350 Taruna Akpol 2026 Resmi Ditetapkan Usai Seleksi Ketat

Jakarta — Staf Sumber Daya Manusia Kepolisian Negara Republik Indonesia resmi menetapkan sebanyak 350 calon taruna dan taruni Akademi Kepolisian yang lolos seleksi Tahun Anggaran 2026. Penetapan dil...

350 Taruna Akpol 2026 Resmi Ditetapkan Usai Seleksi Ketat

Jakarta — Staf Sumber Daya Manusia Kepolisian Negara Republik Indonesia resmi menetapkan sebanyak 350 calon taruna dan taruni Akademi Kepolisian yang lolos seleksi Tahun Anggaran 2026. Penetapan dilakukan setelah seluruh rangkaian ujian berlangsung secara ketat dengan standar pengujian berbasis komputer setara kompetisi internasional.

Dari total kuota yang disahkan tersebut, tercatat sebanyak 320 calon taruna dan 30 calon taruni dinyatakan memenuhi syarat akhir. Keputusan ini diumumkan dalam Sidang Pleno Kelulusan yang digelar di Markas Besar SSDM Polri pada akhir Juli 2026.

"Kami menegaskan bahwa seluruh proses seleksi tahun ini mengacu pada prinsip transparansi, akuntabilitas, dan bebas dari intervensi pihak mana pun. Hasil yang ditetapkan hari ini merupakan akumulasi dari penilaian objektif berbasis sistem," ujar Kepala SSDM Polri dalam konferensi pers seusai sidang pleno.

Standar Ujian Setara Olimpiade

Seleksi Akpol 2026 menandai babak baru dalam sistem rekrutmen kepolisian. Untuk pertama kalinya, materi ujian kompetensi akademik disusun dengan tingkat kesulitan yang merujuk pada standar soal olimpiade nasional. Inovasi ini dirancang untuk menjaring kandidat dengan kapasitas intelektual unggul yang mampu berpikir kritis dan analitis.

Sistem Computer Assisted Test diterapkan secara penuh sejak tahap awal hingga akhir. Setiap peserta ujian mengerjakan soal secara daring pada terminal komputer yang telah disiapkan panitia di setiap titik seleksi. Hasil ujian otomatis terintegrasi ke pusat data SSDM Polri tanpa celah manipulasi manual.

"Materi ujian kami rancang bersama tim akademisi dari sejumlah perguruan tinggi terkemuka. Tingkat kesukarannya sengaja dinaikkan ke level olimpiade agar kami mendapatkan taruna yang benar-benar mampu menghadapi tantangan kepolisian modern," jelas seorang pejabat tinggi di lingkungan SSDM Polri.

Tahapan Seleksi Multi-Lapis

Para calon taruna yang akhirnya dinyatakan lolus telah melewati serangkaian tahapan seleksi yang berlangsung selama beberapa bulan. Rangkaian dimulai dari pemeriksaan administrasi awal, verifikasi berkas, hingga pengujian kompetensi dasar yang mencakup pengetahuan umum, matematika, dan bahasa.

Setelah lolos tahap akademik, peserta melanjutkan ke pemeriksaan kesehatan dan kebugaran jasmani. Tim dokter kepolisian melakukan pemeriksaan menyeluruh termasuk tes psikologi terpadu yang mengukur stabilitas mental, integritas, serta kesesuaian profil kepribadian dengan kebutuhan organisasi.

"Setiap tahapan memiliki ambang batas nilai yang wajib dipenuhi. Tidak ada toleransi bagi peserta yang gagal meskipun hanya pada satu indikator penilaian. Sistem kami mendeteksi setiap anomali secara real-time," tambahnya.

Distribusi dan Komposisi Peserta

Berdasarkan data yang dihimpun, sebanyak 350 calon taruna dan taruni yang lolos tersebar dari berbagai provinsi di Indonesia. Proses rekrutmen dilakukan melalui Polda jajaran di seluruh wilayah dengan pengawasan langsung dari tim pusat. Langkah ini memastikan standar penilaian yang seragam tanpa disparitas antar daerah.

Komposisi 320 calon taruna dan 30 calon taruni mencerminkan kebijakan afirmatif yang membuka ruang partisipasi seluas-luasnya bagi kaum perempuan dalam institusi kepolisian. Jumlah tersebut mengalami peningkatan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.

Para calon taruna yang telah ditetapkan dijadwalkan menjalani masa orientasi dan pendidikan dasar di Akademi Kepolisian dalam waktu dekat. Mereka akan menempuh pendidikan selama empat tahun sebelum dilantik sebagai Inspektur Dua Polisi dan ditempatkan di berbagai satuan kerja di seluruh Indonesia.

SSDM Polri juga mengingatkan kepada seluruh pihak untuk mewaspadai modus penipuan yang mengatasnamakan panitia seleksi. "Kami tidak memungut biaya sepeser pun di luar ketentuan resmi. Setiap oknum yang menjanjikan kelulusan wajib dilaporkan ke pihak berwenang," tegasnya menutup keterangan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User