Irjen Pol. Djoko Poerwanto: Profil dan Kinerja Kapolda Kalimantan Tengah

Irjen Pol. Djoko Poerwanto: Profil dan Kinerja Kapolda Kalimantan Tengah

Jul 12, 2026 - 10:47
Updated: 1 hour ago
0 0
Irjen Pol. Djoko Poerwanto: Profil dan Kinerja Kapolda Kalimantan Tengah

Profil Singkat

Inspektur Jenderal Polisi Djoko Poerwanto merupakan salah satu perwira tinggi Polri yang saat ini menjabat sebagai Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Tengah. Pria kelahiran Jakarta, 12 Juni 1969 ini dikenal sebagai sosok pemimpin yang tenang, komunikatif, dan memiliki rekam jejak panjang di bidang reserse serta hubungan masyarakat. Djoko Poerwanto merupakan lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) tahun 1991, yang kemudian meniti karier dari bawah hingga mencapai pangkat jenderal bintang dua.

Sebelum dipercaya memimpin Polda Kalimantan Tengah, ia mengemban amanah sebagai Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Polri. Posisi strategis ini membentuk citranya sebagai perwira yang piawai dalam mengelola komunikasi publik, terutama di era digital yang penuh tantangan. Pendidikan formal lainnya mencakup Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK), Sekolah Staf dan Pimpinan (Sespim) Polri, serta berbagai pelatihan spesialisasi, termasuk di bidang investigasi kejahatan transnasional.

Di lingkungan internal Polri, Djoko Poerwanto dihormati karena integritas dan pendekatan kepemimpinannya yang humanis. Ia menekankan pentingnya pelayanan prima kepada masyarakat serta membangun sinergi antara kepolisian dan seluruh elemen publik. Hal ini menjadi modal penting saat ia ditugaskan di Kalimantan Tengah, wilayah yang memiliki karakteristik geografis dan sosial budaya yang khas.

Karier dan Riwayat Jabatan

Karier Irjen Pol. Djoko Poerwanto diwarnai oleh berbagai penugasan penting di tingkat pusat dan daerah. Setelah lulus dari Akpol, ia memulai pengabdian di satuan reserse. Beberapa jabatan yang pernah diembannya antara lain Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasat Reskrim) di beberapa polres, Kepala Subdit pada Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya, hingga Wakil Direktur Reserse Kriminal Umum (Wadirkrimum) Polda Metro Jaya.

Pada tahun 2012, Djoko Poerwanto menjabat sebagai Kapolres Metro Jakarta Pusat. Di masa inilah ia menghadapi dinamika keamanan ibu kota yang kompleks, termasuk pengamanan demonstrasi besar dan penanggulangan kejahatan jalanan. Keberhasilannya membawa pesan stabilitas di wilayah hukum yang sangat vital kemudian mengantarkannya ke Mabes Polri. Ia dipercaya sebagai Analis Kebijakan Madya Bidang Penmas Divhumas Polri sebelum akhirnya diangkat menjadi Karo Penmas pada tahun 2019.

Jabatan sebagai Karo Penmas menjadi puncak kariernya di bidang kehumasan. Di era ini, Djoko Poerwanto kerap tampil sebagai juru bicara Polri yang lugas dan terukur dalam menyampaikan informasi kepada media dan publik. Ia aktif mendorong transparansi institusi serta membangun kanal-kanal komunikasi digital yang responsif. Gaya komunikasinya yang inklusif membuat isu-isu kepolisian dapat tersampaikan dengan lebih jernih di tengah derasnya arus informasi.

Pada tahun 2024, Djoko Poerwanto mendapat promosi menjadi Kapolda Kalimantan Tengah menggantikan Irjen Pol. Nanang Avianto. Serah terima jabatan ini menandai fase baru dalam kariernya, dari ranah kehumasan menuju kepemimpinan kewilayahan yang lebih luas. Pengalamannya dalam mengelola komunikasi krisis diyakini akan menjadi nilai tambah dalam menghadapi persoalan-persoalan strategis di provinsi yang terkenal dengan luasnya hutan tropis dan tantangan kebencanaan ini.

Kinerja dan Program Unggulan

Sejak memimpin Polda Kalimantan Tengah, Irjen Pol. Djoko Poerwanto langsung mengidentifikasi beberapa prioritas yang mencerminkan kebutuhan masyarakat setempat. Salah satu program unggulan yang ditekankan adalah pengendalian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang setiap tahun mengancam kesehatan dan perekonomian warga. Berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), TNI, dan pemerintah provinsi, ia menginisiasi patroli terpadu dan penegakan hukum terhadap pelaku pembakaran hutan secara tegas. Data sepanjang 2024–2025 menunjukkan penurunan jumlah titik panas berkat pendekatan preventif dan represif yang simultan.

Di bidang penegakan hukum, Kapolda memberi perhatian khusus pada pemberantasan peredaran narkoba. Kalimantan Tengah, dengan ribuan kilometer jalur sungai, rentan dijadikan pintu masuk narkotika. Irjen Djoko memperkuat sinergi dengan Dire

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User