SINGAPURA — Singapura Kembali Pimpin Kota Layak Huni Asia 2026
Singapura kembali menempati posisi puncak sebagai kota paling layak huni di Asia Tenggara sekaligus mempertahankan peringkat ke-14 secara global dalam peme
Singapura kembali menempati posisi puncak sebagai kota paling layak huni di Asia Tenggara sekaligus mempertahankan peringkat ke-14 secara global dalam pemeringkatan tahunan yang dirilis Economist Intelligence Unit (EIU). Di kawasan Asia, kota ini diikuti oleh Tokyo, Seoul, dan Kyoto yang secara konsisten menunjukkan performa tinggi dalam indikator stabilitas dan keamanan.
Kronologi Pemeringkatan
Laporan indeks kelayakan huni global EIU mengevaluasi 173 kota di seluruh dunia berdasarkan lima kategori utama: stabilitas, layanan kesehatan, budaya dan lingkungan, pendidikan, serta infrastruktur. Pengumpulan data dilakukan sepanjang periode 12 bulan terakhir dengan parameter yang telah distandardisasi secara global.
- Pengumuman Resmi EIU: Lembaga riset yang berbasis di London ini merilis laporan indeks kelayakan huni global untuk tahun 2026 pada awal pekan ini.
- Singapura Pertahankan Dominasi: Dengan skor keseluruhan 92,1 dari 100, Singapura kokoh di peringkat 14 dunia dan tetap menjadi yang tertinggi di Asia Tenggara.
- Stabilitas Jadi Faktor Kunci: Singapura meraih skor sempurna 100 pada kategori stabilitas dan keamanan, mengalahkan kota-kota Asia lain dalam aspek fundamental ini.
- Tiga Kota Asia Ikuti: Tokyo mencatatkan peringkat 19 global, Seoul di posisi 34, dan Kyoto berhasil menempati peringkat 40 dunia.
Rincian Peringkat Empat Besar Asia
Singapura membukukan keunggulan signifikan dalam infrastruktur dan stabilitas politik yang menjadi fondasi utama kelayakan huni jangka panjang. Skor 100 pada indikator keamanan personal dan stabilitas sosial menempatkan negara kota ini sejajar dengan kota-kota papan atas dunia seperti Wina dan Kopenhagen dalam aspek fundamental.
Tokyo meraih skor 90,3, dengan kekuatan utama pada akses layanan kesehatan (skor 96) dan infrastruktur transportasi publik yang dinilai paling efisien di dunia. Namun, risiko bencana alam menjadi faktor pembatas yang menjaga skor stabilitasnya di angka 80.
Seoul menempati peringkat ketiga Asia dengan skor 87,5, didorong oleh kemajuan pesat dalam infrastruktur digital dan sistem pendidikan yang meraih skor 95. Sementara itu, Kyoto sebagai kota budaya Jepang membukukan skor 86,2 dengan keunggulan pada kategori budaya dan lingkungan hidup yang mencapai angka 94.
Data EIU menunjukkan bahwa 4 dari 10 kota paling layak huni di Asia berasal dari Jepang, dengan Osaka dan Fukuoka juga masuk dalam daftar 10 besar regional. Fenomena ini mengonfirmasi dominasi Jepang dalam standar kualitas hidup perkotaan di kawasan Asia Pasifik.
Faktor Penentu Kelayakan Huni
Laporan EIU menegaskan bahwa kategori stabilitas—yang mencakup tingkat kriminalitas, ancaman konflik sipil, dan risiko terorisme—memiliki bobot 25% dalam skor keseluruhan. Perolehan Singapura yang mencapai 100 di kategori ini menjadi pembeda fundamental dengan kota-kota lain di Asia Tenggara.
Jakarta sendiri tidak masuk dalam jajaran 50 besar Asia, meskipun mencatat peningkatan skor pada kategori infrastruktur dan budaya. Kota-kota Asia Tenggara lain yang masuk daftar pantauan adalah Kuala Lumpur di peringkat 78 global dan Bangkok di posisi 98.
Comments (0)