Washington DC - Seorang pilot jet tempur F-15 Amerika Serikat yang berhasil selamat setelah pesawatnya ditembak jatuh di
Berdasarkan laporan yang dihimpun Apaberita.com, keterangan tersebut diungkapkan oleh empat sumber yang mengetahui langsung insiden tersebut. Informasi ini pertama kali muncul dalam laporan eksklusif
Berdasarkan laporan yang dihimpun Apaberita.com, keterangan tersebut diungkapkan oleh empat sumber yang mengetahui langsung insiden tersebut. Informasi ini pertama kali muncul dalam laporan eksklusif media internasional pada Rabu (24/6/2026) dan sebelumnya tidak pernah dipublikasikan ke publik.
Penampakan Mengejutkan di Langit Iran
Kesaksian pilot F-15 itu disampaikan dalam sebuah briefing tertutup kepada para pejabat intelijen Amerika Serikat pasca-insiden. Dalam pertemuan tersebut, pilot menjelaskan secara rinci bagaimana sekelompok drone Iran bergerak dalam formasi yang terorganisir dengan sangat baik, mirip dengan gerakan "ubur-ubur" di lautan. Ia terkejut karena formasi itu belum pernah dilihatnya sebelumnya dalam doktrin pertempuran udara manapun.
"Ini adalah sesuatu yang belum pernah kami dokumentasikan. Drone-drone itu seolah berkomunikasi dan bergerak sebagai satu kesatuan organik," ujar salah satu sumber yang mengetahui isi briefing tersebut.
Perdebatan di Kalangan Intelijen AS
Pengakuan pilot tersebut segera memicu perdebatan sengit di kalangan komunitas intelijen Amerika Serikat. Sebagian analis menilai formasi "ubur-ubur" itu sebagai taktik baru yang sengaja dikembangkan Iran untuk mengecoh radar dan sistem pertahanan udara, sementara pihak lain skeptis dan menduga pilot mungkin mengalami disorientasi atau gangguan visual akibat tekanan tinggi saat pesawat terkena serangan.
Hingga saat ini, perdebatan itu dilaporkan belum mencapai titik temu. Para pejabat intelijen AS masih terus mengkaji rekaman radar dan data telemetri dari jet tempur F-15 yang jatuh untuk memverifikasi klaim tersebut. Apaberita.com akan terus memantau perkembangan investigasi ini.
Comments (0)