APABERITA.COM — Sebuah keputusan besar diambil oleh selebritas dan presenter Sabrina Chairunnisa. Istri dari pesulap sekaligus YouTuber ternama Deddy Corbuzier ini resmi mengundurkan diri sebagai mahasiswa program doktoral (S3) di Universitas Indonesia (UI). Kabar tersebut mengejutkan banyak pihak, mengingat Sabrina dikenal sebagai figur yang sangat menjunjung tinggi pendidikan dan baru beberapa waktu lalu memamerkan aktivitas akademiknya di media sosial.
Namun di balik pengunduran diri itu tersimpan rencana baru yang lebih besar. Dalam pernyataan yang diterima redaksi Apaberita.com, Sabrina mengisyaratkan a
Namun di balik pengunduran diri itu tersimpan rencana baru yang lebih besar. Dalam pernyataan yang diterima redaksi Apaberita.com, Sabrina mengisyaratkan akan membuka lembaran baru di New York, Amerika Serikat. Langkah ini disebut sebagai bagian dari “rencana yang berubah untuk melangkah lebih maju,” sebuah ungkapan yang sarat makna tentang kesempatan yang tak ingin ia lewatkan.
“Ini bukan keputusan yang mudah. Tapi saya percaya, setiap perubahan membawa peluang baru. Saya akan segera memulai babak baru di New York untuk mengejar sesuatu yang lebih besar,” ujar Sabrina kepada kontributor Apaberita.com, Kamis (3/4/2025).
Meski tak merinci secara gamblang apa agenda utamanya di Negeri Paman Sam, sejumlah sumber dekat Sabrina menyebutkan bahwa ia tengah mempersiapkan proyek akademik dan profesional sekaligus. Ada spekulasi yang menyebut ia akan melanjutkan riset doktoralnya di salah satu universitas Ivy League, namun belum ada konfirmasi resmi. Di sisi lain, New York juga dikenal sebagai pusat industri kreatif, mode, dan media—bidang yang sudah lama ia geluti.
Perjalanan Akademik Seorang Sabrina
Sabrina Chairunnisa bukan nama asing di dunia hiburan Tanah Air. Wanita kelahiran 23 Juli 1992 ini memulai karier sebagai model dan finalis Puteri Indonesia 2011. Kala itu ia meraih gelar Puteri Indonesia Pariwisata 2011, yang membuka banyak pintu di industri hiburan. Berbagai program televisi ia bawakan, mulai dari acara musik hingga gelar wicara.
Di tengah kesibukannya, Sabrina tak meninggalkan pendidikan. Ia tercatat sebagai alumni Program Magister Ilmu Komunikasi Universitas Indonesia, lulus dengan predikat memuaskan. Kecintaannya pada dunia akademik membawanya mendaftar program doktoral di almamater yang sama pada tahun 2022. Selama hampir dua tahun, ia menjalani studi S3 sembari tetap aktif di layar kaca dan mendampingi Deddy Corbuzier mengelola channel YouTube dengan jutaan pelanggan.
Keputusan mundur dari program S3 UI tentu bukan tanpa pertimbangan matang. Orang-orang terdekat menyebut Sabrina mengalami dilema yang cukup berat antara kewajiban akademik di Jakarta dan tawaran emas dari New York. Pada akhirnya, ia memilih mengikuti kata hatinya—sebuah langkah berani yang justru mendapat dukungan penuh dari sang suami.
Dukungan Deddy Corbuzier
Deddy Corbuzier, yang selama ini dikenal sebagai sosok kritis dan tegas, memberikan restu sepenuhnya. Menurut keterangan yang dihimpun Apaberita.com, Deddy justru mendorong istrinya untuk mengambil peluang tersebut. “Dia bilang, jika ini untuk kebaikanmu dan impianmu, just do it. Jangan takut memulai dari nol lagi,” kata Sabrina menirukan ucapan suaminya.
Pasangan yang menikah pada Juni 2022 ini memang kerap memperlihatkan kekompakan dalam berbagai isu, termasuk soal pendidikan dan pengembangan diri. Deddy sendiri pernah menyampaikan pandangannya bahwa pendidikan formal penting, namun yang lebih penting adalah keberanian untuk terus belajar dan beradaptasi di situasi apa pun.
Babak Baru di New York
Kepergian Sabrina ke New York diperkirakan akan berlangsung dalam beberapa pekan mendatang. Sambil menyelesaikan sejumlah pekerjaan yang masih tertunda di Jakarta, ia perlahan mulai menjalani persiapan, termasuk mengurus visa dan akomodasi jangka panjang di Amerika Serikat. “Ini bukan sekadar liburan atau wisata. Saya ingin menyiapkan fondasi yang kuat untuk karier dan riset saya di sana,” tambahnya.
Jika benar ia akan melanjutkan studi doktoral di New York, maka Sabrina akan mengikuti jejak sejumlah tokoh Indonesia yang menempuh pendidikan di kota berjuluk “The Big Apple” ini. Bila bukan studi, bisa jadi ia akan mengembangkan jaringan profesional di bidang media, mengingat New York adalah markas bagi banyak perusahaan penyiaran global.
Apa pun bentuknya, langkah Sabrina Chairunnisa ini menegaskan bahwa perubahan rencana bukanlah sebuah kegagalan, melainkan keberanian untuk melangkah lebih maju. Publik kini menanti kabar selanjutnya dari perjalanan perempuan yang selalu haus akan ilmu dan tantangan baru ini.
Comments (0)