Aug 24, 2026
Politik

Warga Selamatkan Bocah dari Serangan Anjing Pitbull di Kabupaten Bandung

Seorang anak perempuan menjadi korban serangan anjing ras pitbull di Kompleks Grand Cendana Residence, Desa Wargaluyu, Kecamatan Arjasari, Kabupaten Bandung, pada Minggu (23/8/2026) sore. Anak tersebu...

Warga Selamatkan Bocah dari Serangan Anjing Pitbull di Kabupaten Bandung

Seorang anak perempuan menjadi korban serangan anjing ras pitbull di Kompleks Grand Cendana Residence, Desa Wargaluyu, Kecamatan Arjasari, Kabupaten Bandung, pada Minggu (23/8/2026) sore. Anak tersebut berhasil dilepaskan dari gigitan hewan itu setelah Ilyas Pratama (33), warga setempat, bersama sejumlah warga lain mengusir anjing dengan melemparkan benda-benda yang berada di sekitar lokasi kejadian.

Kronologi kejadian bermula pada sore hari saat sejumlah anak tengah bermain di area kompleks. Salah satu anak tiba-tiba diserang oleh seekor pitbull yang berada di lokasi tersebut. Teriakan dan keributan warga pun pecah, menarik perhatian sejumlah penghuni kompleks untuk keluar dari rumah masing-masing.

Peristiwa itu berawal saat Ilyas baru tiba di rumahnya seusai beraktivitas bersama keluarga. Belum lama ia memarkir kendaraan, terdengar suara keributan dan teriakan warga dari arah permukiman. Ilyas mengaku semula mengira suara tersebut berasal dari aksi pencurian, sehingga ia segera keluar rumah untuk memastikan situasi.

Di luar dugaan, yang dilihatnya bukanlah seorang pencuri, melainkan seorang anak yang sudah tergeletak di tanah dalam kondisi digigit seekor pitbull. Ia mengaku tidak menyangka akan menyaksikan pemandangan tersebut di kompleks perumahannya.

Memastikan Keselamatan Anak Sendiri

Di tengah situasi tersebut, Ilyas mengaku sempat dilanda kepanikan. Pasalnya, anaknya tengah bermain bersama korban pada saat serangan terjadi. Kekhawatiran terbesarnya adalah anaknya ikut menjadi sasaran gigitan anjing tersebut.

Sebelum ikut menolong korban, Ilyas terlebih dahulu memastikan kondisi anaknya. Ia mengaku memeriksa hingga dua kali bolak-balik, membandingkan pakaian dan alas kaki korban dengan yang dikenakan anaknya, untuk memastikan bahwa anak yang tergeletak itu bukanlah buah hatinya.

Aksi Warga Mengusir Anjing

Setelah memastikan anaknya dalam keadaan selamat, Ilyas bergerak bersama warga lain untuk mengusir pitbull yang masih mencengkeram korban. Berbagai benda yang mudah dijangkau di sekitar lokasi, mulai dari tong sampah hingga kayu, dilemparkan ke arah hewan tersebut agar melepaskan gigitannya.

Ilyas menuturkan bahwa ia mengambil tindakan secepat mungkin dengan melempar benda apa pun yang terlihat ke arah anjing. Langkah itu ditempuh agar hewan tersebut segera menjauh dari korban dan tidak menimbulkan luka yang lebih parah.

Upaya tersebut tidak langsung membuahkan hasil. Berdasarkan kesaksian Ilyas, anjing itu sempat melepaskan gigitannya ketika dilempar benda, tetapi kemudian kembali menyerang korban. Selama proses penyelamatan, ia mengamati anjing tersebut melepaskan gigitan sekitar dua kali.

Serangan tersebut berlangsung relatif singkat, yakni sekitar dua hingga tiga menit, sebelum akhirnya anjing melepaskan korban dan berlari meninggalkan lokasi. Berdasarkan rekaman kamera pengawas atau CCTV, pemilik anjing kemudian terlihat mengejar hewan peliharaannya dari arah luar kompleks.

Ilyas menuturkan bahwa kejadian berlangsung sangat cepat dan sempat menimbulkan kepanikan di antara warga yang berada di lokasi. Meski demikian, menurut Ilyas, respons warga yang bergerak bersama-sama membuat korban dapat dilepaskan dari gigitan anjing dalam waktu yang relatif singkat.

Diketahui, anjing ras pitbull merupakan hewan berpostur berotot dengan dada bidang yang tegap serta gigitan yang kuat. Karakteristik tersebut menjadikan serangan hewan ini berisiko menimbulkan luka serius, terlebih apabila korbannya adalah anak-anak.

Korban Alami Luka di Wajah dan Kepala

Setelah anjing berhasil diusir, Ilyas segera menghampiri korban untuk memberikan pertolongan pertama. Ia menyaksikan kondisi anak tersebut sudah berlumuran darah, terutama pada bagian wajah dan kepala. Bagian telinga korban juga terlihat mengalami luka robek.

Ilyas menuturkan, saat korban diangkat, wajah anak tersebut nyaris tidak dapat terlihat karena telah tertutup darah. Ia kemudian sempat menanyakan identitas korban kepada warga yang berada di sekitar lokasi, namun hingga saat itu belum ada warga yang mengenali anak tersebut.

Belum ada keterangan lebih lanjut mengenai kondisi terkini korban setelah kejadian tersebut. Demikian pula, belum diketahui secara pasti langkah yang diambil pemilik anjing maupun pihak terkait pascaserangan tersebut.

Peristiwa ini sekaligus menjadi pengingat akan pentingnya pengawasan terhadap hewan peliharaan, khususnya anjing ras yang memiliki potensi bahaya, agar kejadian serupa tidak kembali terulang di lingkungan permukiman warga.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS tania-sari

Reporter Hukum. Meliput Mahkamah Konstitusi, judicial review, dan dinamika legislasi.

Comments (0)

User