombes Pol Susilo menambahkan bahwa Polres Jakarta Pusat akan melakukan gelar perkara untuk menentukan status hukum para pelaku. “Kami akan memproses sesuai undang-undang yang berlaku. Tidak ada toleransi bagi mereka yang melakukan tindak pidana di ruang publik, apalagi sampai melukai petugas,” tandasnya.

Pernyataan KPU dan Dampak Lalu Lintas

Sementara itu, Komisioner KPU Divisi Teknis, Budi Santoso, saat ditemui di lobi gedung KPU, menyayangkan terjadinya bentrokan tersebut. Ia menegaskan bahwa putusan yang diambil oleh KPU telah melalui mekanisme rapat pleno yang dihadiri oleh seluruh komisioner dan disaksikan oleh perwakilan kedua belah pihak. “Kami bekerja sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. Proses pengambilan keputusan berlangsung secara terbuka dan partisipatif. Sangat disayangkan jika ada pihak yang masih belum bisa menerima dan memilih jalur kekerasan,” ujar Budi Santoso.

Ia juga mengimbau kepada seluruh pendukung pasangan calon untuk menghentikan aksi dan menempuh saluran hukum yang tersedia, yakni melalui Mahkamah Konstitusi jika belum puas dengan putusan KPU. “Mari kita jaga demokrasi kita dengan cara yang beradab. Kekerasan hanya akan merugikan masyarakat dan mencoreng nama baik bangsa,” imbuhnya.

Akibat bentrokan tersebut, arus lalu lintas di sekitar kawasan Menteng sempat lumpuh total selama lebih dari dua jam. Kendaraan dari arah Tugu Tani menuju Bundaran HI dialihkan melalui Jalan Cikini, sementara jalur dari Jalan Diponegoro menuju Menteng ditutup sementara. Petugas Dinas Perhubungan DKI Jakarta bersama kepolisian bahu-membahu mengalihkan kendaraan untuk menghindari kemacetan yang lebih parah. Hingga pukul 16.00 WIB, lalu lintas di Jalan Imam Bonjol mulai dibuka secara bertahap, namun pengamanan dari kepolisian masih tampak ketat di sekitar gedung KPU.

Kondisi Terkini dan Imbauan

Pantauan di lokasi pada pukul 17.00 WIB menunjukkan situasi di TKP bentrok sudah kembali kondusif. Pecahan kaca dan sisa-sisa batu berserakan di jalan sudah dibersihkan oleh petugas kebersihan. Tenda-tenda pengamanan polisi masih berdiri di beberapa sudut, dan kendaraan taktis Brimob disiagakan di halaman parkir KPU. Aktivitas warga di sekitar permukiman Menteng mulai berangsur normal, meskipun masih ada beberapa titik yang dijaga oleh polisi bersenjata.

Seorang saksi mata, Hendra (45), pedagang kaki lima yang biasa berjualan di sekitar lokasi, menuturkan bahwa ia sempat ketakutan saat bentrokan terjadi. “Saya langsung menggulung dagangan dan lari ke dalam gang. Suara ledakan gas air mata sangat keras, asapnya membuat mata pedih. Saya berharap tidak ada lagi kejadian seperti ini,” katanya dengan nada cemas.

Polres Jakarta Pusat mengeluarkan imbauan kepada seluruh elemen masyarakat untuk tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum jelas kebenarannya, terutama di media sosial. Kombes Pol Susilo Wardoyo meminta masyarakat tetap tenang dan menyerahkan proses hukum kepada pihak berwenang. “Kami akan terus menjaga situasi keamanan dan ketertiban di Ibu Kota. Setiap tindakan yang melanggar hukum akan kami hadapi dengan tegas sesuai prosedur,” pungkasnya.

Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian masih terus melakukan pendalaman terhadap para terduga provokator dan berkoordinasi dengan pihak KPU untuk mengantisipasi gelombang aksi susulan. Masyarakat diimbau untuk menghindari kawasan sekitar gedung KPU Menteng hingga situasi benar-benar dinyatakan aman oleh aparat keamanan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User