Kemendikdasmen Targetkan 300 Ribu Guru Ikuti Pelatihan Koding dan AI

Jakarta – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menetapkan target ambisius dalam perluasan program Pelatihan Pembelajaran Mendalam, Koding, dan Kecerdasan Artifisial (PM-KKA) ta...

Jul 12, 2026 - 20:52
0 0

Jakarta – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menetapkan target ambisius dalam perluasan program Pelatihan Pembelajaran Mendalam, Koding, dan Kecerdasan Artifisial (PM-KKA) tahun 2026. Sebanyak lebih dari 300.000 pendidik dan tenaga kependidikan dari 140.000 satuan pendidikan di seluruh Indonesia akan menjadi sasaran program strategis ini.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu'ti, dalam Rapat Koordinasi Nasional Pendidikan yang digelar di Jakarta, Kamis (10/4/2025), menegaskan bahwa inisiatif ini merupakan bagian dari transformasi digital pendidikan yang tidak dapat ditunda.

"Kita tidak bisa lagi menunggu. Guru harus menjadi garda terdepan dalam memahami dan memanfaatkan teknologi pembelajaran mendalam serta kecerdasan buatan. Target 300.000 pendidik ini adalah langkah nyata untuk memastikan tidak ada anak Indonesia yang tertinggal dari revolusi industri keempat,"
ujarnya.

Skala Program dan Cakupan Wilayah

Data resmi dari Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan menunjukkan bahwa program PM-KKA 2026 akan menjangkau 140.000 satuan pendidikan, meliputi jenjang Sekolah Dasar, Sekolah Menengah Pertama, Sekolah Menengah Atas, dan Sekolah Menengah Kejuruan, termasuk sekolah di wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T). Sebaran peserta dirancang merata di 38 provinsi, dengan alokasi khusus bagi daerah yang memiliki indeks literasi digital rendah berdasarkan hasil Asesmen Nasional 2024. Kepala Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan, Anindito Aditomo, menyatakan bahwa seleksi satuan pendidikan dilakukan secara ketat dengan mempertimbangkan ketersediaan infrastruktur dasar serta komitmen pemerintah daerah setempat.

"Kami tidak ingin pelatihan ini hanya menjadi seremoni. Setiap satuan pendidikan yang masuk dalam daftar harus siap mengimplementasikan hasil pelatihan dalam proses belajar mengajar,"
tegasnya.

Materi Pelatihan dan Metode Pembelajaran

Struktur pelatihan PM-KKA 2026 disusun dalam tiga modul utama, yaitu Pembelajaran Mendalam (Deep Learning), Literasi Koding dan Algoritma, serta Aplikasi Kecerdasan Artifisial dalam Pembelajaran. Modul pertama membekali guru dengan kemampuan mendesain pengalaman belajar yang memanfaatkan neural network sederhana untuk adaptasi materi sesuai kebutuhan siswa. Modul kedua menekankan pada penguasaan bahasa pemrograman dasar seperti Python dan Scratch yang terintegrasi dengan kurikulum Informatika. Sementara modul ketiga mengajarkan bagaimana guru dapat menggunakan AI generatif untuk menyusun soal, menganalisis hasil belajar, serta mendeteksi potensi kesulitan siswa secara dini.

Metode yang digunakan adalah blended learning dengan komposisi 40 persen tatap muka di balai pelatihan regional dan 60 persen daring melalui platform Merdeka Mengajar yang telah disempurnakan. Setiap peserta wajib menyelesaikan 120 jam pelajaran dalam kurun waktu enam bulan dan menghasilkan satu proyek akhir berupa modul ajar berbasis AI yang siap digunakan di kelas. Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan, Nunuk Suryani, mengungkapkan bahwa sistem ini memungkinkan guru tetap bertugas sambil mengikuti pelatihan.

"Dengan pendekatan hibrida, kami meniadakan alasan guru harus meninggalkan kelas terlalu lama. Fleksibilitas ini menjadi kunci agar target 300.000 peserta dapat tercapai tanpa mengganggu proses pembelajaran siswa,"
katanya dalam keterangan terpisah.

