ANTARA Pamerkan 50 Foto Jurnalistik ‘Negeri Bola’ di Jakarta

Jakarta – Lembaga Kantor Berita Nasional (LKBN) ANTARA secara resmi membuka pameran fotografi jurnalistik bertajuk "Negeri Bola" di Galeri ANTARA, Jakarta Pusat, pada Rabu (22/1/2025). Pameran ini m...

Jul 12, 2026 - 18:41
0 0
ANTARA Pamerkan 50 Foto Jurnalistik ‘Negeri Bola’ di Jakarta

Jakarta – Lembaga Kantor Berita Nasional (LKBN) ANTARA secara resmi membuka pameran fotografi jurnalistik bertajuk "Negeri Bola" di Galeri ANTARA, Jakarta Pusat, pada Rabu (22/1/2025). Pameran ini menghadirkan 50 karya foto pilihan yang merekam perjalanan sepak bola Indonesia dari era perserikatan hingga kompetisi modern, sekaligus menjadi medium refleksi bagi publik terhadap dinamika sosial dan budaya olahraga paling populer di Tanah Air.

Acara pembukaan dihadiri oleh Ketua Dewan Pengawas ANTARA Achmad Munir, Direktur Utama LKBN ANTARA Benny Siga Butarbutar, Wakil Pemimpin Redaksi Bidang Pemberitaan, serta sejumlah pewarta senior, fotografer, dan undangan dari kalangan pers dan komunitas sepak bola. Dalam sambutannya, Achmad Munir menegaskan bahwa pameran ini merupakan wujud komitmen ANTARA untuk tidak sekadar menyajikan berita, tetapi juga mendokumentasikan sejarah bangsa melalui kacamata jurnalistik.

"Foto-foto ini adalah saksi bisu perjalanan sepak bola Indonesia. Dari lapangan kampung hingga stadion megah, dari kemenangan heroik hingga kekalahan yang menyakitkan, semuanya terekam dalam bingkai. Kami ingin masyarakat melihat bahwa di balik setiap pertandingan, ada cerita tentang persatuan, perjuangan, dan identitas nasional,"

ujarnya.

Direktur Utama LKBN ANTARA Benny Siga Butarbutar menambahkan, "Pameran 'Negeri Bola' bukan hanya agenda seremonial, melainkan bagian dari strategi ANTARA untuk memperkuat posisi sebagai kantor berita yang tidak hanya menghasilkan teks, tetapi juga kekayaan visual yang bernilai historis. Kami telah memilih 50 foto terbaik dari ribuan koleksi yang dimiliki, yang mencakup momen-momen penting dari tahun 1980-an hingga 2024."

Kurasi 50 Foto Lintas Lima Dekade

Pameran yang akan berlangsung selama dua pekan hingga 5 Februari 2025 ini menampilkan karya-karya dari para pewarta foto ANTARA lintas generasi. Kurasi dilakukan oleh tim internal yang dipimpin oleh Koordinator Foto ANTARA, dengan mempertimbangkan aspek estetika, nilai berita, serta representasi momen krusial dalam sejarah sepak bola Indonesia. Sebanyak 50 foto yang dipamerkan terbagi dalam lima segmen kronologis: Era Perserikatan (1980–1994), Transisi Liga Indonesia (1994–2008), Dominasi Klub Modern (2008–2017), Era Milenial (2017–2023), dan Sorotan Terkini (2024).

Beberapa foto ikonis yang dipajang di antaranya adalah aksi kiper legendaris Tim Nasional dalam laga kualifikasi Piala Dunia 1986, selebrasi gol emas di final Piala AFF 2010, kemarahan suporter yang terekam secara dramatis, hingga potret anak-anak bermain bola di gang sempit perkotaan. Salah satu foto yang paling menyita perhatian adalah karya jurnalistik yang menangkap momen hening setelah tragedi Kanjuruhan, yang dipajang dengan narasi reflektif tentang keselamatan dan solidaritas.

