Komunitas Pajero One Jatim Minta Maaf Atas Konvoi Kontroversial
SURABAYA — Komunitas Pajero One Jawa Timur secara resmi menyampaikan permohonan maaf terbuka pada Sabtu, 26 Juli 2026, setelah konvoi kendaraan mereka di ruas Jalan Tol Trans-Jawa menuai gelombang p...
SURABAYA — Komunitas Pajero One Jawa Timur secara resmi menyampaikan permohonan maaf terbuka pada Sabtu, 26 Juli 2026, setelah konvoi kendaraan mereka di ruas Jalan Tol Trans-Jawa menuai gelombang protes dari sesama pengguna jalan. Dalam pernyataan tertulis yang dirilis sore harinya, komunitas tersebut mengakui adanya anggota yang mengabaikan etika berkendara di jalan bebas hambatan, khususnya dengan menduduki lajur kanan secara terus-menerus dan melakukan manuver yang dinilai membahayakan pengendara lain. Insiden ini pertama kali mencuat melalui unggahan di media sosial yang menampilkan rekaman iring-iringan belasan mobil sport utility vehicle (SUV) berwarna dominan putih tengah melintas di jalur cepat dengan kecepatan tidak konstan.
Kronologi Peristiwa di Ruas Tol Jawa Timur
Menurut laporan yang dihimpun dari keterangan sejumlah saksi, iring-iringan kendaraan anggota komunitas Pajero One melintas di segmen Jalan Tol Surabaya-Mojokerto (Sumo) sekitar pukul 10.30 WIB. Saksi mata, Dian Prasetyo (42), seorang pengusaha asal Sidoarjo yang kebetulan berada di jalur yang sama, mengungkapkan bahwa rombongan tersebut terdiri dari sekitar 15 hingga 18 unit kendaraan Mitsubishi Pajero Sport yang bergerak dalam formasi rapat dan nyaris menutup seluruh lajur. "Mereka menguasai lajur kanan dalam waktu yang panjang. Saya dan pengendara lain terpaksa melambat karena tidak bisa mendahului," ujar Dian dalam keterangan terpisah. Beberapa pengguna jalan lain juga melaporkan adanya kendaraan anggota rombongan yang berpindah lajur secara mendadak tanpa memberikan lampu sein sebagai isyarat, sebuah tindakan yang hampir memicu tabrakan beruntun di titik KM 26. Hingga berita ini diturunkan, belum terdapat laporan resmi tentang kecelakaan yang diakibatkan oleh konvoi tersebut, namun potensi bahaya yang ditimbulkan telah menjadi perbincangan hangat di berbagai forum otomotif dan media sosial.
Pernyataan Maaf dan Pengakuan Pelanggaran
Ketua Umum Pajero One Jawa Timur, Hendro Wibisono (48), mengambil langkah cepat dengan mengeluarkan surat permohonan maaf yang ditujukan kepada seluruh pengguna Jalan Tol di wilayah Jawa Timur, khususnya mereka yang terganggu pada hari Sabtu tersebut. "Atas nama Pajero One Jawa Timur, kami memohon maaf yang sebesar-besarnya atas ketidaknyamanan dan kekhawatiran yang ditimbulkan oleh tindakan anggota kami selama konvoi berlangsung," tegas Hendro dalam keterangan tertulisnya. Ia mengakui bahwa panitia kegiatan telah menginstruksikan peserta untuk tetap berada di lajur kiri kecuali saat mendahului, tetapi dalam pelaksanaannya instruksi tersebut tidak diindahkan sepenuhnya oleh sebagian peserta. Hendro menegaskan bahwa komunitasnya akan segera menggelar Rapat Koordinasi Internal untuk mengevaluasi secara menyeluruh prosedur konvoi dan menetapkan sanksi tegas bagi anggota yang terbukti melanggar Standar Operasional Prosedur (SOP) perjalanan yang telah disepakati. "Kami tidak akan mentoleransi tindakan yang membahayakan keselamatan sesama pengguna jalan. Ini menjadi pelajaran berharga bagi seluruh anggota kami," tambahnya.
Respons Kepolisian dan Pengelola Jalan Tol
Kepala Satuan Patroli Jalan Raya (PJR) Ditlantas Polda Jawa Timur, AKBP Mulyono Tri Wibowo, menyatakan bahwa pihaknya tengah mengkaji rekaman video yang beredar untuk mengidentifikasi pelanggaran yang mungkin terjadi. Ia menekankan bahwa penguasaan lajur kanan tanpa alasan mendesak bertentangan dengan Pasal 106 Ayat 2 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, yang secara eksplisit menetapkan bahwa lajur kanan hanya diperuntukkan bagi kendaraan yang akan mendahului atau dalam kondisi tertentu sesuai perintah petugas. AKBP Mulyono menjelaskan bahwa pengendara yang terbukti menguasai lajur kanan secara terus-menerus dapat dikenai sanksi tilang. Sementara itu, pihak PT Jasamarga Transjawa Tol selaku pengelola ruas tol di wilayah tersebut melalui juru bicaranya, Andi Nugroho, mengingatkan bahwa kegiatan konvoi dalam jumlah besar seharusnya dikoordinasikan sebelumnya dengan operator jalan tol untuk memastikan manajemen lalu lintas yang lebih tertib. Pihaknya siap memfasilitasi komunitas otomotif yang berencana mengadakan kegiatan serupa di masa mendatang agar tidak mengganggu arus lalu lintas utama.
Komitmen Perbaikan dan Pengawasan Internal
Menindaklanjuti insiden ini, Pajero One Jawa Timur mengumumkan serangkaian langkah korektif untuk memastikan kejadian serupa tidak terulang di masa depan. Sekretaris Jenderal komunitas tersebut, Ahmad Fauzi, mengungkapkan bahwa setiap kegiatan konvoi di masa mendatang akan mewajibkan peserta menandatangani pakta integritas yang berisi komitmen mematuhi peraturan lalu lintas. Sistem pengawalan berlapis dengan menunjuk koordinator di depan, tengah, dan belakang rombongan juga akan diterapkan untuk memonitor perilaku berkendara peserta secara langsung. Komunitas ini juga membuka saluran pengaduan khusus melalui nomor layanan pesan singkat resmi mereka bagi masyarakat yang ingin menyampaikan keluhan terkait etika berkendara anggota di jalan raya. "Kami ingin membuktikan bahwa komunitas otomotif dapat menjadi mitra yang bertanggung jawab dalam menjaga keselamatan di jalan tol," tegas Ahmad Fauzi. Keputusan ini disambut baik oleh sejumlah pemerhati keselamatan jalan yang sebelumnya mengkritik keras arogansi pengguna jalan yang mengabaikan hak pengendara lain. Insiden ini menjadi pengingat penting tentang perlunya keseimbangan antara menyalurkan hobi otomotif dengan kewajiban menghormati ruang publik yang digunakan bersama oleh seluruh lapisan masyarakat pengguna jalan tol di Indonesia.
Comments (0)