Dukungan Infrastruktur dan Anggaran

Untuk mendukung pelaksanaan program masif ini, Kemendikdasmen telah menyiapkan alokasi anggaran sebesar Rp2,1 triliun yang bersumber dari APBN 2026 serta hibah kerja sama dengan beberapa lembaga filantropi internasional. Anggaran tersebut mencakup pengembangan konten pelatihan, honorarium instruktur nasional, penyediaan perangkat tablet bagi peserta di daerah 3T, serta subsidi kuota internet selama masa pelatihan daring. Sebanyak 5.000 instruktur nasional telah direkrut dan menjalani training of trainers tahap pertama pada Januari hingga Maret 2025. Mereka berasal dari kalangan dosen perguruan tinggi, praktisi industri teknologi, dan guru penggerak yang telah lolos sertifikasi kompetensi digital.

Kepala Pusat Data dan Teknologi Informasi, Hasan Chabibie, menjelaskan bahwa platform pelatihan telah diujicobakan pada 500 sekolah percontohan di Jawa Barat, Jawa Timur, dan Sulawesi Selatan sepanjang semester genap tahun ajaran 2024/2025. Hasil uji coba menunjukkan peningkatan kemampuan guru dalam mengintegrasikan AI tools sebesar 47 persen berdasarkan skor pre-test dan post-test.

"Angka ini menjadi fondasi optimisme kami bahwa investasi besar ini akan menghasilkan dampak signifikan. Tentu masih banyak tantangan, terutama di daerah dengan akses listrik terbatas, namun kami telah berkoordinasi dengan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral untuk solusi panel surya di sekolah-sekolah terisolasi,"
ujar Hasan.

Harapan Peningkatan Mutu dan Daya Saing Siswa

Pelaksanaan PM-KKA 2026 tidak hanya berorientasi pada peningkatan kompetensi guru, tetapi juga sebagai upaya sistemik untuk menyelaraskan pendidikan Indonesia dengan tren global. Pemerintah memproyeksikan bahwa pada 2030 Indonesia membutuhkan sedikitnya 9 juta talenta digital. Melalui pelatihan ini, Kemendikdasmen ingin meletakkan dasar sejak dini agar siswa memiliki literasi komputasi dan kemampuan berpikir kritis yang menjadi bekal menghadapi pasar kerja masa depan. Lebih jauh, Kemendikdasmen telah berkoordinasi dengan Kementerian Komunikasi dan Digital serta Kementerian Perindustrian agar sertifikat yang diperoleh guru dapat diakui sebagai kredit pengembangan keprofesian berkelanjutan dan terhubung dengan program magang industri bagi siswa SMK.

Pengamat pendidikan dari Universitas Pendidikan Indonesia, Prof. Dr. Said Hamid Hasan, menilai target 300.000 guru merupakan langkah berani yang patut diapresiasi. Namun demikian, ia mengingatkan agar pemerintah tidak terjebak pada kuantitas semata.

"Yang paling krusial adalah memastikan bahwa guru tidak hanya terampil menggunakan perangkat lunak, tetapi juga mampu menanamkan etika digital dan kemampuan bernalar kepada siswa. AI adalah alat, bukan tujuan pendidikan itu sendiri,"
ujarnya.

Pendaftaran gelombang pertama pelatihan dijadwalkan dibuka pada 2 Mei 2025 bertepatan dengan Hari Pendidikan Nasional. Seluruh proses berlangsung secara daring melalui laman resmi Kemendikdasmen, dan setiap satuan pendidikan dapat mendaftarkan guru-gurunya dengan rekomendasi dinas pendidikan kabupaten/kota. Kemendikdasmen menargetkan seluruh 300.000 peserta dapat menyelesaikan pelatihan pada akhir triwulan keempat 2026, sekaligus menjadi tonggak baru dalam sejarah transformasi pendidikan digital nasional.

Baca juga:

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
putri-anggraini

Fact Checker Politik. Memverifikasi klaim publik, pidato pejabat, dan informasi viral. Anggota jaringan cek fakta Indonesia.

Comments (0)

User