ANTARA Gelar Pameran Fotografi Jurnalistik 'Negeri Bola' di Jakarta
Lembaga Kantor Berita Nasional (LKBN) ANTARA resmi menggelar pameran fotografi jurnalistik bertajuk 'Negeri Bola' di Galeri Foto Jurnalistik ANTARA, Pasar Baru, Jakarta Pusat, pada Kamis (20/3). Pamer...
Lembaga Kantor Berita Nasional (LKBN) ANTARA resmi menggelar pameran fotografi jurnalistik bertajuk 'Negeri Bola' di Galeri Foto Jurnalistik ANTARA, Pasar Baru, Jakarta Pusat, pada Kamis (20/3). Pameran yang menampilkan 65 karya foto dari 43 pewarta foto ANTARA ini menyuguhkan potret kecintaan masyarakat Indonesia terhadap sepak bola dari berbagai sudut pandang, mulai dari lapangan profesional hingga gang-gang sempit di pelosok desa.
Direktur Utama LKBN ANTARA Benny Siga Butarbutar dalam sambutannya menegaskan bahwa pameran ini merupakan bentuk kontribusi nyata ANTARA dalam merayakan sekaligus mendokumentasikan antusiasme publik terhadap sepak bola sebagai olahraga rakyat. 'Negeri Bola' bukan sekadar judul, melainkan cermin betapa sepak bola telah menjadi bahasa pemersatu bangsa, ujarnya di hadapan para undangan yang hadir. Benny menambahkan, seluruh karya yang dipamerkan merupakan hasil liputan para pewarta foto ANTARA selama kurun waktu 2024 hingga awal 2026, yang mencakup berbagai ajang nasional maupun internasional seperti Piala AFF 2024, Liga 1 Indonesia, hingga laga Timnas Indonesia di Kualifikasi Piala Dunia 2026.
Potret dari Lapisan Masyarakat
Ketua Dewan Pengawas ANTARA Achmad Munir yang hadir membuka pameran menyatakan bahwa kekuatan utama pameran ini terletak pada keberagamannya. Foto-foto yang dipajang tidak hanya menampilkan aksi para pemain di atas lapangan hijau, tetapi juga kisah di balik layar: para pedagang kaki lima yang berjualan di sekitar stadion, suporter yang rela menempuh perjalanan ratusan kilometer, hingga anak-anak yang bermain bola dengan peralatan seadanya. 'Ini adalah dokumentasi sosial yang utuh tentang bagaimana sepak bola meresap ke dalam sendi-sendi kehidupan masyarakat Indonesia,' kata Munir.
Fotografer senior ANTARA, Ismar Patrizki, menyampaikan bahwa tantangan terbesar dalam memotret sepak bola bukanlah menangkap momen gol, melainkan menerjemahkan emosi yang mengiringinya. 'Kami ingin menunjukkan bahwa sepak bola bukan hanya tentang menang dan kalah, melainkan tentang harapan, kebersamaan, dan identitas,' terangnya saat sesi diskusi yang dihelat usai pembukaan. Karya-karya yang dipamerkan, lanjutnya, merupakan hasil seleksi ketat dari total lebih dari 2.000 foto yang masuk ke dalam kurasi tim redaksi foto ANTARA.
Jembatan antara Jurnalisme dan Seni
Pameran 'Negeri Bola' juga menjadi ruang refleksi bagi insan pers tentang peran fotografi jurnalistik di era digital. Redaktur Pelaksana Foto ANTARA, Prasetyo Utomo, menekankan bahwa kehadiran pameran fisik tetap relevan sebagai medium untuk mendekatkan karya jurnalistik kepada publik secara langsung. 'Di tengah banjir informasi visual, pameran ini mengajak penonton untuk berhenti sejenak dan merenungi nilai berita yang tertangkap dalam setiap bingkai,' katanya. Ia berharap pameran ini dapat menjadi agenda tahunan yang terus mengangkat isu-isu sosial melalui lensa kamera para jurnalis.
Dalam rapat koordinasi persiapan pameran yang berlangsung sebulan sebelumnya, Tim Kurator ANTARA menetapkan empat subtema utama: 'Lapang di Mana-mana', 'Sang Suporter', 'Mimpi di Rumput Hijau', dan 'Kisah di Luar Garis'. Subtema ini, sesuai penjelasan yang tertuang dalam katalog pameran, dimaksudkan untuk menyajikan narasi yang utuh dan tidak terputus. Wakil Direktur Pemberitaan ANTARA Bidang Foto, M. Risyal Hidayat, mengungkapkan bahwa proses kurasi memakan waktu hampir dua pekan dengan mempertimbangkan aspek ketajaman berita, komposisi estetika, dan dampak emosional yang mampu ditimbulkan oleh sebuah foto.
Apresiasi Publik dan Rencana Perluasan
Pada hari pertama pembukaan, tercatat lebih dari 300 pengunjung hadir, termasuk para pelajar dari sejumlah sekolah menengah atas di Jakarta. Salah satu pengunjung, guru sejarah SMA Negeri 70 Jakarta, Dina Pratiwi, mengatakan bahwa pameran ini memberikan perspektif baru bagi para siswa tentang bagaimana sebuah karya jurnalistik mampu menyampaikan cerita yang lebih dalam dari sekadar teks. 'Anak-anak jadi paham bahwa di balik setiap foto ada riset, keberanian, dan kepekaan sosial,' ujarnya.
ANTARA berencana memperluas jangkauan pameran ini ke kota-kota besar lain seperti Bandung, Yogyakarta, Surabaya, dan Makassar sepanjang tahun 2026. Benny Siga Butarbutar mengungkapkan bahwa evaluasi penyelenggaraan akan dilakukan setelah pameran di Jakarta berakhir pada 30 Maret mendatang. Ia juga membuka peluang kerja sama dengan pemerintah daerah, kampus-kampus jurnalistik, dan komunitas sepak bola agar pameran serupa dapat digelar dengan dukungan sumber daya yang lebih luas, sekaligus menjadi ajang edukasi publik tentang dunia kewartawanan foto.
Keputusan untuk menjadikan sepak bola sebagai tema utama, menurut Munir, diambil oleh Dewan Pengawas dan Direksi pada rapat pleno akhir 2025 lalu. Pertimbangannya, sepak bola adalah isu yang paling banyak mendapat perhatian publik sekaligus memiliki dimensi humanis yang kuat. 'Kami ingin menegaskan bahwa ANTARA bukan hanya kantor berita, tetapi juga rumah bagi karya-karya jurnalistik yang mampu menyentuh hati masyarakat,' pungkasnya. Pameran 'Negeri Bola' berlangsung gratis dan terbuka untuk umum setiap hari pukul 10.00 hingga 18.00 WIB.
Baca juga:
Comments (0)