Amazing Muharram ke-15 Gelar Aksi Wakaf 99 Masjid Asmaul Husna

Jakarta – Perhelatan Amazing Muharram ke-15 yang diselenggarakan di Jakarta Convention Center pada Sabtu (10/8) malam menjadi momentum penting bagi gerakan wakaf nasional. Acara yang dihadiri lebih ...

Jul 12, 2026 - 20:30
0 0

Jakarta – Perhelatan Amazing Muharram ke-15 yang diselenggarakan di Jakarta Convention Center pada Sabtu (10/8) malam menjadi momentum penting bagi gerakan wakaf nasional. Acara yang dihadiri lebih dari 3.000 jemaah dari berbagai daerah ini menandai puncak rangkaian program tahun baru Islam dengan fokus utama pada penggalangan dana untuk program Gerakan 99 Masjid Asmaul Husna.

Ketua Panitia Pelaksana, Muhammad Alawi, menyatakan bahwa semangat Muharram sebagai bulan penuh berkah dijadikan landasan untuk mengajak umat Islam berpartisipasi dalam pembangunan rumah ibadah di wilayah yang membutuhkan. “Kami memanfaatkan suasana kebersamaan dan kepedulian sosial yang tinggi di bulan Muharram ini untuk merealisasikan target wakaf 99 masjid yang tersebar di seluruh provinsi di Indonesia,” ujarnya di sela acara.

Puncak Acara dan Penggalangan Dana

Kegiatan inti yang berlangsung sejak pukul 19.00 WIB ini dikemas dalam format tausiah kebangsaan, lantunan Asmaul Husna, serta lelang amal. Puncak acara ditandai dengan seremoni penyerahan simbolis dana wakaf dari para donatur utama. Alawi menjelaskan bahwa mekanisme donasi dilakukan secara transparan melalui rekening wakaf yang telah diaudit oleh lembaga independen.

Berdasarkan data panitia, dari target awal sebesar Rp50 miliar untuk menyelesaikan 99 unit masjid, hingga penghujung malam telah terkumpul dana lebih dari Rp12,7 miliar. Angka ini berasal dari sumbangan individu, komunitas, dan sejumlah korporasi yang hadir dalam acara tersebut. “Ini baru langkah awal. Kami akan terus membuka kanal donasi hingga akhir tahun 2025,” kata Alawi.

Selain penggalangan dana, acara juga diisi dengan penandatanganan nota kesepahaman dengan sepuluh pemerintah daerah yang akan menjadi lokasi prioritas pembangunan masjid tahap pertama. Bupati Kabupaten Bima, Indah Damayanti Putri, yang turut hadir, menegaskan komitmennya untuk menyediakan lahan wakaf bagi program ini. “Kami sangat bersyukur kabupaten kami menjadi salah satu titik pembangunan. Ini akan mendorong pemerataan akses ibadah bagi masyarakat,” ucapnya.

Target Pembangunan 99 Masjid Asmaul Husna

Gerakan 99 Masjid Asmaul Husna dirancang untuk membangun rumah ibadah di daerah-daerah dengan infrastruktur keagamaan yang masih terbatas. Program ini memetakan 99 titik lokasi yang tersebar di 34 provinsi, dengan penekanan pada kawasan perbatasan, pesisir, dan daerah tertinggal. Setiap masjid akan dinamai berdasarkan salah satu nama indah Allah (Asmaul Husna), sekaligus menjadi pusat kegiatan sosial dan pendidikan keagamaan.

Direktur Eksekutif Yayasan Wakaf Nusantara, Ahmad Syarif Hidayat, yang menjadi pengelola program, menjelaskan bahwa desain masjid dirancang dengan konsep ramah lingkungan dan tahan bencana. “Setiap unit masjid akan dilengkapi dengan sarana air bersih, perpustakaan kecil, serta ruang serbaguna yang dapat difungsikan untuk kegiatan pemberdayaan ekonomi umat. Anggaran per unit masjid kami tetapkan sekitar Rp500 juta, disesuaikan dengan kondisi geografis setempat,” paparnya.

Hingga saat ini, Yayasan Wakaf Nusantara telah merampungkan sembilan masjid di provinsi Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Maluku, dan Papua. “Kami menargetkan 30 masjid berdiri pada akhir 2025, dan seluruh 99 masjid diharapkan selesai pada 2027,” tambah Ahmad Syarif.

Dukungan dari Berbagai Pihak

Amazing Muharram ke-15 mendapat dukungan dari sejumlah tokoh nasional dan lembaga keagamaan. Menteri Agama yang diwakilkan oleh Staf Khusus Bidang Kerukunan Umat Beragama, Lukman Hakim, membacakan sambutan yang menekankan pentingnya gerakan wakaf produktif. “Pemerintah menyambut baik inisiatif masyarakat yang sejalan dengan program prioritas nasional dalam hal pembangunan karakter dan infrastruktur keagamaan. Gerakan 99 Masjid ini menjadi contoh nyata kolaborasi antara filantropi Islam dan kebutuhan riil masyarakat,” demikian kutipan sambutan tersebut.

Majelis Ulama Indonesia (MUI) juga memberikan apresiasi. Ketua Bidang Dakwah dan Ukhuwah MUI, KH. Abdullah Jaidi, mengimbau agar pengelolaan wakaf dilakukan dengan prinsip syariah yang ketat dan akuntabel. “Wakaf adalah amal jariyah yang harus dijaga keberlangsungannya. Gerakan ini harus menjadi model tata kelola wakaf modern yang dapat direplikasi di berbagai daerah,” tegasnya.

Tidak hanya dari kalangan pemerintahan dan ormas Islam, dukungan juga mengalir dari pelaku usaha. Sejumlah perusahaan seperti Bank Syariah Indonesia dan PT Telkom Indonesia menyatakan komitmennya untuk menjadi mitra strategis dalam pembangunan masjid. Manager CSR Bank Syariah Indonesia, Ratna Dewi, mengatakan bahwa pihaknya akan mengalokasikan dana kemitraan sebesar Rp5 miliar untuk program ini selama dua tahun ke depan. “Kami melihat program ini selaras dengan semangat inklusivitas dan pemberdayaan ekonomi syariah,” katanya.

Perhelatan ini juga diramaikan dengan bazar produk halal dan layanan konsultasi wakaf yang dikelola oleh Badan Wakaf Indonesia (BWI). Untuk memastikan partisipasi publik lebih luas, panitia menyediakan platform digital untuk donasi yang dapat diakses melalui aplikasi seluler, sehingga umat di seluruh Indonesia dapat berkontribusi meski tidak hadir secara langsung. Ketua BWI, Mohammad Nuh, dalam kesempatan terpisah menyatakan bahwa digitalisasi wakaf adalah kunci untuk memperluas basis donatur. “Dengan teknologi, kita bisa mencatat setiap rupiah dengan transparan dan memudahkan siapa saja berwakaf kapan pun,” ujarnya.

Baca juga:

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User