Kampung Tenggelam di Bendungan Karian Kembali Muncul

Lebak, Banten – Fenomena alam yang jarang terjadi akhirnya menyibak ingatan lama warga di sekitar Proyek Strategis Nasional (PSN) Bendungan Karian. Untuk pertama kalinya sejak penggenangan dimulai s...

Kampung Tenggelam di Bendungan Karian Kembali Muncul

Lebak, Banten – Fenomena alam yang jarang terjadi akhirnya menyibak ingatan lama warga di sekitar Proyek Strategis Nasional (PSN) Bendungan Karian. Untuk pertama kalinya sejak penggenangan dimulai secara bertahap pada pertengahan tahun 2023, sisa-sisa permukiman yang pernah menjadi hunian puluhan keluarga di wilayah itu muncul kembali ke permukaan. Penampakan ini dipicu oleh menyusutnya muka air waduk secara signifikan sebagai dampak langsung dari kemarau panjang 2026.

Pantauan di lapangan pada Kamis (24/7) memperlihatkan bentangan area yang sebelumnya sepenuhnya terendam air, kini berubah menjadi hamparan tanah retak dengan bekas-bekas bangunan yang mulai menua. Fondasi rumah, struktur sumur, tiang-tiang kayu, hingga jalan kampung yang dulu menjadi penghubung antar dusun, tampak jelas di titik-titik genangan yang surut. Pemandangan kontras ini menjadi pengingat visual sekaligus catatan sosial mengenai sejarah panjang proyek bendungan yang sempat menuai perdebatan itu.

Penurunan Elevasi Muka Air Capai Level Ekstrem

Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Cidanau-Ciujung-Cisadane (BBWS C3), Ir. Hidayat Darmawan, M.Eng., dalam keterangan resminya menyatakan bahwa penurunan elevasi muka air Bendungan Karian kali ini merupakan yang paling drastis sejak waduk beroperasi penuh. “Saat ini elevasi berada pada kisaran 62 meter di atas permukaan laut, turun hampir 17 meter dari elevasi normal operasional 79 meter. Penurunan sebesar ini disebabkan oleh debit aliran Sungai Ciujung yang masuk ke waduk hanya mencapai 25 persen dari rata-rata musim hujan,” ujarnya menjawab pertanyaan Apaberita.

Lebih lanjut Hidayat menjelaskan bahwa fenomena ini merupakan siklus hidrologi yang sudah diperhitungkan dalam desain, meskipun tetap memerlukan kewaspadaan. “Pintu pengambilan air baku didesain multilevel. Dengan demikian, suplai ke instalasi pengolahan air di Serpong dan sekitarnya tidak terganggu meskipun muka air turun di luar ambang biasa,” tegasnya.

Kenangan Warga dan Sejarah Penggenangan

Kawasan yang kini menjadi bagian dari genangan Bendungan Karian, yang membentang di perbatasan Kecamatan Rangkasbitung dan Maja, Kabupaten Lebak, dulunya dihuni oleh ratusan penduduk. Berdasarkan catatan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Lebak, sebanyak 82 kepala keluarga dari Kampung Cihideung, Kampung Pasir Bungur, dan Kampung Citaritik menjalani proses relokasi bertahap pada 2018 hingga 2022 sebelum puncak penggenangan dilakukan. Mereka menempati hunian baru yang disiapkan pemerintah di lahan pengganti tak jauh dari lokasi semula.

Syamsudin (54), salah seorang mantan warga Kampung Cihideung yang kini menetap di Desa Kertaraharja, mengaku terkejut saat menerima kiriman foto-foto dari kerabatnya yang masih sering melintas di sekitar bendungan. “Saya masih hafal persis di mana bekas mushola dan warung Babeh Encep. Sekarang jadi pemandangan menyedihkan, tapi saya ikhlas. Desakan pembangunan untuk air bersih Jabodetabek memang butuh pengorbanan,” katanya dengan suara bergetar saat ditemui di rumah barunya.

Hal senada diungkapkan oleh tokoh masyarakat setempat, Haji Mursidi. Ia mengisahkan bahwa sebelum relokasi, warga telah melalui proses sosialisasi panjang dari pemerintah pusat dan daerah. “Kami dilibatkan dalam musyawarah. Besaran ganti untung memang sempat menjadi perdebatan hangat, tapi akhirnya disepakati melalui skema penetapan oleh appraisal independen. Itu yang meredakan konflik saat itu,” kenangnya.

Layanan Air Baku Tetap Terjaga

Direktur Operasi Perum Jasa Tirta (PJT) II, Heri Suprapto, menegaskan bahwa meskipun terjadi penyusutan volume air yang cukup signifikan, layanan air baku untuk wilayah Jakarta, Tangerang, dan sekitarnya masih berjalan normal. “Bendungan Karian adalah tulang punggung pasokan air baku Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Regional. Dari volume tampungan efektif sekitar 315 juta meter kubik, saat ini tersisa 48 persen. Itu masih cukup untuk memenuhi kebutuhan enam bulan ke depan tanpa hujan,” ungkapnya dalam rapat koordinasi virtual dengan Kementerian PUPR, Rabu (23/7).

PJT II bersama BBWS C3, imbuh Heri, telah mengaktifkan protokol operasi musim kering yang mencakup penjadwalan rilis debit secara ketat dan optimalisasi stasiun pompa di beberapa titik rawan. Koordinasi harian dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) juga diintensifkan untuk memperkirakan awal musim hujan.

Antisipasi Lanjutan dan Pemantauan

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebak, Feby Rizky Pratama, menyampaikan bahwa pihaknya telah menurunkan tim untuk memetakan area bekas permukiman yang terekspos. Langkah ini untuk mengantisipasi aktivitas warga yang penasaran dan berpotensi membahayakan diri sendiri. “Kami mengimbau masyarakat tidak memasuki zona surutan karena struktur bangunan lama sudah rapuh dan berisiko longsor. Selain itu, tanah di sekitar genangan sangat labil,” pesannya.

Sementara itu, BMKG memprediksi puncak musim kemarau di wilayah Banten bagian selatan masih akan berlangsung hingga akhir Agustus 2026. Kepala Stasiun Klimatologi Banten, Sri Wuryanti, mengatakan peluang curah hujan rendah di atas 70 persen. “Harapan datang dari fenomena La Nina lemah yang mungkin mulai terbentuk pada September. Jika itu terjadi, pengisian kembali waduk bisa berlangsung cepat,” ujarnya.

Penampakan kampung tenggelam di Bendungan Karian bukan sekadar tontonan musiman. Ia menjadi penanda tarik-menarik antara kebutuhan pembangunan dan kenangan sosial yang membekas, sekaligus ujian bagi kesiapan infrastruktur nasional menghadapi anomali iklim yang kian sering terjadi.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User