Sinner Hentikan Langkah Djokovic, Lolos ke Final Wimbledon 2026

London — Petenis nomor satu dunia Jannik Sinner menorehkan kemenangan monumental dengan menyingkirkan peraih tujuh gelar Wimbledon, Novak Djokovic, dalam pertandingan semifinal yang berlangsung di C...

Jul 12, 2026 - 11:38
0 0
Sinner Hentikan Langkah Djokovic, Lolos ke Final Wimbledon 2026

London — Petenis nomor satu dunia Jannik Sinner menorehkan kemenangan monumental dengan menyingkirkan peraih tujuh gelar Wimbledon, Novak Djokovic, dalam pertandingan semifinal yang berlangsung di Centre Court, All England Club, Sabtu (11/7). Sinner, yang tampil agresif sejak awal laga, menyudahi perlawanan Djokovic dalam empat set dengan skor 6-4, 6-7(5), 6-3, 6-2. Hasil ini memastikan langkah petenis asal Italia itu ke partai puncak turnamen Grand Slam lapangan rumput paling prestisius di dunia.

Pertandingan yang berjalan selama tiga jam dua belas menit itu memperlihatkan dominasi permainan menyerang dari Sinner. Ia melesakkan total 46 winner, berbanding 22 milik Djokovic, serta mencatatkan 14 ace. “Saya tahu menghadapi Novak di fase krusial seperti ini membutuhkan sesuatu yang istimewa. Saya berusaha menekan sejak poin pertama,” ujar Sinner dalam konferensi pers usai pertandingan.

Pertarungan Sengit di Lapangan Central

Set pembuka langsung menyajikan tensi tinggi. Sinner memanfaatkan momentum break point di game ketujuh setelah Djokovic melakukan dua kesalahan backhand beruntun. Petenis 24 tahun itu kemudian menutup set pertama dengan servis dingin di game kesepuluh, ditandai ace keempatnya. Djokovic, yang tampil di depan dukungan penonton yang memadati Centre Court, tidak tinggal diam. Pada set kedua, juara 24 Grand Slam itu memperlihatkan kelasnya dengan merebut tiebreak 7-5 setelah menyelamatkan satu match point pada game ke-12.

Namun, memasuki set ketiga, Sinner kembali menaikkan intensitas. Ia mematahkan servis Djokovic pada game keempat dan kedelapan, memanfaatkan kelelahan lawan yang terpaksa bermain di rally panjang. Kunci kemenangan Sinner terletak pada efektivitas pengembalian servis: ia mencatatkan 62 persen poin dari servis kedua Djokovic, angka yang jauh di atas rata-rata lawan-lawan sebelumnya di turnamen ini.

Djokovic Akui Keunggulan Sinner

Di ruang jumpa pers, Djokovic memberikan penghormatan kepada sang lawan. “Jannik bermain dengan level yang sangat tinggi hari ini. Dia lebih tajam di momen-momen penting. Saya tidak bisa berbuat banyak melawan seseorang yang tampil sebaik itu,” kata petenis berusia 39 tahun itu. Djokovic, yang musim ini masih membidik gelar Grand Slam ke-25, mengakui bahwa waktu pemulihan yang minim setelah perempat final ketat melawan Carlos Alcaraz turut mempengaruhi performanya. “Tapi itu bukan alasan. Hari ini dia memang lebih baik,” tambahnya.

Kekalahan ini menjadi yang pertama bagi Djokovic di semifinal Wimbledon sejak 2019, sekaligus mengakhiri harapannya untuk meraih gelar kedelapan di rerumputan Wimbledon. Sebelumnya, Djokovic belum pernah takluk dari Sinner di permukaan rumput dalam dua pertemuan mereka.

Strategi Agresif Tim Ferrero

Kemenangan Sinner tidak lepas dari racikan strategi Juan Carlos Ferrero, pelatih yang juga mantan petenis nomor satu dunia. Ferrero mengungkapkan bahwa fokus utama tim adalah mempercepat ritme permainan dan mengurangi waktu reaksi Djokovic. “Kami tahu Novak adalah master dalam mengontrol rally panjang. Jadi, kuncinya adalah mengambil bola lebih awal dan mengarahkannya ke sudut-sudut lapangan,” ujar Ferrero di area latihan. Data dari Wimbledon Official Data System mencatat, dari 124 rally lima pukulan atau lebih, Sinner memenangkan 71 di antaranya, membuktikan bahwa strategi itu berjalan sempurna.

Selain itu, Sinner memperlihatkan peningkatan signifikan dalam variasi pukulan drop shot. Sebanyak 11 dari 14 drop shot yang ia lancarkan berhasil menjadi poin, memaksa Djokovic berlari ke depan net dan membuka ruang di baseline. Statistik ini menunjukkan evolusi permainan Sinner di lapangan rumput yang sebelumnya dianggap sebagai permukaan terlemahnya.

Final Ideal: Sinner Calonkan Penerus Takhta

Dengan kemenangan ini, Sinner menahbiskan diri sebagai unggulan teratas sejak babak pertama hingga final. Ia akan menghadapi pemenang laga antara Alexander Zverev dan Holger Rune yang dijadwalkan bertanding sore ini. Sinner menegaskan, “Saya tidak peduli siapa lawan di final. Saya hanya perlu memulihkan energi dan kembali menampilkan permainan terbaik.”

Jika berhasil meraih gelar juara, Sinner akan menyamai catatan peraih tiga Grand Slam asal Italia, Nicola Pietrangeli, yang meraih juara Prancis Terbuka pada 1959 dan 1960. Di sisi lain, kemenangan ini juga memanaskan persaingan di puncak peringkat ATP, karena Zverev masih mengekor di posisi kedua dengan selisih poin yang tipis.

Pertandingan final akan digelar Minggu (12/7) pukul 14.00 waktu setempat. Seluruh tiket untuk laga puncak itu telah terjual habis dalam dua menit setelah pengumuman jadwal, menandakan tingginya antusiasme publik terhadap potensi duel generasi baru versus generasi yang sedang naik daun.

Baca juga:

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User