Yogyakarta — Menekraf: Jamu Naikkan Daya Saing RI di Pasar Global

Yogyakarta, Sabtu (13/6/2026) — Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya menegaskan bahwa jamu sebagai warisan budaya takbenda mampu mendongkrak daya sa

Jul 09, 2026 - 11:14
0 0
Yogyakarta — Menekraf: Jamu Naikkan Daya Saing RI di Pasar Global

Yogyakarta, Sabtu (13/6/2026) — Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya menegaskan bahwa jamu sebagai warisan budaya takbenda mampu mendongkrak daya saing Indonesia di kancah perdagangan global. Pernyataan itu disampaikan langsung dalam Podcast Jejamuan: Jelajah Jamu Nusantara Episode 1 bertajuk "Peradaban" yang digelar di Kepatihan Pakualaman, Kota Yogyakarta. Podcast yang dihadiri oleh pelaku usaha jamu, akademisi, dan komunitas budaya ini menjadi panggung awal pemerintah merumuskan strategi hilirisasi jamu sebagai produk unggulan ekonomi kreatif.

Rangkaian Acara Podcast Jejamuan

  1. Pukul 13.00 WIB – Menekraf Teuku Riefky Harsya tiba di Kepatihan Pakualaman dan disambut oleh perwakilan Kadipaten Pakualaman serta panitia Jejamuan.
  2. Pukul 13.30 WIB – Podcast dimulai dengan pemaparan tematik tentang sejarah peradaban jamu Nusantara. Pemateri awal menekankan bahwa jamu telah menjadi bagian dari sistem pengetahuan tradisional selama lebih dari 1.300 tahun.
  3. Pukul 14.00 WIB – Menekraf mengambil alih sesi. Ia memaparkan data terkini: nilai ekspor jamu Indonesia pada 2025 menembus USD 52,3 juta, naik 17,8 persen dibanding tahun sebelumnya. Amerika Serikat, Belanda, dan Jepang menjadi tiga pasar terbesar.
  4. Pukul 14.30 WIB – Dialog interaktif antara menteri, panelis, dan peserta. Sejumlah pelaku UMKM jamu menyampaikan kendala sertifikasi halal dan izin edar di luar negeri, yang direspons Menekraf dengan janji simplifikasi birokrasi melalui layanan satu pintu Kemenekraf.
  5. Pukul 15.00 WIB – Penutupan dan kesimpulan. Menekraf mengumumkan bahwa 15 merek jamu premium akan dikurasi untuk misi dagang ke Eropa dan Timur Tengah mulai kuartal ketiga 2026.
  6. Pukul 15.15 WIB – Sesi foto bersama dan ramah tamah.

Jamu sebagai Soft Power Budaya dan Ekonomi

Dalam paparannya, Menekraf menekankan bahwa jamu bukan sekadar produk kesehatan, melainkan juga alat diplomasi budaya (soft power) yang telah diakui UNESCO sebagai Warisan Budaya Takbenda pada 2023. Pengakuan itu, katanya, harus dikapitalisasi menjadi keunggulan kompetitif. "Negara-negara tujuan ekspor kini semakin sadar akan produk berbasis herbal alami. Jamu harus tampil sebagai wellness brand global, bukan sekadar suplemen murah," ujar Teuku Riefky. Ia mencontohkan Korea Selatan yang sukses mengglobalisasi ginseng mereka menjadi ikon gaya hidup premium. Menurut dia, jamu bisa menempuh jalur serupa dengan pendekatan desain kemasan, digital storytelling, dan kolaborasi dengan diaspora Indonesia di luar negeri.

Data dan Target Pasar

Berdasarkan data yang dirilis Kemenekraf, total omzet industri jamu dalam negeri pada 2025 mencapai Rp 8,7 triliun, dengan serapan tenaga kerja langsung sebanyak 350.000 orang di sektor hulu dan hilir. Pemerintah menargetkan pertumbuhan ekspor sebesar 25 persen per tahun mulai 2026 hingga 2029. Untuk mencapai itu, Kemenekraf menggandeng Kementerian Perdagangan, Kementerian Kesehatan, dan BPOM guna mempercepat harmonisasi standar produk dengan regulasi negara tujuan ekspor, terutama di kawasan Uni Eropa dan Amerika Utara.

Dukungan Infrastruktur Digital

Podcast Jejamuan episode perdana ini juga menandai peluncuran platform digital JamuNusa, semacam katalog daring dan marketplace khusus produk jamu Nusantara yang akan dikelola Kemenekraf bersama Badan Ekonomi Kreatif. Platform tersebut dijadwalkan meluncur penuh pada Agustus 2026 dan akan dilengkapi fitur traceability bahan baku, sertifikasi digital, serta koneksi langsung ke pembeli internasional. "Digitalisasi rantai pasok menjadi kunci agar jamu kita memiliki reputasi transparansi dan kualitas terverifikasi," jelas menteri.

Acara ini menjadi sinyal kuat bahwa pemerintah menempatkan jamu sebagai komoditas strategis ekonomi kreatif yang berakar pada budaya, berorientasi ekspor, dan ditopang oleh teknologi digital. Episode selanjutnya dijadwalkan digelar di Surakarta pada akhir Juni 2026 dengan fokus pada inovasi produk dan kemasan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User