Wakil Pemimpin Redaksi Bidang Pemberitaan ANTARA, yang turut hadir, menjelaskan bahwa pemilihan foto didasarkan pada prinsip jurnalistik yang ketat. "Kami ingin menunjukkan bahwa fotografi jurnalistik tidak hanya soal keindahan visual, tetapi juga integritas fakta. Setiap foto memiliki cerita yang telah diverifikasi, konteks yang jelas, dan dampak sosial yang kuat," katanya.

Ruang Publik untuk Apresiasi dan Edukasi

Pameran "Negeri Bola" dibuka secara gratis untuk umum setiap hari pukul 10.00 hingga 17.00 WIB. Selain menampilkan foto, panitia juga menyediakan sesi diskusi publik dan lokakarya fotografi jurnalistik yang akan menghadirkan pewarta foto senior ANTARA sebagai pembicara. Diskusi pertama akan digelar pada Sabtu (25/1/2025) dengan tema "Fotografi Jurnalistik: Antara Fakta, Estetika, dan Keamanan", yang akan membahas tantangan meliput peristiwa sepak bola di tengah risiko kekerasan dan tekanan emosional.

Achmad Munir menambahkan, "Kami berharap pameran ini dapat menjadi ruang dialog bagi masyarakat, insan pers, dan pemangku kepentingan sepak bola untuk bersama-sama memikirkan masa depan olahraga ini. Foto-foto ini bukan hanya tentang bola, tetapi tentang manusia di baliknya."

Pameran serupa juga direncanakan akan berkeliling ke beberapa kota besar, seperti Bandung, Surabaya, dan Medan, setelah masa pameran di Jakarta berakhir, sebagai bagian dari upaya ANTARA mendekatkan dokumentasi sejarah kepada publik di daerah.

Pengunjung yang hadir pada hari pertama, seperti mahasiswa jurnalistik dan penggemar sepak bola, mengapresiasi pameran tersebut. "Saya tidak menyangka bisa melihat foto-foto bersejarah sepak bola Indonesia dalam satu tempat. Ini sangat menginspirasi," ujar Muhammad Rizky, salah seorang pengunjung.

ANTARA juga menerbitkan buku katalog digital yang memuat seluruh foto beserta narasi jurnalistiknya, yang dapat diunduh gratis melalui situs resmi ANTARA pada akhir pekan ini.

Relevansi Jurnalisme Visual di Era Digital

Direktur Pemberitaan ANTARA, yang diwakili oleh pejabat terkait, menekankan bahwa di tengah arus informasi digital, foto jurnalistik tetap memiliki daya ungkit yang kuat. "Sebuah foto dapat menyampaikan ribuan kata dalam sekejap. Di era media sosial yang dipenuhi konten instan, karya jurnalistik yang terverifikasi dan bermakna menjadi penyeimbang yang penting," ujarnya. Pameran ini juga mengintegrasikan teknologi digital dengan menyediakan kode QR di setiap foto yang terhubung ke artikel atau video lengkap di platform ANTARA, sehingga pengunjung dapat menggali lebih dalam kronologi dan dampak dari peristiwa yang ditampilkan.

Ketua Dewan Pengawas ANTARA Achmad Munir menutup sambutannya dengan menegaskan kembali peran strategis ANTARA sebagai lembaga penyiaran publik. "ANTARA harus terus menjadi penjaga ingatan kolektif bangsa. Melalui pameran seperti ini, kami ingin memastikan bahwa momen-momen penting tidak hilang ditelan waktu, melainkan menjadi pelajaran dan inspirasi bagi generasi mendatang," tegasnya.

Pameran "Negeri Bola" mendapat apresiasi awal dari sejumlah pengamat media dan komunitas sepak bola. Kehadiran dokumentasi visual yang autentik diharapkan mampu memperkuat literasi publik terhadap jurnalisme berkualitas, sekaligus merayakan kecintaan masyarakat Indonesia terhadap sepak bola yang telah menjadi bagian tak terpisahkan dari budaya nasional.

Baca juga:

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User