ANTARA Gelar Pameran Fotografi Jurnalistik Bertema Negeri Bola
Jakarta — Lembaga Kantor Berita Nasional ANTARA menggelar pameran fotografi jurnalistik bertajuk "Negeri Bola" yang berlangsung di Galeri Foto ANTARA, Jakarta, pada Kamis. Pameran ini menampilkan pu...
Jakarta — Lembaga Kantor Berita Nasional ANTARA menggelar pameran fotografi jurnalistik bertajuk "Negeri Bola" yang berlangsung di Galeri Foto ANTARA, Jakarta, pada Kamis. Pameran ini menampilkan puluhan karya dokumentasi visual yang merekam dinamika persepakbolaan Indonesia dari masa ke masa, mulai dari turnamen domestik, kompetisi internasional, hingga potret suporter di berbagai penjuru Tanah Air.
Ketua Dewan Pengawas ANTARA Achmad Munir saat membuka acara menyampaikan bahwa pameran tersebut merupakan bentuk tanggung jawab moral perusahaan negara dalam melestarikan memori kolektif bangsa. "Fotografi jurnalistik bukan sekadar catatan visual, melainkan dokumen sejarah yang merekam denyut kehidupan masyarakat. Lewat lensa para pewarta foto, kita dapat menelusuri bagaimana sepak bola menjadi bagian tak terpisahkan dari identitas keindonesiaan," ujar Achmad Munir dalam sambutan pembukaan.
Rekam Jejak Persepakbolaan Nasional
Pameran "Negeri Bola" memamerkan sedikitnya 65 karya fotografi yang dipilih dari ribuan arsip visual yang dihimpun oleh tim redaksi ANTARA sepanjang bertahun-tahun. Foto-foto tersebut mencakup beragam momen, di antaranya pertandingan Tim Nasional Indonesia di level senior maupun kelompok usia, final Liga Indonesia, turnamen antarklub ASEAN, serta atmosfer stadion yang dipenuhi lautan manusia.
Direktur Utama LKBN ANTARA Benny Siga Butarbutar menjelaskan bahwa kurasi dilakukan dengan mempertimbangkan nilai historis, kekuatan narasi, serta kemampuan visual dalam menyampaikan emosi. "Setiap foto memiliki cerita. Ada yang merekam kegembiraan juara, ada pula yang mengabadikan duka kekalahan. Semuanya menjadi bagian dari perjalanan panjang sepak bola Indonesia," tutur Benny.
Salah satu karya yang menarik perhatian pengunjung adalah foto berwarna hitam-putih yang memperlihatkan suasana pertandingan persahabatan antara Indonesia dan sebuah tim mancanegara pada era 1970-an. Foto lain menampilkan momen haru ketika pemain legendaris Indonesia melambaikan tangan kepada puluhan ribu penonton di Stadion Utama Gelora Bung Karno. Deretan dokumentasi tersebut ditata secara kronologis sehingga pengunjung dapat merasakan perjalanan panjang olahraga paling populer di Indonesia.
Dukungan terhadap Ekosistem Jurnalisme
Benny Siga Butarbutar menambahkan bahwa pameran fotografi jurnalistik semacam ini juga menjadi sarana edukasi bagi generasi muda, khususnya calon pewarta foto yang ingin memahami standar profesionalisme di bidang dokumentasi berita. "Kami ingin menunjukkan bahwa di balik setiap gambar yang tersaji di media, terdapat proses panjang, ketekunan, dan keberanian pewarta di lapangan. Inilah esensi jurnalisme yang patut terus dilestarikan," katanya.
Acara tersebut juga dirangkaikan dengan diskusi ringan bersama sejumlah pewarta foto senior ANTARA yang telah puluhan tahun meliput berbagai peristiwa olahraga. Dalam sesi tersebut, mereka berbagi pengalaman tentang tantangan teknis, etika profesi, serta dinamika industri media yang terus berubah seiring perkembangan teknologi digital. Para peserta diskusi menekankan pentingnya mempertahankan integritas visual di tengah derasnya arus fotografi berbasis kecerdasan buatan yang mulai menjamur di ruang publik.
Apresiasi Dewan Pengawas
Ketua Dewan Pengawas Achmad Munir dalam kesempatan terpisah mengapresiasi langkah manajemen ANTARA yang konsisten menjaga produktivitas konten di luar fungsi pemberitaan harian. Menurutnya, pameran fotografi merupakan bagian dari strategi perusahaan untuk memperkuat posisi sebagai lembaga dokumentasi sejarah bangsa. "ANTARA tidak hanya bertugas menyampaikan kabar hari ini, tetapi juga merawat warisan visual agar dapat dipelajari oleh generasi mendatang," tegas Achmad Munir.
Ia juga berharap kegiatan serupa dapat dilakukan secara berkala dengan tema-tema yang menyentuh kehidupan masyarakat, seperti budaya, lingkungan, dan perjuangan sosial. Pameran seperti ini, lanjutnya, memiliki nilai edukatif yang tinggi sekaligus menjadi sarana promosi institusi di tingkat nasional maupun internasional.
Partisipasi Publik dan Rencana Ke Depan
Pameran "Negeri Bola" terbuka untuk umum dan dapat dikunjungi secara gratis selama dua minggu ke depan. Manajemen ANTARA juga menyiapkan katalog digital yang memuat metadata lengkap setiap karya, termasuk nama pewarta foto, lokasi, dan konteks peristiwa, sehingga pengunjung dapat menggali informasi secara lebih mendalam.
Benny Siga Butarbutar menyampaikan bahwa sebagian hasil dokumentasi pameran akan dialihformatkan menjadi konten multimediapada platform digital resmi ANTARA. Langkah ini diambil untuk menjangkau audiens yang lebih luas, khususnya generasi muda yang akrab dengan media sosial. "Arsip visual kami memiliki nilai luar biasa. Tugas kami adalah mengemasnya kembali dengan cara yang relevan agar tetap hidup di tengah masyarakat," ujar Benny.
Dengan terselenggaranya pameran ini, ANTARA menegaskan kembali perannya sebagai lembaga negara yang tidak hanya berfungsi sebagai penyampai informasi, tetapi juga sebagai penjaga ingatan kolektif bangsa. Fotografi jurnalistik yang dipamerkan menjadi bukti bahwa di balik setiap bidikan kamera, tersimpan narasi besar tentang Indonesia dan sepak bola sebagai salah satu ekspresi budaya paling autentik.
Comments (0)