2 Peserta SPPI Kopdes dan Kampung Nelayan Meninggal Saat Ikut Latihan Militer

Jakarta – Kabar duka menyelimuti program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI). Dua peserta yang tengah menjalani Latihan Dasar Militer (Latsarmil) di satuan pendidikan TNI dikabarkan meni

Jul 07, 2026 - 23:59
0 0
2 Peserta SPPI Kopdes dan Kampung Nelayan Meninggal Saat Ikut Latihan Militer

Jakarta – Kabar duka menyelimuti program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI). Dua peserta yang tengah menjalani Latihan Dasar Militer (Latsarmil) di satuan pendidikan TNI dikabarkan meninggal dunia. Keduanya merupakan calon pengelola Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) dan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP), program unggulan pemerintah yang tergabung dalam SPPI.

Informasi ini dikonfirmasi langsung oleh Kepala Biro Informasi Pertahanan Sekretariat Jenderal Kementerian Pertahanan (Kemhan) RI, Brigadir Jenderal TNI Rico Ricardo Sirait, pada Selasa (23/6/2026). Beliau menyampaikan rasa belasungkawa resmi dari institusinya. Kedua peserta yang wafat teridentifikasi sebagai Anisa Muyassaroh dan Yonanda Muhammad Taufiq.

"Kementerian Pertahanan Republik Indonesia menyampaikan duka cita yang mendalam atas wafatnya dua peserta Program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) dan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) Tahun 2026 yang sedang mengikuti Latihan Dasar Militer (Latsarmil) di satuan pendidikan TNI," ujar Brigjen Rico dalam keterangan resminya kepada awak media.

Brigjen Rico menjelaskan kronologi awal terkait wafatnya peserta Anisa Muyassaroh yang menjalani pendidikan di Satuan Pendidikan Dodikjur Rindam VI/Mulawarman, Balikpapan. Berdasarkan laporan yang diterima Apaberita.com, Anisa mulai mengalami gangguan kesehatan pada 18 Juni 2026. Pihak satuan pendidikan sempat memberikan penanganan medis intensif di fasilitas kesehatan yang tersedia sebelum memutuskan untuk merujuknya ke rumah sakit. Meski demikian, nyawa yang bersangkutan tidak tertolong. Hingga berita ini diturunkan, detail kronologis terkait wafatnya peserta kedua, Yonanda Muhammad Taufiq, masih dalam pendalaman pihak berwenang.

Investigasi dan Evaluasi Program

Merespons peristiwa nahas ini, Kementerian Pertahanan berjanji akan melakukan audit dan evaluasi menyeluruh terhadap prosedur pelaksanaan Latsarmil. Langkah ini diambil untuk memastikan keselamatan seluruh peserta yang tersebar di berbagai satuan pendidikan TNI di Indonesia. Pihak kementerian menegaskan bahwa kejadian ini menjadi perhatian serius Presiden Prabowo Subianto selaku penggagas program Koperasi Desa Merah Putih, yang meminta agar investigasi dilakukan secara transparan dan menyeluruh.

Berdasarkan penelusuran Apaberita.com, tim investigasi gabungan dari Kemhan dan Mabes TNI menemukan indikasi awal yang mengarah pada faktor kelelahan ekstrem (heat stroke) serta adanya riwayat kesehatan yang tidak terlaporkan oleh peserta saat proses rekrutmen. Temuan ini menjadi bahan evaluasi penting bagi tim medis dan pelatih untuk menyempurnakan skrining kesehatan dan pemantauan kondisi fisik peserta selama pendidikan berlangsung.

Program SPPI Batch II yang melibatkan ribuan sarjana dari berbagai daerah memang dirancang agar para peserta memiliki ketahanan fisik prima sebelum diterjunkan ke desa-desa. Latihan dasar militer yang dijadwalkan berlangsung selama beberapa bulan ini mengadopsi kurikulum semi-militer yang disesuaikan untuk kalangan sipil. Namun, dengan adanya korban jiwa ini, desakan agar kurikulum pelatihan ditinjau ulang semakin menguat dari berbagai kalangan pengamat pendidikan dan keselamatan kerja.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
dimas-permana

Editor Olahraga. Editor sepak bola, MotoGP, dan timnas.

Comments (0)

User