Komjen Suyudi Ario Seto Pimpin Penangkapan Buronan Narkoba Interpol

Operasi Senyap Tiga Negara Berujung Penangkapan di JakartaJakarta – Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Komjen Pol Suyudi Ario Seto pada Selasa dini hari (27/4) memimpin operasi gabungan yang meng...

Jul 12, 2026 - 08:17
0 0
Komjen Suyudi Ario Seto Pimpin Penangkapan Buronan Narkoba Interpol

Operasi Senyap Tiga Negara Berujung Penangkapan di Jakarta

Jakarta – Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Komjen Pol Suyudi Ario Seto pada Selasa dini hari (27/4) memimpin operasi gabungan yang mengamankan seorang buronan kelas kakap berinisial A.S. (47), warga negara Thailand yang masuk daftar Red Notice Interpol sejak 2022. Tersangka yang menjadi otak jaringan narkoba Asia-Pasifik itu ditangkap di sebuah apartemen di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, setelah melalui pengintaian intensif selama empat bulan oleh tim BNN yang bekerja sama dengan Kepolisian Kerajaan Thailand dan Australian Federal Police.

Operasi yang diberi sandi “Crystal Shield” ini melibatkan 37 personel gabungan. Dari lokasi penangkapan, petugas menyita barang bukti berupa 4,2 kilogram metamfetamin kristal, 1.500 butir ekstasi, uang tunai Rp2,7 miliar, serta tiga buku catatan transaksi yang mencatat aliran dana hingga Rp140 miliar dalam setahun terakhir. A.S. diketahui telah lolos dari kejaran aparat di tiga negara sejak 2020, menggunakan enam identitas palsu berbeda dan berpindah lokasi setiap tiga bulan.

“Ini bukan sekadar penangkapan buronan, melainkan pemutusan rantai suplai narkoba yang selama ini mengalir dari Segitiga Emas ke Indonesia. Kita berhasil memotong kepalanya,” tegas Komjen Suyudi Ario Seto dalam konferensi pers di Gedung BNN, Kamis (29/4).

Kronologi: Dari Tip Off Hingga Penangkapan Lima Detik

Berdasarkan keterangan tertulis Biro Humas BNN, titik terang kasus ini bermula dari informasi intelijen yang diterima pada 10 Desember 2024 mengenai pergerakan mencurigakan seorang figur bernama samaran “Tuan Api” di perbatasan Malaysia-Thailand. Data imigrasi dan komunikasi lintas batas kemudian mengonfirmasi bahwa figur tersebut identik dengan A.S., buronan Interpol yang namanya tercantum dalam Red Notice No. A-7892/7-2022 atas kejahatan luar biasa peredaran narkotika.

Tim BNN memetakan jejak tersangka yang masuk ke Indonesia melalui Pelabuhan Tanjung Balai Asahan, Sumatera Utara, pada 12 Februari 2025, menggunakan paspor Kamboja dengan nama “Channarong S.”. Ia kemudian berpindah ke Medan, Surabaya, dan akhirnya menetap di Jakarta sejak 28 Maret 2025. “Kami melakukan pengawasan 24 jam, memantau setiap kontaknya, hingga akhirnya memastikan jadwal dan pola hidupnya. Pada pukul 03.15 WIB, tim masuk dan tersangka tak sempat melawan,” ujar Kombes Pol Andi Asmawijaya, Kasubdit Operasi BNN yang turut serta di lapangan.

“Tersangka tinggal di lantai 20 dengan akses kunci magnetik yang hanya bisa dibuka penghuni. Kami memanfaatkan waktu saat ia memesan makanan daring dan pintu terbuka 10 detik. Begitu masuk, hanya butuh lima detik untuk mengamankan,” kata Kombes Andi.

Selanjutnya, BNN langsung menjalin komunikasi dengan Kedutaan Besar Thailand dan Sekretariat Interpol di Lyon untuk memproses ekstradisi. Pihak Kemenkumham RI memastikan seluruh prosedur berjalan sesuai perjanjian bantuan hukum timbal balik RI-Thailand yang telah diratifikasi sejak 2018.

Profil Singkat Komjen Suyudi Ario Seto: Polisi ‘Tanpa Narkoba’

Komjen Pol Suyudi Ario Seto lahir di Semarang, Jawa Tengah, pada 3 Maret 1968. Lulusan Akademi Kepolisian 1990 ini memulai karier sebagai perwira samapta di Polres Semarang. Deretan jabatan strategis yang pernah diembannya mencerminkan spesialisasinya di ranah hubungan internasional dan narkoba: Wakapolda Metro Jaya (2018–2020), Kepala Divisi Hubungan Internasional (Kadivhubinter) Polri (2020–2023), hingga diangkat menjadi Kepala BNN pada 15 November 2023 menggantikan Komjen Petrus Reinhard Golose.

Saat memimpin Divhubinter, Suyudi sukses menginisiasi 15 perjanjian kerja sama bilateral di bidang penanganan kejahatan lintas negara, termasuk pemberantasan human trafficking dan perdagangan gelap narkotika. Ia juga menjadi motor penyelenggaraan ASEAN Senior Officials Meeting on Drugs (ASOD) tahun 2022 yang menghasilkan kerangka “Drug-Free ASEAN 2030”.

Pendidikan tingginya meliputi S1 Ilmu Hukum Universitas Trisakti, S2 Manajemen Strategis Bidang Keamanan di Universitas Indonesia, dan Master of Transnational Crime Prevention di Charles Sturt University, Australia. Ia juga pernah mengikuti pelatihan khusus anti-narkoba di Drug Enforcement Administration (DEA) Amerika Serikat pada 2015.

“Saya melihat narkoba sebagai musuh paling serius bangsa. Maka, pendekatan kita harus transnasional, tidak bisa hanya di dalam negeri,” ujarnya suatu kali di hadapan peserta pendidikan Sespimti Polri.

Rekam Jejak dan Penghargaan

Sepanjang karier lebih dari tiga dekade, Komjen Suyudi Ario Seto telah menerima sejumlah tanda kehormatan, antara lain Bintang Bhayangkara Pratama, Satyalancana Dharma Nusa, dan UNODC Award untuk Kontribusi Luar Biasa dalam Pengendalian Narkoba (2022). Penghargaan dari PBB tersebut diberikan setelah ia berhasil mengungkap jaringan pengiriman 500 kilogram sabu yang disembunyikan dalam kontainer teh dari Myanmar menuju Eropa melalui Pelabuhan Tanjung Priok pada tahun 2021.

Di bawah kepemimpinannya, BNN mencatat peningkatan 28% pengungkapan kasus narkotika sepanjang 2024 dibandingkan tahun sebelumnya, termasuk pembongkaran sembilan pabrik gelap narkoba domestik dan penahanan 13 warga negara asing yang terlibat jaringan internasional. Angka itu menandai era baru pendekatan penegakan hukum yang mengedepankan kerja sama multilateral yang menjadi pijakan Suyudi: “Narkoba tidak mengenal batas negara, maka respons kita pun tidak boleh berhenti di perbatasan.”

Tersangka A.S. kini ditahan di Rumah Tahanan BNN Cawang sambil menunggu proses ekstradisi yang dijadwalkan selesai dalam 45 hari. Ancaman hukuman untuk perbuatannya mencapai pidana mati sesuai Pasal 144 Jo. Pasal 113 Ayat (2) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. “Kita ingin pengedar dan bandar paham bahwa tidak ada tempat aman bagi mereka. Di mana pun bersembunyi, akan kami tangkap dan adili,” tutup Suyudi.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User