Airlangga Hartarto Konfirmasi Minat Investor Bangun Pusat Data 1,3 GW

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto pada hari ini mengkonfirmasi bahwa sejumlah investor asing telah menyampaikan minat serius untuk membangun pusat data berkapasitas listrik 1,...

Jul 12, 2026 - 04:11
0 1
Airlangga Hartarto Konfirmasi Minat Investor Bangun Pusat Data 1,3 GW

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto pada hari ini mengkonfirmasi bahwa sejumlah investor asing telah menyampaikan minat serius untuk membangun pusat data berkapasitas listrik 1,3 gigawatt di Indonesia. Pernyataan itu disampaikan seusai rapat koordinasi percepatan investasi sektor digital di kantor kementerian, Jakarta Pusat, yang juga dihadiri perwakilan kementerian teknis dan badan usaha milik negara. Proyek ini digadang-gadang menjadi salah satu yang terbesar di Asia Tenggara dan dirancang untuk menopang kebutuhan komputasi awan, kecerdasan buatan, serta ekonomi digital yang tumbuh pesat.

Skala Proyek dan Komitmen Modal Awal

Investasi yang diusung tak hanya mencakup pembangunan fisik gedung data center, tetapi juga infrastruktur pendukung seperti pembangkit listrik khusus, sistem pendingin berskala industri, dan jaringan serat optik berkapasitas tinggi. Menurut Airlangga, nilai investasi diperkirakan menembus beberapa miliar dolar AS, dengan skema pendanaan yang melibatkan konsorsium perusahaan teknologi global dan lembaga keuangan internasional. "Mereka melihat Indonesia sebagai pasar strategis dengan pertumbuhan pengguna internet dan adopsi layanan digital yang eksponensial," ujarnya.

Kapasitas daya 1,3 GW itu setara dengan kebutuhan listrik untuk sekitar satu juta rumah tangga, menandakan skala operasi yang masif. Pusat data ini akan difokuskan pada layanan hyperscale yang melayani perusahaan platform besar, penyedia konten, serta layanan keuangan digital. Pemerintah disebut telah menerima peta jalan teknis dari para pemohon, yang mencakup target operasional tahap pertama dalam waktu 30 bulan setelah peletakan batu pertama.

Lokasi Strategis dan Insentif yang Ditawarkan

Pemerintah menyodorkan beberapa kawasan ekonomi khusus (KEK) yang memiliki ketersediaan lahan, akses energi, dan konektivitas internasional, seperti Batam, Bintan, dan kawasan industri di Karawang. Lokasi-lokasi tersebut sudah masuk dalam Peta Jalan Pusat Data Nasional yang disusun Kemenko Perekonomian. Airlangga menegaskan bahwa insentif fiskal berupa tax holiday hingga 20 tahun dan tax allowance bagi investasi di sektor pionir siap diberikan, sepanjang memenuhi kriteria yang ditetapkan dalam Peraturan Pemerintah Nomor 71 Tahun 2019.

Selain itu, proses perizinan akan difasilitasi melalui sistem OSS (Online Single Submission) dengan pendampingan khusus dari Satuan Tugas Percepatan Investasi. "Kami ingin memberikan kepastian hukum dan kemudahan agar groundbreaking dapat dilakukan tahun ini juga," kata Airlangga. Ketersediaan energi hijau menjadi nilai tawar utama, mengingat investor mensyaratkan penggunaan listrik dari sumber terbarukan guna memenuhi target nol karbon global.

Dampak bagi Ekonomi dan Penyerapan Tenaga Kerja

Proyek ini diproyeksikan menciptakan lebih dari 5.000 lapangan kerja langsung selama masa konstruksi dan operasional, mulai dari teknisi data, insinyur listrik, hingga spesialis keamanan siber. Airlangga menekankan bahwa pemerintah akan mendorong keterlibatan tenaga kerja lokal melalui program pelatihan vokasi yang diselaraskan dengan kurikulum perguruan tinggi dan balai latihan kerja di sekitar lokasi proyek.

Dampak berganda juga diharapkan terjadi pada sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang akan menjadi pemasok kebutuhan penunjang, seperti konstruksi modular, perangkat pendingin, dan jasa keamanan. "Ini bukan hanya investasi infrastruktur, tetapi lompatan bagi Indonesia untuk menjadi hub ekonomi digital di kawasan," tegasnya. Kontribusi sektor teknologi informasi terhadap Produk Domestik Bruto yang saat ini masih di bawah 5 persen diyakini akan meningkat signifikan dalam lima tahun mendatang.

Komitmen Pemerintah dan Peta Jalan Digital

Airlangga Hartarto menyatakan bahwa pemerintah telah menyiapkan tim lintas kementerian yang melibatkan Kementerian ESDM, Kementerian Kominfo, BKPM, dan BSSN untuk mengawal realisasi investasi ini. Aspek keamanan data menjadi perhatian utama, sehingga seluruh investor diwajibkan mematuhi Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi yang baru disahkan serta standar keamanan nasional yang ditetapkan Badan Siber dan Sandi Negara.

Rapat koordinasi pengembangan infrastruktur digital yang digelar hari ini juga membahas insentif tambahan bagi penggunaan komponen dalam negeri, sejalan dengan program peningkatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN). Pemerintah berharap proyek ini dapat menjadi katalis bagi tumbuhnya industri penunjang data center di dalam negeri, seperti manufaktur server, sistem penyimpanan energi, dan perangkat pendingin canggih.

Prospek dan Tantangan ke Depan

Meski antusiasme tinggi, Airlangga mengakui masih ada pekerjaan rumah berupa penyiapan infrastruktur listrik hijau yang memadai, kepastian pasokan air untuk sistem pendingin, dan harmonisasi regulasi antara pusat dan daerah. Namun demikian, ia optimistis bahwa dengan komitmen politik yang kuat, seluruh kendala dapat diatasi dalam waktu singkat. "Kami menargetkan seluruh perjanjian kerja sama dapat ditandatangani dalam kuartal ketiga tahun ini," ujarnya.

Proyek pusat data 1,3 GW ini juga diyakini akan mengerek posisi Indonesia dalam rantai pasok data global, yang selama ini didominasi oleh Singapura dan Malaysia. Dengan luas wilayah dan potensi energi terbarukan yang melimpah, Indonesia memiliki peluang besar untuk menjadi tujuan utama investasi infrastruktur digital di kawasan Asia Pasifik. Pemerintah pun berkomitmen menjaga iklim investasi yang kondusif melalui dialog reguler dengan para pemangku kepentingan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User