ANTARA Gelar Pameran Foto Jurnalistik Bertema 'Negeri Bola'

Jakarta — Kantor Berita ANTARA menggelar pameran fotografi jurnalistik bertajuk "Negeri Bola" di Galeri Foto Jurnalistik ANTARA, Jakarta Pusat, pada Jumat (14/2). Pameran ini menampilkan 74 karya fo...

Jul 12, 2026 - 08:17
0 1
ANTARA Gelar Pameran Foto Jurnalistik Bertema 'Negeri Bola'

Jakarta — Kantor Berita ANTARA menggelar pameran fotografi jurnalistik bertajuk "Negeri Bola" di Galeri Foto Jurnalistik ANTARA, Jakarta Pusat, pada Jumat (14/2). Pameran ini menampilkan 74 karya foto pilihan yang merekam dinamika sepak bola Indonesia dari sudut pandang jurnalistik selama satu dekade terakhir.

Ketua Dewan Pengawas LKBN ANTARA, Achmad Munir, secara resmi membuka pameran tersebut. Hadir pula Direktur Utama LKBN ANTARA Benny Siga Butarbutar, Wakil Direktur Utama Bidang Bisnis dan Pengembangan Usaha yang turut mengapresiasi langkah strategis ini. Kehadiran para petinggi menunjukkan komitmen lembaga dalam merayakan kekayaan visual pers nasional.

"Pameran ini bukan sekadar pajangan foto, melainkan dokumentasi sejarah sosial bangsa melalui sepak bola. Gelora suporter, perjuangan pemain, hingga hiruk-pikuk kampung bola terekam dengan kejujuran jurnalistik," ujar Achmad Munir dalam sambutannya.

Rekam Jejak Sepak Bola dalam Bingkai Jurnalistik

Pameran "Negeri Bola" menyajikan karya-karya pewarta foto ANTARA yang tersebar di seluruh Indonesia. Setiap foto menyimpan cerita: mulai dari pertandingan di stadion megah hingga anak-anak bermain bola di lapangan tanah. Kurator pameran, Fanny Octavianus, menjelaskan bahwa pemilihan karya mengedepankan aspek keberagaman sudut pandang dan kekuatan narasi visual.

Dalam salah satu spot unggulan, pengunjung dapat menyaksikan foto seorang penjual kaos tim nasional di sekitar Stadion Utama Gelora Bung Karno yang memenuhi seluruh bingkai dengan warna merah putih. Ada pula foto yang menangkap ekspresi haru pemain sepak bola wanita Papua seusai laga final, yang menjadi simbol perjuangan dan kesetaraan.

Benny Siga Butarbutar menegaskan bahwa pameran ini merupakan wujud tanggung jawab ANTARA sebagai kantor berita nasional. "Kami ingin mengembalikan foto jurnalistik ke ruang publik. Sepak bola adalah bahasa universal yang mendekatkan kami dengan masyarakat. Melalui lensa para pewarta, kami hadirkan kisah yang kadang tak terlihat di layar televisi," ucapnya.

Sinergi Antara Jurnalisme dan Olahraga Nasional

Dipilihnya tema "Negeri Bola" tidak lepas dari fenomena sepak bola sebagai magnet sosial di Indonesia. Kepala Divisi Pemberitaan Visual ANTARA, Ahmad Subaidi, mengungkapkan bahwa timnya telah mengkurasi lebih dari 200 foto sejak November 2025. Proses seleksi melibatkan dewan juri internal dan ahli komunikasi visual untuk memastikan standar jurnalistik tetap terjaga.

Seluruh karya dicetak pada media kanvas berlapis pelindung UV dengan ukuran bervariasi, mulai dari 40x60 sentimeter hingga 120x180 sentimeter. Teknologi augmented reality juga disematkan pada 12 foto unggulan, memungkinkan pengunjung memindai kode QR untuk menyaksikan video pendek di balik momen pengambilan gambar.

Pameran dibuka untuk umum secara gratis hingga 28 Februari 2026. Pada akhir pekan, diadakan pula talkshow bersama pewarta foto senior dan diskusi bertema "Masa Depan Foto Jurnalistik di Era Digital". Ketua Panitia Pameran, Ismar Patrizki, menyebutkan bahwa lebih dari 5.000 pengunjung telah mendaftar secara daring sejak sepekan sebelum pembukaan.

Memperkuat Arsip Visual Nasional

Direktur Utama LKBN ANTARA menambahkan bahwa pameran ini adalah bagian dari program "ANTARA Untuk Bangsa" yang bertujuan mendigitalisasi dan memublikasikan arsip foto bersejarah milik lembaga. "Kami memiliki lebih dari 900.000 foto sejak 1950-an. Ini aset negara yang wajib dirawat dan diperlihatkan kepada generasi muda," kata Benny.

Acara pembukaan ditandai dengan penyerahan plakat penghargaan kepada tiga pewarta foto yang karyanya mendapat apresiasi tertinggi dari tim kurator. Ketiganya adalah Rivan Awal Lingga untuk foto "Gol Penentuan", Asprilla Dwi Adha untuk "Luka Sang Kapten", dan Fakhri Fadlurrahman untuk serial "Bola di Tapal Batas". Masing-masing menerima dana apresiasi dan pelatihan fotografi tingkat lanjut di luar negeri.

Wakil Ketua PWI Pusat, Hendry Ch Bangun, yang hadir dalam pembukaan, memberikan apresiasi. "Peristiwa seperti ini membuktikan bahwa foto jurnalistik bukan sekadar ilustrasi berita, tetapi bisa berdiri sendiri sebagai karya seni yang punya dampak mendalam," ucapnya. Ia berharap lembaga lain mengikuti jejak ANTARA.

Pameran "Negeri Bola" juga menggandeng Kementerian Pemuda dan Olahraga serta PSSI dalam penyediaan akses peliputan eksklusif selama penyelenggaraan Piala Dunia U-20 2025 dan Liga 1. Kolaborasi ini menghasilkan koleksi foto yang ditampilkan di area khusus bernama Zona Pesta Bola, lengkap dengan memorabilia dan instalasi suara suasana pertandingan.

Dengan diselenggarakannya pameran ini, ANTARA menegaskan posisinya sebagai penjaga memori visual bangsa. "Kami ingin masyarakat tidak hanya menonton sepak bola, tetapi juga merasakan dan memahami lapisan cerita di dalamnya. Ini adalah persembahan kami untuk negeri," tutup Benny Siga Butarbutar.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User