PAMEKASAN — Pelatih kepala anyar Madura United, Ze Gomes, menyampaikan evaluasi terbuka seusai memimpin sesi latihan perdana pramusim di Stadion Gelora Madura Ratu Pamelingan, Pamekasan, Senin pagi (8/7). Juru taktik berkebangsaan Portugal berlisensi UEFA Pro itu menegaskan bahwa kondisi fisik dan taktikal para pemain Laskar Sape Kerrab masih berada jauh di bawah standar yang ia harapkan untuk mengarungi kompetisi Liga 1 musim 2024/2025.
Dalam konferensi pers singkat usai latihan, Ze Gomes tidak menutupi kenyataan bahwa proses adaptasi skuad terhadap pendekatan barunya baru berada pada tahap sangat awal. Ia mengungkapkan bahwa hasil observasi selama 90 menit latihan menunjukkan sejumlah aspek fundamental yang memerlukan pembenahan segera, mulai dari intensitas pergerakan tanpa bola, transisi antarfase permainan, hingga komunikasi antarlini di lapangan.
Evaluasi Menyeluruh Sesi Perdana
Sesi latihan yang dimulai pukul 08.00 WIB itu diikuti oleh 26 pemain, termasuk dua penjaga gawang dan empat pemain yang baru bergabung pada bursa transfer awal musim. Ze Gomes menginstruksikan latihan dengan intensitas sedang yang difokuskan pada penguasaan bola dalam ruang sempit serta simulasi skema build-up play dari lini pertahanan. Namun, ia mencatat masih terdapat kesenjangan cukup lebar antara ekspektasi dan realitas di lapangan.
"Saya harus jujur, apa yang saya lihat pagi ini belum mencerminkan tim yang siap bersaing di level tertinggi. Masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan. Timing, positioning, dan pengambilan keputusan para pemain masih lambat. Ini bukan kritik, melainkan fakta objektif yang menjadi pijakan kami melangkah," ujar Ze Gomes dengan nada serius.
Pelatih berusia 48 tahun yang sebelumnya menukangi klub kasta kedua Portugal, CD Mafra, itu menambahkan bahwa dirinya tidak akan mengkompromikan standar yang telah ia tetapkan. Ia menekankan pentingnya kedisiplinan taktikal dan ketahanan fisik sebagai fondasi utama sebelum masuk ke fase penyusunan strategi yang lebih kompleks. Menurutnya, enam pekan pramusim yang tersedia harus dimanfaatkan secara maksimal untuk menutup celah-celah kelemahan yang teridentifikasi.
Program Akselerasi dan Target Jelas
Guna mengejar ketertinggalan, Ze Gomes telah menyusun program akselerasi yang akan dijalankan dalam dua pekan ke depan. Program tersebut mencakup peningkatan volume latihan fisik secara bertahap, sesi analisis video individual bagi setiap pemain, serta latihan taktikal spesifik yang dirancang untuk menanamkan pola permainan yang diinginkan. Ia juga mengindikasikan akan menerapkan evaluasi harian untuk memantau perkembangan setiap pemain secara lebih granular.
"Kami tidak punya waktu untuk bersantai. Kompetisi tidak akan menunggu siapa pun. Setiap pemain harus menunjukkan peningkatan signifikan dalam tujuh hingga sepuluh hari ke depan. Tidak ada tempat bagi mereka yang tidak sanggup memenuhi tuntutan," tegas Ze Gomes. Pernyataan itu menjadi sinyal jelas bahwa persaingan memperebutkan posisi di starting eleven akan berlangsung sangat ketat sepanjang masa persiapan.
Madura United dijadwalkan melakoni serangkaian pertandingan uji coba melawan tim-tim Liga 2 dan klub lokal Jawa Timur sebelum musim reguler dimulai pada awal Agustus mendatang. Laga-laga tersebut akan menjadi tolok ukur sejauh mana progres yang dicapai oleh skuad asuhan Ze Gomes dalam mengimplementasikan filosofi permainan yang ia bawa.
Respons Pemain dan Dukungan Manajemen
Kapten tim Madura United, Rizky Dwi Febrianto, mengakui bahwa sesi latihan perdana di bawah arahan Ze Gomes memberikan gambaran tentang tingginya ekspektasi yang dipasang oleh sang pelatih. Ia menyatakan bahwa seluruh pemain menerima evaluasi tersebut sebagai motivasi untuk bekerja lebih keras dan membuktikan kapasitas masing-masing pada sesi-sesi latihan berikutnya.
"Kami memahami bahwa pelatih menginginkan yang terbaik. Sebagai pemain senior, saya akan memastikan rekan-rekan tetap fokus dan tidak kehilangan semangat. Ini baru awal, dan kami percaya proses ini akan membawa tim ke arah yang benar," kata Rizky Dwi Febrianto.
Direktur teknik Madura United, Haruna Soemitro, turut memberikan pernyataan resmi yang menegaskan dukungan penuh manajemen terhadap program dan standar yang diterapkan oleh Ze Gomes. Ia mengungkapkan bahwa manajemen tidak akan melakukan intervensi terhadap aspek teknis dan sepenuhnya mempercayakan proses pembentukan tim kepada sang pelatih kepala. "Kami mendatangkan Coach Ze Gomes karena rekam jejak dan filosofinya. Ia memiliki kewenangan penuh untuk membentuk tim ini sesuai visinya. Manajemen akan mendukung dari sisi fasilitas dan kebutuhan lain yang diperlukan," ujarnya.
Dengan dimulainya persiapan pramusim yang berjalan di bawah tekanan standar tinggi, Madura United kini memasuki fase krusial yang akan menentukan fondasi performa mereka sepanjang musim kompetisi mendatang. Ze Gomes dan staf kepelatihan dijadwalkan kembali memimpin latihan pada Selasa pagi (9/7) dengan fokus pada peningkatan aspek fisik dan koordinasi lini pertahanan.
Comments (0)