26 Negara Konfirmasi Kehadiran di KAA 2026
Jakarta, 18 April 2026 — Sebanyak 26 negara telah secara resmi menyampaikan konfirmasi kehadiran pada Konferensi Asia-Afrika (KAA) 2026 yang akan digelar di Jakarta pada 22—24 April 2026. Kepastia...
Jakarta, 18 April 2026 — Sebanyak 26 negara telah secara resmi menyampaikan konfirmasi kehadiran pada Konferensi Asia-Afrika (KAA) 2026 yang akan digelar di Jakarta pada 22—24 April 2026. Kepastian itu disampaikan oleh Menteri Luar Negeri RI, Sugiono, dalam keterangan pers di Gedung Pancasila, Kementerian Luar Negeri, Kamis sore. “Hingga pukul 16.00 WIB, kami telah menerima surat konfirmasi dari 26 kepala negara dan kepala pemerintahan,” ujar Sugiono. Angka tersebut melampaui target awal yang ditetapkan dalam Rapat Koordinasi Tingkat Menteri pada 10 Maret 2026, yaitu 20 negara.
Sebelas negara berasal dari kawasan Asia, sementara lima belas lainnya merupakan negara-negara Afrika. Beberapa di antaranya adalah Republik Rakyat Tiongkok, India, Jepang, Arab Saudi, Afrika Selatan, Nigeria, Kenya, dan Mesir. KAA 2026 mengusung tema “Memperkuat Kemitraan Strategis Asia-Afrika untuk Tata Dunia yang Berkeadilan”. Presiden RI, Prabowo Subianto, dijadwalkan membuka secara langsung konferensi yang akan berlangsung di Jakarta Convention Center (JCC) tersebut.
KAA 2026, Tonggak Baru Solidaritas Antar-Benua
Konfirmasi 26 negara ini menandai babak baru semangat Bandung yang pertama kali dicetuskan pada 1955. Direktur Jenderal Asia Pasifik dan Afrika Kementerian Luar Negeri, Abdul Kadir Jailani, menyatakan bahwa partisipasi yang tinggi menunjukkan kepercayaan dunia terhadap kepemimpinan Indonesia di kancah diplomasi Selatan-Selatan. “Kami melihat ini sebagai pengakuan terhadap konsistensi Indonesia dalam memperjuangkan kepentingan negara berkembang,” ujarnya dalam briefing teknis di Jakarta, Selasa (15/4).
Dari total 26 negara, enam di antaranya dikonfirmasi hadir pada tingkat kepala negara, sedangkan sisanya diwakili oleh kepala pemerintahan atau menteri luar negeri. Rincian tersebut merupakan hasil verifikasi yang dilakukan oleh Panitia Nasional KAA 2026 melalui jalur protokoler masing-masing negara. Sugiono menegaskan bahwa seluruh proses konfirmasi mengikuti mekanisme yang diatur dalam Undang-Undang Nomor 37 Tahun 1999 tentang Hubungan Luar Negeri dan Keputusan Presiden Nomor 18 Tahun 2025 tentang Penyelenggaraan Konferensi Asia-Afrika.
Agenda Strategis: Dari Transisi Energi hingga Tata Kelola Digital
Rangkaian KAA 2026 akan diisi dengan Sesi Pleno Tingkat Kepala Negara pada 22 April, dilanjutkan dengan tiga forum kerja sama tematik pada 23 April. Pertama, Forum Transisi Energi dan Ketahanan Pangan yang akan membahas mekanisme pendanaan iklim bagi negara berkembang. Kedua, Forum Kemitraan Ekonomi Digital yang difokuskan pada pengembangan infrastruktur digital inklusif dan standar interoperabilitas data lintas negara. Ketiga, Forum Perdamaian dan Keamanan Kawasan yang akan membahas deeskalasi konflik serta penguatan peran Pasukan Pemelihara Perdamaian PBB dari negara Asia-Afrika.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menjelaskan bahwa forum ekonomi digital akan menghasilkan Jakarta Digital Compact, sebuah kesepakatan bersama yang mengatur prinsip tata kelola kecerdasan buatan dan perlindungan data pribadi. “Lima belas negara telah menyampaikan komitmen awal untuk menandatangani kompak tersebut,” kata Airlangga usai rapat persiapan di kantor Kemenko Perekonomian, Rabu (16/4).
Di bidang ketahanan pangan, Direktur Eksekutif World Food Programme (WFP) untuk Asia dan Pasifik, John Aylieff, dijadwalkan menyampaikan paparan khusus mengenai urgensi sistem pangan berkelanjutan di tengah krisis iklim. Delegasi dari FAO dan International Fund for Agricultural Development (IFAD) juga akan hadir sebagai peninjau.
Pengamanan dan Infrastruktur: Indonesia Siapkan Skema Terpadu
Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) dan TNI menggelar Operasi Cartenz Asia-Afrika 2026 untuk mengamankan seluruh rangkaian acara. Sebanyak 9.872 personel gabungan dikerahkan di 23 titik pengamanan, termasuk di bandara, hotel delegasi, dan area JCC. Kepala Divisi Humas Polri, Irjen Mohammad Iqbal, menyatakan bahwa sistem pengamanan berlapis akan menggunakan teknologi pengenalan wajah dan sensor biometrik di setiap pintu akses. “Kami telah melakukan simulasi terpadu sejak 8 April untuk mengantisipasi seluruh potensi gangguan,” katanya.
Sementara itu, Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi, memastikan kesiapan Bandara Internasional Soekarno-Hatta dan Bandara Halim Perdanakusuma sebagai pintu masuk delegasi. Jalur khusus dari bandara menuju kawasan Senayan telah ditetapkan melalui Surat Keputusan Bersama antara Kemenhub, Korlantas Polri, dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Sebanyak 267 unit kendaraan protokoler, termasuk 120 mobil listrik, disiapkan untuk mobilitas delegasi.
Presiden Prabowo Subianto, dalam Rapat Kabinet Terbatas di Istana Merdeka, Senin (14/4), menegaskan bahwa KAA 2026 harus menjadi momentum Indonesia dalam mengonsolidasikan kekuatan politik negara-negara Asia-Afrika. “Konferensi ini bukan sekadar seremoni. Kita akan menegaskan kembali bahwa suara negara berkembang harus dihitung dalam setiap keputusan global,” tegas Presiden. Pemerintah juga mengalokasikan anggaran sebesar Rp847 miliar yang telah disahkan dalam Undang-Undang APBN 2026 untuk mendukung penyelenggaraan konferensi. KAA 2026 akan ditutup dengan pengesahan Deklarasi Jakarta dan Rencana Aksi Strategis Asia-Afrika 2026–2030.
Baca juga:
Comments (0)