Aksi Standing Motor di Jembatan Rantau Berangin, Pemuda 21 Tahun Hilang
Kampar, Riau — Seorang pemuda berusia 21 tahun berinisial RM dilaporkan hilang setelah terjatuh ke Sungai Kampar ketika melakukan aksi berdiri di atas sepeda motor di Jembatan Rantau Berangin, Kabup...
Kampar, Riau — Seorang pemuda berusia 21 tahun berinisial RM dilaporkan hilang setelah terjatuh ke Sungai Kampar ketika melakukan aksi berdiri di atas sepeda motor di Jembatan Rantau Berangin, Kabupaten Kampar, Provinsi Riau. Peristiwa nahas tersebut terjadi pada Sabtu (19/11) dan hingga kini tim Search and Rescue (SAR) gabungan masih melanjutkan upaya pencarian terhadap korban.
Berdasarkan informasi yang dihimpun dari aparat setempat, korban merupakan warga sekitar yang melintas di jembatan tersebut menggunakan sepeda motor jenis metik. Tanpa diduga, korban melakukan manuver berdiri di atas jok motor saat melintasi ruas jembatan. Aksi nekat tersebut berakhir tragis ketika korban kehilangan keseimbangan dan tercebur ke arus Sungai Kampar yang tengah meluap.
Kronologi Kejadian
Menurut keterangan saksi mata berinisial SY (34) yang berada di lokasi kejadian, peristiwa bermula sekitar pukul 14.00 WIB. Korban tampak melintasi jembatan dengan kecepatan sedang sebelum kemudian berdiri di atas motor sambil berpose.
"Kami melihat dia berdiri di atas motor dengan kedua tangan terangkat. Tiba-tiba motornya oleng ke samping dan dia jatuh ke sungai. Sepeda motornya juga ikut tercebur," ujar SY saat ditemui di lokasi.
Saksi lainnya, warga sekitar yang turut menyaksikan kejadian, menyebutkan bahwa arus Sungai Kampar di titik kejadian cukup deras karena beberapa hari sebelumnya hujan dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah Kabupaten Kampar. Kondisi tersebut membuat korban sulit untuk menyelamatkan dirinya sendiri setelah terjatuh ke dalam sungai.
Upaya Pencarian Tim SAR
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Pekanbaru melalui keterangan resminya menyatakan bahwa tim SAR gabungan telah dikerahkan secara penuh untuk melakukan pencarian terhadap korban. Operasi pencarian melibatkan personel Basarnas, TNI, Polri, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kampar, serta unsur masyarakat sekitar.
"Kami menerima laporan sekitar pukul 15.30 WIB dan langsung memberangkatkan tim rescue ke lokasi. Pencarian dilakukan dengan menyisir arus sungai menggunakan perahu karet dan kapal kecil," ujar Kepala Basarnas Pekanbaru dalam keterangan persnya.
Tim SAR menghadapi tantangan berupa arus sungai yang cukup deras serta kontur dasar sungai yang belum sepenuhnya dipetakan. Pencarian dilakukan sepanjang aliran Sungai Kampar dari titik kejadian hingga radius beberapa kilometer ke arah hilir. Personel juga dilengkapi dengan peralatan selam standar untuk mengantisipasi kemungkinan korban tersangkut di dasar sungai.
Penyelidikan Pihak Berwenang
Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Kampar telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di Jembatan Rantau Berangin. Petugas mengamankan sepeda motor korban yang berhasil dievakuasi dari dasar sungai oleh warga sekitar menggunakan alat seadanya.
"Kami masih menyelidiki penyebab pasti kejadian. Namun kami mengingatkan masyarakat untuk tidak melakukan aksi berbahaya di jalan raya, termasuk berdiri di atas kendaraan saat melintas di jembatan," tegas Kasatlantas Polres Kampar.
Berdasarkan data Satlantas, aksi berdiri di atas kendaraan bermotor atau yang populer dengan istilah "standing" merupakan pelanggaran lalu lintas yang dapat dikenai sanksi sesuai Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Pelanggar dapat dikenai tilang serta sanksi administratif berupa pencabutan Surat Izin Mengemudi (SIM).
Imbauan Pemerintah Daerah
Pemerintah Kabupaten Kampar melalui Dinas Perhubungan setempat mengeluarkan imbauan resmi kepada masyarakat untuk tidak melakukan aksi-aksi berbahaya di fasilitas umum, termasuk jembatan. Jembatan Rantau Berangin merupakan salah satu infrastruktur vital yang menghubungkan dua kecamatan di Kabupaten Kampar dan dilalui ratusan kendaraan setiap harinya.
"Kami minta masyarakat mengutamakan aspek keselamatan. Jembatan adalah fasilitas publik yang harus digunakan sesuai dengan fungsinya sebagai sarana transportasi," ujar Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Kampar.
Lebih lanjut, pemerintah daerah juga akan meningkatkan pemasangan rambu peringatan di sepanjang jembatan untuk mencegah kejadian serupa terulang kembali. Sosialisasi keselamatan berlalu lintas juga akan digencarkan di kalangan generasi muda melalui sekolah-sekolah dan komunitas otomotif.
Kondisi Terkini Korban
Hingga berita ini diturunkan pada Minggu (20/11) siang, korban belum berhasil ditemukan oleh tim SAR gabungan. Operasi pencarian masih dilanjutkan dengan membagi area pencarian menjadi beberapa sektor untuk memaksimalkan jangkauan. Keluarga korban telah ditempatkan di posko yang didirikan di dekat lokasi kejadian untuk menunggu perkembangan.
Peristiwa ini menjadi peringatan keras bagi masyarakat, khususnya generasi muda, mengenai bahaya melakukan aksi stunt atau atraksi berbahaya di jalan raya dan fasilitas publik. Keselamatan dalam berlalu lintas harus menjadi prioritas utama demi menghindari jatuhnya korban jiwa. Aparat kepolisian juga menegaskan akan menindak tegas siapa pun yang kedapatan melakukan aksi berbahaya di jalan raya.
Comments (0)