WHO: Reformasi Kesehatan Indonesia Sudah di Jalur yang Benar

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) secara resmi menyampaikan apresiasi terhadap arah reformasi sistem kesehatan yang sedang dijalankan oleh Pemerintah Indonesia. Dalam pernyataan yang disampaikan pada a...

WHO: Reformasi Kesehatan Indonesia Sudah di Jalur yang Benar

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) secara resmi menyampaikan apresiasi terhadap arah reformasi sistem kesehatan yang sedang dijalankan oleh Pemerintah Indonesia. Dalam pernyataan yang disampaikan pada ajang Leimena Conference 2026 di Gedung Widya Graha, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Jakarta Selatan, Senin (27/7/2026), WHO menilai bahwa langkah strategis Indonesia yang menempatkan pelayanan kesehatan primer sebagai prioritas utama merupakan pilihan kebijakan yang tepat dan visioner. Pujian ini disampaikan langsung oleh Direktur Divisi Sistem Kesehatan dan Keamanan WHO, Lluis Vinyals Torres, di hadapan para pemangku kepentingan sektor kesehatan nasional.

Torres menegaskan bahwa komitmen kuat Indonesia dalam mereformasi sektor kesehatan terlihat jelas dari berbagai kebijakan yang telah diimplementasikan. Menurutnya, fondasi sistem kesehatan yang tangguh harus dibangun dari pelayanan tingkat pertama yang berkualitas dan mudah dijangkau seluruh lapisan masyarakat. “Indonesia sedang bergerak ke arah yang benar dengan menempatkan pelayanan kesehatan primer sebagai prioritas,” ujar Torres di sela-sela konferensi tersebut. Pernyataan ini menggarisbawahi pentingnya pendekatan promotif dan preventif yang selama ini menjadi inti dari transformasi layanan primer di Tanah Air, sejalan dengan visi besar Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan.

Komitmen Nasional yang Diakui Dunia

Reformasi sistem kesehatan Indonesia tidak hanya berhenti pada perubahan regulasi, tetapi juga merambah pada penguatan infrastruktur pelayanan dasar di seluruh pelosok negeri. Pemerintah telah melakukan reorganisasi Puskesmas, memperkuat peran posyandu, serta mengintegrasikan layanan kesehatan primer ke dalam satu kesatuan yang lebih responsif. WHO memandang langkah-langkah ini sebagai cerminan seriusnya Indonesia dalam mewujudkan Universal Health Coverage (UHC) yang berkualitas. Apresiasi yang diberikan oleh badan kesehatan dunia tersebut menjadi pengakuan bahwa kebijakan yang diambil tidak hanya bersifat nasional, tetapi juga selaras dengan standar dan rekomendasi global yang diadvokasi oleh WHO sejak lama.

Torres menambahkan bahwa pelayanan kesehatan primer yang kuat merupakan kunci untuk menghadapi berbagai tantangan kesehatan masa depan, mulai dari penyakit menular, penyakit tidak menular, hingga kesiapsiagaan menghadapi pandemi. Dalam konteks Indonesia, dengan kondisi geografis yang menantang dan jumlah penduduk lebih dari 270 juta jiwa, prioritas pada layanan primer menjadi satu-satunya jalan untuk memastikan tidak ada satu pun warga yang tertinggal dalam memperoleh akses kesehatan.

Kekayaan Riset Lokal Jadi Modal Strategis

Salah satu indikator yang turut mengundang pujian WHO adalah tingginya partisipasi komunitas ilmiah Indonesia dalam menghasilkan bukti-bukti penelitian yang relevan dengan penguatan pelayanan primer. Leimena Conference 2026 berhasil menghimpun hampir 700 abstrak penelitian dan praktik baik dari berbagai institusi di seluruh Indonesia. Torres menyatakan bahwa angka ini mencerminkan kekayaan intelektual yang luar biasa dan antusiasme yang besar dari para akademisi, peneliti, dan praktisi kesehatan dalam berkontribusi pada pembangunan sistem kesehatan berbasis bukti.

“Bagi saya, 700 abstrak merupakan indikator dari kekayaan komunitas ilmiah yang dimiliki Indonesia, sekaligus menunjukkan kemauan yang besar untuk berkontribusi dalam menghasilkan bukti ilmiah di negara ini,” ungkapnya. Dengan demikian, Indonesia memiliki modal yang sangat besar untuk tidak hanya mengadopsi praktik-praktik terbaik dari luar negeri, tetapi juga mengembangkan solusi-solusi kontekstual yang lahir dari riset dan pengalaman lapangan lokal. Konferensi ini menjadi ajang pertukaran gagasan antara peneliti, pembuat kebijakan, dan pelaksana program untuk bersama-sama merumuskan langkah konkret dalam memantapkan layanan primer.

Refleksi Deklarasi Alma-Ata dan Pekerjaan Rumah yang Tersisa

Meskipun memberikan catatan positif, WHO juga mengajak Indonesia untuk tidak melupakan bahwa perjalanan memperkuat layanan primer masih panjang. Torres mengingatkan kembali semangat Deklarasi Alma-Ata tahun 1978 yang telah menetapkan pelayanan kesehatan primer sebagai strategi global untuk mencapai kesehatan bagi semua. Namun, lebih dari empat dekade sejak deklarasi tersebut, masih banyak kesenjangan dalam penelitian dan implementasi program yang perlu dievaluasi secara kritis. Ia menekankan bahwa berbagai inisiatif yang telah dijalankan harus terus diukur efektivitasnya di lapangan agar tidak sekadar menjadi proyek formalitas.

Oleh karena itu, WHO mendorong Pemerintah Indonesia untuk memperkuat sistem monitoring dan evaluasi berbasis data, serta memperbanyak investasi pada penelitian operasional yang dapat memberikan umpan balik bagi perbaikan kebijakan. Dengan cara ini, transformasi pelayanan primer tidak hanya berhenti pada tataran konsep, melainkan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat di tingkat akar rumput.

Investasi Berkelanjutan untuk Masa Depan

Di akhir paparannya, Torres menekankan bahwa pelayanan kesehatan primer harus dipandang sebagai investasi jangka panjang, bukan sekadar pengeluaran. WHO berharap agar Indonesia terus meningkatkan alokasi sumber daya, baik finansial maupun human capital, untuk memastikan keberlanjutan dan pendalaman reformasi yang telah dimulai. Langkah ini akan menentukan ketangguhan sistem kesehatan nasional dalam menghadapi dinamika di masa depan, termasuk ancaman krisis kesehatan global yang sewaktu-waktu dapat terjadi.

Apresiasi dari WHO ini menempatkan Indonesia pada posisi yang dihormati di kancah internasional dalam hal tata kelola kesehatan, sekaligus menjadi penyemangat bagi seluruh pemangku kepentingan untuk tidak berpuas diri dan terus menyempurnakan pelayanan primer demi kesehatan seluruh rakyat Indonesia.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User