Pemprov Jateng Resmikan Pameran Produk Koperasi di Stadion Manahan

SURAKARTA — Pemerintah Provinsi Jawa Tengah secara resmi membuka pameran produk koperasi berskala provinsi yang berlangsung di kawasan Stadion Manahan, Surakarta, pada Kamis (5/6/2025). Gelaran yang...

Jul 12, 2026 - 20:29
0 0

SURAKARTA — Pemerintah Provinsi Jawa Tengah secara resmi membuka pameran produk koperasi berskala provinsi yang berlangsung di kawasan Stadion Manahan, Surakarta, pada Kamis (5/6/2025). Gelaran yang diinisiasi Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jateng ini dirancang sebagai wahana strategis untuk mendorong promosi produk unggulan sekaligus memperkuat jejaring usaha antarkoperasi di wilayah Jawa Tengah.

Gubernur Jawa Tengah, dalam sambutan tertulis yang dibacakan Kepala Dinas Koperasi dan UKM, menegaskan bahwa pameran ini merupakan bagian dari agenda besar penguatan ekonomi kerakyatan. "Pameran ini bukan sekadar etalase produk, melainkan laboratorium kolaborasi antarkoperasi yang akan mendorong efisiensi rantai pasok dan perluasan akses pasar," demikian bunyi sambutan yang dibacakan di hadapan ratusan peserta dan tamu undangan.

Target dan Skala Pameran

Berdasarkan data panitia penyelenggara, pameran yang digelar selama empat hari—6 hingga 9 Juni 2025—ini diikuti oleh 187 koperasi dari 35 kabupaten/kota se-Jawa Tengah. Sebanyak 214 stan dipadati produk mulai dari kerajinan tangan, makanan olahan, fesyen berbasis kain tradisional, hingga produk digital karya koperasi milenial. Angka partisipasi ini meningkat 23 persen dibandingkan gelaran serupa tahun sebelumnya yang hanya melibatkan 152 koperasi.

Ketua Panitia Penyelenggara menyatakan bahwa Stadion Manahan dipilih secara sengaja sebagai lokasi strategis. "Kawasan Manahan adalah pusat aktivitas publik Solo yang memiliki aksesibilitas tinggi. Kami menargetkan 50.000 pengunjung selama empat hari pameran," ujarnya saat ditemui di sela-sela acara pembukaan.

Dari sisi transaksi, panitia memproyeksikan nilai total penjualan langsung dan kesepakatan bisnis antarkoperasi mencapai Rp 12,5 miliar. Optimisme ini didasarkan pada capaian tahun lalu yang mencatatkan transaksi Rp 9,8 miliar meskipun skala penyelenggaraan lebih kecil. "Kami sudah memfasilitasi 40 ruang pertemuan bisnis terpadu untuk mempertemukan koperasi produsen dengan koperasi pemasar dan buyer dari sektor ritel," tambahnya.

Jejaring Usaha dan Dukungan Regulasi

Kepala Bidang Kelembagaan Koperasi Dinas Koperasi dan UKM Jateng menekankan aspek penguatan jejaring sebagai inti penyelenggaraan. Dalam Rapat Koordinasi Teknis yang mendahului pembukaan, dipaparkan bahwa 64 persen koperasi di Jawa Tengah menghadapi kendala keterbatasan jaringan distribusi. Pameran ini, menurutnya, menjadi katalisator terbentuknya konsorsium pemasaran antarkoperasi.

"Hari ini kami menyaksikan langsung penandatanganan 18 nota kesepahaman antara koperasi produsen dari Kabupaten Wonosobo, Temanggung, dan Purworejo dengan koperasi konsumen serta jaringan ritel di Semarang dan Solo Raya," jelasnya. Kesepakatan tersebut mencakup komoditas kopi robusta, gula semut organik, dan batik pewarna alam dengan estimasi nilai kontrak Rp 3,7 miliar per tahun.

Secara regulasi, pameran ini juga menjadi sarana sosialisasi Peraturan Gubernur Jawa Tengah Nomor 12 Tahun 2024 tentang Fasilitasi Pemasaran Produk Koperasi. Regulasi tersebut mewajibkan organisasi perangkat daerah untuk mengalokasikan minimal 5 persen dari belanja pengadaan barang dan jasa melalui koperasi lokal. "Ini adalah mandat yang harus ditindaklanjuti seluruh OPD. Pameran ini membuktikan bahwa produk koperasi kita kompetitif secara kualitas dan harga," tegas Kepala Bidang Kelembagaan.

Inovasi Koperasi dan Keterlibatan Generasi Muda

Salah satu aspek yang menonjol dalam pameran tahun ini adalah partisipasi 32 koperasi yang digerakkan anak muda atau biasa disebut koperasi milenial. Koperasi-koperasi ini menampilkan produk berbasis teknologi seperti platform e-commerce koperasi, sistem informasi manajemen rantai pasok berbasis aplikasi, dan produk kreatif digital.

Ketua Forum Koperasi Milenial Jateng yang turut hadir menyatakan, "Pameran ini menjadi momentum pembuktian bahwa koperasi bukan entitas ekonomi konvensional yang kaku. Kami membawa 14 inovasi produk digital yang siap dikolaborasikan dengan koperasi konvensional untuk memperluas penetrasi pasar."

Dukungan terhadap generasi muda ini juga diwujudkan dalam bentuk klinik konsultasi bisnis yang disediakan panitia. Sebanyak 12 konsultan pendamping UMKM dan koperasi diterjunkan untuk memberikan layanan gratis kepada peserta pameran terkait akses pembiayaan, sertifikasi halal, hak kekayaan intelektual, dan strategi ekspor.

Dampak terhadap Perekonomian Daerah

Wali Kota Surakarta yang hadir langsung dalam pembukaan pameran menyampaikan apresiasi atas pemilihan Solo sebagai tuan rumah. "Perputaran ekonomi selama empat hari pameran diperkirakan tidak hanya berdampak pada transaksi produk koperasi, tetapi juga pada sektor perhotelan, transportasi, kuliner, dan pariwisata di Kota Solo. Ini adalah efek pengganda yang nyata," ujarnya.

Berdasarkan hitung-hitungan Dinas Pariwisata Kota Surakarta, tingkat okupansi hotel di sekitar kawasan Manahan meningkat 34 persen selama periode pameran. Pelaku usaha mikro di sekitar stadion juga melaporkan kenaikan omzet rata-rata 40 persen. "Artinya, pameran produk koperasi ini tidak hanya menggerakkan ekonomi koperasi, tetapi juga mengungkit perekonomian masyarakat secara keseluruhan," tambah Wali Kota.

Dengan berakhirnya masa pameran pada 9 Juni 2025, panitia akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap capaian transaksi, jumlah kesepakatan bisnis, dan tingkat kepuasan peserta. Hasil evaluasi ini akan menjadi dasar rekomendasi kebijakan yang akan disampaikan kepada Gubernur untuk perencanaan program pengembangan koperasi pada tahun anggaran berikutnya.

Baca juga:

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User