Ahmad Luthfi Sebut Produksi Padi Jawa Tengah Tembus 6,69 Juta Ton

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menunjukkan progres signifikan dalam upaya menggenjot produksi padi nasional. Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menyampaikan bahwa hingga kurun Januari–Juli 2026, pr

Jul 06, 2026 - 13:57
0 0
Ahmad Luthfi Sebut Produksi Padi Jawa Tengah Tembus 6,69 Juta Ton

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menunjukkan progres signifikan dalam upaya menggenjot produksi padi nasional. Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menyampaikan bahwa hingga kurun Januari–Juli 2026, produksi padi di wilayahnya diproyeksikan mencapai 6,69 juta ton gabah kering giling (GKG). Angka ini merepresentasikan 63,43 persen dari total target produksi tahun 2026 yang dicanangkan sebesar 10,5 juta ton. Capaian tersebut diungkapkan langsung oleh Gubernur saat menghadiri kegiatan Panen Raya Padi di Desa Gentan, Kecamatan Bendosari, Kabupaten Sukoharjo.

Dalam kesempatan tersebut, Ahmad Luthfi tidak hanya meninjau proses panen secara simbolis, tetapi juga turun langsung ke lahan dengan mengoperasikan mesin combine harvester. Kehadiran alat mesin pertanian (alsintan) modern ini menjadi salah satu penopang peningkatan produktivitas, karena mampu memangkas waktu panen dan menekan potensi kehilangan hasil. Selepas panen, Luthfi menyempatkan diri untuk meninjau mekanisme pengolahan lahan pasca panen yang diterapkan para petani setempat serta berdialog santai dengan para pemangku kepentingan sektor pertanian. Dialog itu berfokus pada tantangan distribusi, kebutuhan pupuk bersubsidi, hingga strategi menjaga stabilitas harga gabah di tingkat petani.

Mendorong Kemandirian Pangan Nasional

Capaian 6,69 juta ton sampai dengan Juli 2026 menempatkan Jawa Tengah sebagai salah satu provinsi penyangga utama pangan nasional. Jika produktivitas ini terus dijaga, angka produksi akhir tahun diprediksi akan melampaui target yang ditetapkan. Momentum panen raya di Sukoharjo sekaligus menjadi ajang konsolidasi antara pemerintah daerah, penyuluh pertanian, dan gabungan kelompok tani (gapoktan) guna memastikan seluruh mata rantai produksi berjalan optimal hingga akhir musim.

"Hari ini kita panen bersama di Sukoharjo dan alhamdulillah kita melihat kondisi pertanian yang sangat baik. Sampai dengan Juli 2026, produksi kita sudah tembus 6,69 juta ton GKG. Ini sekitar 63 persen lebih dari target tahun ini dan mudah-mudahan akhir tahun kita bisa melampaui target yang 10,5 juta ton. Ini bukti bahwa petani Jawa Tengah sangat tangguh dan mampu menjawab tantangan ketahanan pangan," kata Ahmad Luthfi sebagaimana dilaporkan oleh tim Apaberita.com di lokasi.

Lebih lanjut, Gubernur menjelaskan bahwa kunci dari hasil positif ini tidak lepas dari dukungan penuh pada sektor hulu. Intensifikasi program irigasi teknis, akselerasi tanam menggunakan bibit unggul berdaya hasil tinggi, serta perluasan indeks pertanaman menjadi langkah sinergis yang dijalankan. Pemerintah provinsi juga memperkuat peran brigade pangan yang bertugas mengawal distribusi sarana produksi hingga ke pelosok, memastikan tidak ada petani yang terlambat memulai musim tanam.

Di sela-sela panen, sejumlah petani menyampaikan aspirasi terkait regulasi harga eceran tertinggi (HET) beras yang dinilai belum sepenuhnya menguntungkan petani ketika harga gabah anjlok. Ahmad Luthfi merespons dengan menjanjikan akan membawa suara tersebut ke forum koordinasi tingkat pusat agar tercipta keseimbangan antara kepentingan konsumen dan kesejahteraan produsen. Komitmen ini disambut baik oleh para petani yang berharap harga gabah kering di tingkat penggilingan tetap kompetitif dan tidak dikendalikan oleh spekulan.

Produksi pertanian Jawa Tengah yang kian moncer di tengah tekanan perubahan iklim juga menjadi contoh penerapan adaptasi teknologi. Penggunaan varietas inpari yang tahan genangan dan sistem pemantauan stok air berbasis sensor sederhana mulai dikembangkan di beberapa daerah rawan kekeringan. Inovasi serupa diproyeksikan akan terus direplikasi agar produktivitas tidak hanya tinggi pada musim panen raya, tetapi juga stabil sepanjang tahun. Dengan sinergi yang semakin solid antara pemerintah, petani, dan sektor swasta, optimisme mencapai surplus pangan nasional pada 2026 tetap terjaga.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
hendra-wijaya

Editor Politik. Editor politik dan dinamika kekuasaan.

Comments (0)

User