Tony Blair Temui Presiden Prabowo di Istana Merdeka
JAKARTA — Mantan Perdana Menteri Inggris Tony Blair menemui Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jakarta, pada Kamis (18/4/2024). Pertemuan berlang
JAKARTA — Mantan Perdana Menteri Inggris Tony Blair menemui Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jakarta, pada Kamis (18/4/2024). Pertemuan berlangsung sekitar 90 menit dan membahas sejumlah agenda strategis, termasuk transformasi digital pemerintahan dan penguatan kerja sama internasional.
Blair hadir dalam kapasitasnya sebagai pendiri sekaligus Executive Chairman Tony Blair Institute for Global Change (TBI), sebuah lembaga think tank global yang fokus pada tata kelola pemerintahan, transformasi digital, dan geopolitik. Kehadirannya di Indonesia merupakan bagian dari rangkaian kunjungan kerja ke Asia Tenggara.
Berdasarkan keterangan resmi Tim Presiden, pertemuan dimulai pukul 10.00 WIB dan berlangsung tertutup. Hadir mendampingi Presiden Prabowo antara lain Menteri Sekretaris Negara dan sejumlah staf khusus kepresidenan.
Agenda Pembahasan
Pertemuan ini memfokuskan pada tiga isu utama, sebagaimana dikonfirmasi oleh sumber di lingkungan istana:
- Transformasi digital pemerintahan: TBI menyampaikan studi kasus keberhasilan digitalisasi di Rwanda dan Kenya yang diadvokasi oleh lembaga tersebut, termasuk model GovTech untuk mempercepat layanan publik berbasis elektronik.
- Tata kelola pusat pemerintahan: Diskusi mendalam tentang model delivery unit yang diterapkan TBI di lebih dari 40 negara, dengan penekanan pada indikator kinerja utama (KPI) kementerian.
- Geopolitik dan kerja sama Selatan-Selatan: Pertukaran pandangan tentang dinamika kawasan Indo-Pasifik, termasuk potensi peningkatan kerja sama antara Indonesia dan negara-negara Afrika di sektor energi terbarukan dan ketahanan pangan.
Menurut laporan tahunan TBI 2023, lembaga tersebut telah mengelola proyek advisory di lebih dari 45 negara dengan total anggaran operasional mencapai USD 120 juta. Indonesia menjadi salah satu prioritas TBI di Asia Tenggara bersama Vietnam dan Filipina.
Pernyataan Tertulis TBI
Dalam rilis singkat yang diterbitkan melalui situs resmi Tony Blair Institute for Global Change, pertemuan ini disebut sebagai "awal dari dialog strategis."
“Kami sangat terhormat dapat bertemu dengan Presiden Prabowo. Indonesia memiliki potensi luar biasa untuk memimpin transformasi digital di kawasan. Kami berkomitmen untuk mendukung prioritas-prioritas nasional Indonesia melalui keahlian teknis dan jaringan global kami,” tulis pernyataan tersebut.
Sementara itu, Tim Presiden menyatakan bahwa Prabowo menyambut baik tawaran kerja sama teknis dari TBI, khususnya di bidang reformasi birokrasi dan percepatan digitalisasi layanan publik.
“Presiden Prabowo menyampaikan apresiasi atas kunjungan Pak Tony Blair dan berharap ada tindak lanjut konkret dari pertemuan ini. Presiden menekankan pentingnya efisiensi pemerintahan dan inovasi digital dalam mewujudkan visi Indonesia Maju,” ujar juru bicara Tim Presiden dalam keterangan resminya.
Profil Tony Blair Institute
Tony Blair mendirikan TBI pada 2016 dengan fokus awal pada isu-isu tata kelola global. Lembaga ini kini memiliki lebih dari 800 staf yang tersebar di London, San Francisco, Abu Dhabi, dan Singapura. Tiga pilar utama TBI mencakup governance advisory, perubahan iklim, dan geopolitik.
Di Asia Tenggara, TBI telah memberikan advisory kepada pemerintah Singapura dalam proyek Smart Nation dan membantu Malaysia merancang kerangka ekonomi digital. Kunjungan Blair ke Jakarta menandai perluasan jangkauan TBI di kawasan.
Pertemuan ini juga menjadi momen simbolis mengingat hubungan Inggris-Indonesia yang terus berkembang pasca-Brexit. Total perdagangan bilateral kedua negara mencapai USD 2,3 miliar pada 2023, dan Inggris merupakan investor utama di sektor energi dan infrastruktur digital Indonesia.
Langkah Selanjutnya
Kedua pihak sepakat untuk mengadakan pertemuan teknis lanjutan pada kuartal ketiga 2024. Tim TBI dijadwalkan akan mengirimkan tim advisory ke Jakarta untuk presentasi proposal kerja sama detail kepada Bappenas dan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi.
Dengan adanya pertemuan ini, posisi Indonesia dalam agenda strategis TBI diproyeksikan semakin signifikan, terutama dalam konteks kerja sama pembangunan kapasitas pemerintahan di kawasan Asia Pasifik.
“Kami bertekad agar kunjungan ini bukan sekadar seremoni. Kami ingin membantu mempercepat pembangunan Indonesia,” tutup pernyataan TBI.
Comments (0)