Aug 24, 2026
Politik

Robot HONOR Lightning Catat 9,32 Detik, Lampaui Rekor Lari Usain Bolt

Robot humanoid bernama Lightning, hasil rekayasa HONOR, produsen perangkat pintar asal China, mencatat waktu 9,32 detik pada lintasan lari 100 meter dalam sesi uji coba sprint di Beijing, Agustus 2026...

Robot HONOR Lightning Catat 9,32 Detik, Lampaui Rekor Lari Usain Bolt

Robot humanoid bernama Lightning, hasil rekayasa HONOR, produsen perangkat pintar asal China, mencatat waktu 9,32 detik pada lintasan lari 100 meter dalam sesi uji coba sprint di Beijing, Agustus 2026. Catatan itu melampaui rekor dunia nomor lari tercepat milik manusia, Usain Bolt, yang tercatat 9,58 detik sejak Kejuaraan Dunia Atletik 2009 di Berlin. Hasil tersebut diraih tim pengembang pada sesi latihan menjelang penyelenggaraan World Humanoid Robot Games edisi kedua di ibu kota China.

Selisih 0,26 detik yang ditorehkan Lightning menempatkan mesin kecerdasan buatan tersebut di depan rekor yang selama hampir dua dekade tak tergoyahkan oleh pelari mana pun di dunia. Rekor Bolt yang lahir di Berlin itu sebelumnya dianggap sebagai salah satu capaian atletik paling sulit ditandingi dalam sejarah nomor sprint. Pada ajang yang sama pada 2009, pelari asal Jamaika itu juga mencatat rekor dunia 200 meter dengan waktu 19,19 detik, sebuah angka yang kini turut berada dalam bayang-bayang perkembangan teknologi robotik.

Kecepatan Puncak 14,5 Meter per Detik

Dalam pengujian tersebut, Lightning dilaporkan menembus kecepatan puncak hingga 14,5 meter per detik. Menurut laporan Reuters, tim pengembang berhasil menguji kemampuan berlari robot itu pada sesi latihan yang digelar jelang pembukaan World Humanoid Robot Games kedua yang berlangsung di Beijing sepanjang Agustus ini.

Pencapaian tersebut menandai lompatan besar dalam pengembangan kecerdasan buatan (AI) sekaligus rekayasa perangkat keras robotik. Para perekayasa menilai hasil uji coba ini menunjukkan robot humanoid tidak lagi terbatas pada gerakan dasar, tetapi telah mampu meniru performa atletik manusia pada level tertinggi. Kecepatan yang dihasilkan bahkan setara dengan kemampuan pelari profesional kelas dunia pada jarak pendek.

Modifikasi Kaki Kunci Akselerasi

Kecepatan luar biasa Lightning lahir dari serangkaian modifikasi fisik yang diterapkan tim peneliti. Pada April lalu, robot itu sempat mencuri perhatian publik setelah memenangi Beijing Half Marathon kategori 21 kilometer dengan catatan waktu 50 menit 26 detik. Waktu tersebut tercatat melampaui rekor dunia maraton manusia.

Saat tampil pada ajang maraton tersebut, Lightning memiliki tinggi badan 169 sentimeter dengan panjang kaki 95 sentimeter. Menjelang kompetisi di Beijing, tim engineer HONOR memperpanjang kaki robot itu 10 sentimeter lebih panjang menjadi 1,05 meter. Perubahan dimensi tersebut dilakukan untuk memaksimalkan daya dorong robot saat melesat dalam sprint jarak pendek.

Penyesuaian panjang kaki dinilai para perekayasa sebagai faktor penentu peningkatan akselerasi dibanding versi Lightning sebelumnya. Dengan tumpuan yang lebih panjang, robot memperoleh jangkauan langkah yang lebih lebar sehingga setiap tolakan ke lintasan menghasilkan dorongan yang lebih besar.

China Genjot Robot Humanoid sebagai Industri Strategis

Aksi Lightning di lintasan menjadi bukti pesatnya perkembangan industri robot humanoid di China. Pemerintah China bersama pelaku industri teknologi terus menggenjot sektor ini sebagai salah satu industri strategis nasional. Kebijakan itu ditindaklanjuti dengan percepatan riset, penguatan ekosistem manufaktur, dan penyelenggaraan ajang kompetisi berskala internasional.

World Humanoid Robot Games yang digelar di National Speed Skating Oval, Beijing, menjadi salah satu wadah bagi produsen robot dari berbagai negara untuk memperlihatkan kemampuan teknologi terbaru. Pada ajang tersebut, Lightning tercatat turun pada babak final lari 1.500 meter. Keikutsertaan robot buatan HONOR itu menegaskan keseriusan perusahaan dalam mengembangkan robot humanoid berperforma tinggi.

Babak Baru Kompetisi Teknologi

Keberhasilan Lightning menumbangkan rekor kecepatan lari manusia membuka babak baru dalam sejarah pengembangan robot humanoid. Perpaduan kecerdasan buatan dan rekayasa mekanik yang terus disempurnakan menjadikan sektor ini medan persaingan baru bagi raksasa teknologi dunia.

Sejumlah pihak menilai capaian 9,32 detik bukan sekadar angka di atas lintasan, melainkan penanda bahwa batas kemampuan robot humanoid terus terdorong dari waktu ke waktu. Dengan laju perkembangan seperti saat ini, industri robotik global diprediksi memasuki era kompetisi teknologi yang semakin ketat dalam beberapa tahun mendatang.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS dimas-permana

Reporter Politik Muda. Fokus pada gerakan pemuda, politik digital, dan representasi generasi Z.

Comments (0)

User