BANJARBARU, APABERITA.COM – Gelombang aspirasi dari akar rumput Partai Solidaritas Indonesia (PSI) di Kalimantan Selatan semakin menguat. Dalam sebuah pertemuan strategis yang digelar di Kota Banjarbaru, para kader dan pengurus wilayah secara terbuka mendesak Ketua Umum PSI, Kaesang Pangarep, untuk segera melantik Presiden ke-7 RI, Joko Widodo, sebagai Ketua Dewan Pembina partai. Desakan ini menandai dinamika politik yang kian menarik di tubuh partai berlambang mawar tersebut.

Suara dari Akar Rumput Momen tersebut terjadi dalam Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil) yang diikuti oleh pengurus Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) dan Dewan

Jul 08, 2026 - 01:53
0 0
BANJARBARU, APABERITA.COM  – Gelombang aspirasi dari akar rumput Partai Solidaritas Indonesia (PSI) di Kalimantan Selatan semakin menguat. Dalam sebuah pertemuan strategis yang digelar di Kota Banjarbaru, para kader dan pengurus wilayah secara terbuka mendesak Ketua Umum PSI, Kaesang Pangarep, untuk segera melantik Presiden ke-7 RI, Joko Widodo, sebagai Ketua Dewan Pembina partai. Desakan ini menandai dinamika politik yang kian menarik di tubuh partai berlambang mawar tersebut.

Suara dari Akar Rumput

Momen tersebut terjadi dalam Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil) yang diikuti oleh pengurus Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) dan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PSI dari berbagai penjuru Kalimantan Selatan. Acara yang juga dirangkaikan dengan pelantikan para ketua DPW dan DPD itu menjadi panggung bagi para kader untuk menyuarakan harapan kolektif mereka terhadap masa depan partai.

Sejumlah kader yang hadir dalam forum tersebut menilai bahwa sosok Jokowi memiliki pengaruh dan pengalaman kepemimpinan yang sangat dibutuhkan untuk memperkuat fondasi ideologis dan strategis PSI, terutama dalam menghadapi kontestasi politik mendatang. Mereka meyakini, kehadiran Jokowi dalam struktur partai akan memberikan warna baru sekaligus menjadi magnet politik yang signifikan.

“Kami, kader PSI se-Kalimantan Selatan, dengan penuh harapan meminta agar Ketua Umum Kaesang Pangarep segera melantik Bapak Jokowi sebagai Ketua Dewan Pembina. Beliau adalah figur pemersatu dan teladan kepemimpinan yang kami yakini dapat membawa PSI ke arah yang lebih gemilang,” tegas salah satu perwakilan kader yang hadir dalam forum tersebut, sebagaimana dilaporkan oleh kontributor Apaberita.com di lokasi.

Dinamika Internal dan Strategi Politik

Desakan dari kader Kalimantan Selatan ini bukanlah isapan jempol semata. Sejak Jokowi resmi menyelesaikan masa jabatannya sebagai Presiden, spekulasi mengenai peran barunya di panggung politik terus bergulir. Kedekatan emosional dan ideologis antara Jokowi dan PSI bukan rahasia lagi—putra bungsunya, Kaesang, memegang tampuk kepemimpinan partai sejak September 2023, dan sejumlah mantan ajudan serta relawan pendukung Jokowi telah lebih dulu bergabung ke dalam partai ini.

Posisi Ketua Dewan Pembina sendiri merupakan jabatan strategis yang biasanya diisi oleh tokoh senior atau pendiri partai yang berfungsi memberikan arahan moral dan strategis. Jika Jokowi resmi dilantik, maka PSI akan menjadi salah satu partai politik yang memiliki figur dengan rekam jejak kepemimpinan nasional terlengkap dalam jajaran pembinanya.

Para analis politik menilai, langkah ini dapat menjadi kalkulasi cerdas bagi PSI untuk mendongkrak elektabilitas menjelang pemilu-pemilu berikutnya. Selain itu, pengukuhan Jokowi di posisi pembina diyakini dapat memperkuat citra partai sebagai kekuatan politik yang inklusif dan berorientasi pada keberlanjutan pembangunan.

Menanti Respons Kaesang

Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari Kaesang Pangarep maupun jajaran DPP PSI pusat mengenai desakan tersebut. Namun demikian, para kader di daerah mengaku optimistis agar aspirasi mereka dapat segera terealisasi.

Dengan bergabungnya tokoh sekaliber mantan presiden, PSI diproyeksikan akan mengalami transformasi signifikan, baik dari sisi basis massa maupun struktur kekuasaan internal. Ini juga akan semakin memantapkan posisi Kaesang sebagai pemimpin partai yang berada di bawah bayang-bayang kuat ayahnya sendiri—sebuah realitas politik yang tak terhindarkan.

Panggung politik nasional kini menanti langkah konkret dari DPP PSI. Apakah badai desakan dari Kalimantan Selatan ini hanya akan menjadi riak kecil, atau justru menjadi awal dari babak baru perjalanan politik Joko Widodo di luar istana? Publik tentu menanti dengan penuh perhatian.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User