Presiden Prabowo Resmikan 10 Pahlawan Nasional Baru 2025

Jakarta, Apaberita – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menetapkan sepuluh tokoh sebagai Pahlawan Nasional dalam sebuah upacara kenegaraan di Istana Merdeka, Minggu (10/11). Pengukuhan ini...

Jul 12, 2026 - 11:35
0 0
Presiden Prabowo Resmikan 10 Pahlawan Nasional Baru 2025

Jakarta, Apaberita – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menetapkan sepuluh tokoh sebagai Pahlawan Nasional dalam sebuah upacara kenegaraan di Istana Merdeka, Minggu (10/11). Pengukuhan ini dituangkan dalam Keputusan Presiden Nomor 23/KEP/2025 tentang Penganugerahan Gelar Pahlawan Nasional dan disampaikan langsung oleh Presiden di hadapan para keluarga penerima, pimpinan lembaga negara, serta tamu undangan.

“Negara memberikan penghormatan tertinggi kepada para putra-putri terbaik bangsa yang telah mengabdikan hidupnya untuk Indonesia. Mereka bukan hanya milik keluarga, tetapi milik seluruh rakyat,” ujar Presiden Prabowo dalam pidato pengukuhan. Penetapan ini sekaligus menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Pahlawan 10 November yang tahun ini mengambil tema “Teladan Pahlawan, Inspirasi Generasi”.

Proses Seleksi dan Dasar Hukum

Berdasarkan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2009 tentang Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan, proses penetapan diawali dengan usulan masyarakat yang disampaikan kepada pemerintah daerah. Tim Peneliti dan Pengkaji Gelar Daerah (TP2GD) di masing-masing provinsi kemudian melakukan verifikasi administrasi dan substansi sebelum mengajukan calon ke Kementerian Sosial. Selanjutnya, Dewan Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan (DGTJK) yang diketuai oleh Menteri Sosial melakukan rapat pleno bersama para sejarawan, budayawan, dan perwakilan kementerian terkait.

“Setiap nama kami kaji secara mendalam. Riwayat perjuangan, integritas, dan dampak nasional menjadi tolok ukur utama. Tidak ada ruang untuk kepentingan politik,” kata Menteri Sosial Tri Rismaharini yang memimpin sidang DGTJK pada 5 Oktober 2025. Hasil rekomendasi disampaikan kepada Presiden untuk ditetapkan melalui Keppres. Sepuluh nama yang disetujui tahun ini telah melalui verifikasi ketat sejak awal 2024.

Latar Belakang dan Representasi

Para penerima gelar tahun ini berasal dari berbagai daerah dan bidang perjuangan. Dua di antaranya merupakan tokoh dari Indonesia Timur: seorang pejuang hak ulayat di Papua yang memobilisasi perlawanan damai terhadap kolonialisme pada 1920-an, serta seorang raja dari Sulawesi Selatan yang mendeklarasikan dukungan penuh terhadap Republik Indonesia pada masa revolusi fisik. Sementara itu, tiga tokoh perempuan turut diakui, termasuk seorang pendidik asal Sumatra Barat yang mendirikan sekolah perempuan pertama di wilayahnya pada 1912 dan seorang aktivis buruh asal Jawa Tengah yang memimpin mogok massal pabrik gula pada 1930-an.

“Komposisi ini mencerminkan wajah Indonesia yang sesungguhnya. Perjuangan mereka tidak hanya melawan penjajahan, tetapi juga melawan ketidakadilan sosial dan buta huruf,” ujar sejarawan Universitas Indonesia, Prof. Dr. Susanto Zuhdi, saat diwawancarai Apaberita di sela upacara. Dua pahlawan lain berasal dari Kalimantan dan Maluku, sementara satu tokoh dari Jakarta diakui atas jasanya merintis diplomasi maritim Nusantara.

Makna di Era Kontemporer

Presiden Prabowo menekankan bahwa gelar Pahlawan Nasional bukan sekadar seremoni historis. “Kita tidak boleh terjebak dalam romantisme masa lalu. Nilai kepahlawanan harus ditransformasikan menjadi etos kerja, integritas, dan keberanian membela kebenaran di zaman sekarang,” tegasnya. Dalam konteks itu, pemerintah juga mengumumkan peluncuran platform digital “Jejak Pahlawan” yang memuat biografi interaktif, dokumen arsip, dan konten edukasi bagi pelajar.

Setelah penetapan, masing-masing keluarga penerima akan menerima tunjangan kehormatan sesuai ketentuan perundang-undangan. Kementerian Sosial mencatat hingga 2025 terdapat 210 Pahlawan Nasional yang telah ditetapkan sejak era Presiden Sukarno. Sepuluh nama baru ini menambah panjang daftar tersebut dan, seperti disampaikan Menteri Rismaharini, “akan segera kami usulkan agar nama-nama mereka diabadikan sebagai nama jalan, gedung, atau fasilitas publik di daerah asalnya.”

Upacara ditutup dengan tabur bunga di Taman Makam Pahlawan Kalibata yang dipimpin oleh Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Sementara itu, keluarga inti para pahlawan menyampaikan terima kasih melalui perwakilannya, Maria Matulessy, cicit salah satu pahlawan baru asal Maluku: “Keluarga kami hanya bisa berdoa agar pengakuan ini memperkuat semangat persatuan bangsa.”

Baca juga:

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User