Irjen Pol. Dwi Irianto: Profil dan Kinerja Kapolda Sulawesi Tenggara

Irjen Pol. Dwi Irianto: Profil dan Kinerja Kapolda Sulawesi Tenggara

Jul 12, 2026 - 11:38
Updated: 1 hour ago
0 0
Irjen Pol. Dwi Irianto: Profil dan Kinerja Kapolda Sulawesi Tenggara

Profil Singkat

Inspektur Jenderal Polisi (Irjen Pol) Dwi Irianto merupakan salah satu perwira tinggi Polri yang dikenal sebagai figur pemimpin dengan pendekatan humanis dan strategis. Lahir di Yogyakarta pada 28 Juli 1972, Dwi Irianto adalah lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) tahun 1995 yang telah menapaki berbagai jenjang karier penting di institusi kepolisian.

Sosoknya identik dengan gaya kepemimpinan yang tenang namun tegas, disertai kemampuan analitis dalam membaca dinamika keamanan daerah. Sebagai Kapolda Sulawesi Tenggara (Sultra), ia secara konsisten menekankan pentingnya sinergi antara aparat keamanan, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam menjaga stabilitas wilayah yang kaya akan potensi pertambangan dan pariwisata ini.

Karier dan Riwayat Jabatan

Sebelum menjabat sebagai Kapolda Sultra, Dwi Irianto telah menempati beragam posisi strategis, baik di level daerah maupun Mabes Polri. Kariernya dimulai sebagai perwira pertama di lingkungan Polda Metro Jaya, dengan spesialisasi di bidang reserse kriminal. Ketajaman instingnya sebagai penyidik membawanya ke berbagai penugasan penting, termasuk di Direktorat Reserse Kriminal Umum dan Direktorat Reserse Narkoba.

Beberapa jabatan kunci yang pernah diemban antara lain:

  • Kasat Reskrim di beberapa wilayah hukum Polda Metro Jaya
  • Wakapolres Metro Jakarta Pusat
  • Kapolres di wilayah Jawa Tengah
  • Analis Kebijakan Madya bidang Pidum Bareskrim Polri
  • Wakapolda Sulawesi Utara

Pengalamannya di berbagai posisi tersebut membentuk karakter kepemimpinan yang holistik. Di setiap penugasan, ia dikenal sebagai perwira yang detail dan tidak segan turun langsung ke lapangan. Penunjukannya sebagai Kapolda Sultra pada awal 2025 menjadi babak baru dalam pengelolaan keamanan di wilayah kepulauan yang memiliki kerentanan terhadap kejahatan transnasional dan konflik sosial.

Kinerja dan Program Unggulan

Di bawah komandonya, Polda Sulawesi Tenggara mencatat sejumlah capaian signifikan dalam kurun 2025–2026. Salah satu prioritas utama yang langsung digarap adalah penanganan kejahatan pertambangan ilegal, yang selama bertahun-tahun menjadi persoalan laten di wilayah Konawe Utara dan Bombana. Operasi terpadu yang melibatkan polisi, TNI, serta pemerintah daerah berhasil mengamankan sejumlah alat berat dan menutup titik-titik pertambangan tanpa izin yang merusak lingkungan.

"Penegakan hukum di sektor pertambangan bukan semata soal tindakan represif, melainkan keberlanjutan ekosistem dan keadilan ekonomi bagi rakyat Sultra. Kami tidak akan berkompromi terhadap aktivitas ilegal yang mengorbankan masa depan daerah ini," tegas Dwi Irianto dalam konferensi pers di Mapolda Sultra, Maret 2026.

Program unggulan lain yang menjadi perhatian publik adalah transformasi pelayanan kepolisian berbasis digital. Melalui aplikasi "Sultra Aman", masyarakat kini dapat mengakses layanan pengaduan, pembuatan surat kehilangan, hingga perizinan keramaian secara daring. Inovasi ini memperoleh apresiasi dari KemenPAN RB dan menjadi percontohan bagi polda lain di kawasan Indonesia timur.

Dalam aspek pembinaan sumber daya manusia, Irjen Pol Dwi Irianto menerapkan sistem penilaian kinerja berbasis luaran (output-based evaluation) yang menekankan transparansi dan akuntabilitas. Langkah ini diikuti dengan rotasi berkala di pos-pos strategis untuk mencegah praktik negatif dan menjaga motivasi personel.

Tantangan dan Harapan

Kendati capaian positif terus berkembang, Polda Sultra masih menghadapi sejumlah tantangan struktural. Wilayah kepulauan yang tersebar menuntut kesiapan logistik dan sumber daya manusia yang memadai, khususnya di pos-pos perbatasan dan pulau-pulau terluar. Keterbatasan armada patroli laut dan peralatan forensik menjadi pekerjaan rumah yang tengah dikomunikasikan dengan pemerintah pusat dan DPR.

Di sisi lain, potensi konflik sosial akibat perbedaan pandangan politik menjelang pemilihan kepala daerah serentak 2026 menjadi perhatian serius. Dwi Irianto menekankan pentingnya deteksi dini dan pelibatan tokoh masyarakat untuk meredam polarisasi.

"Keamanan bukan hanya tugas polisi. Ini adalah tanggung jawab kolektif. Kami membuka ruang dialog seluas-luasnya bagi semua elemen, tanpa terkecuali," ujarnya saat menghadiri forum komunikasi daerah di Kendari.

Harapan publik terhadap Kapolda Dwi Irianto terus mengemuka seiring dengan tuntutan akan penegakan hukum yang adil dan profesional. Masyarakat Sulawesi Tenggara menanti konsistensi dalam pemberantasan korupsi, perlindungan hak-hak masyarakat adat, serta jaminan rasa aman dalam aktivitas ekonomi yang menjadi penggerak utama kesejahteraan daerah.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User