Aug 24, 2026
Politik

Menko Hadi Minta Baintelkam Polri Susun Rencana Tajam Hadapi Pilkada 2024

JAKARTA — Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Marsekal TNI (Purn.) Hadi Tjahjanto meminta Badan Intelijen dan Keamanan (Baintelkam) Polri menyusun perencanaan ya...

Menko Hadi Minta Baintelkam Polri Susun Rencana Tajam Hadapi Pilkada 2024

JAKARTA — Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Marsekal TNI (Purn.) Hadi Tjahjanto meminta Badan Intelijen dan Keamanan (Baintelkam) Polri menyusun perencanaan yang tajam, terukur, dan berbasis data dalam mengawal penyelenggaraan Pilkada Serentak 2024. Permintaan tersebut disampaikan dalam arahan resmi kepada jajaran Baintelkam Polri sebagai wujud keseriusan pemerintah memastikan seluruh tahapan pemilihan kepala daerah berlangsung aman, tertib, dan demokratis.

Arahan Menko Polhukam tersebut menegaskan bahwa perencanaan intelijen yang matang merupakan prasyarat utama dalam mencegah potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat di setiap daerah penyelenggara pilkada. Berdasarkan UU Nomor 10 Tahun 2016 tentang Pemilihan Gubernur, Bupati, dan Wali Kota, pelaksanaan pilkada wajib didukung pengamanan yang profesional oleh aparat keamanan, termasuk melalui fungsi intelijen kepolisian.

Deteksi Dini dan Pemetaan Kerawanan

Dalam arahan itu, Hadi Tjahjanto menekankan pentingnya deteksi dini dan cegah dini di seluruh wilayah Indonesia. Baintelkam Polri diminta memetakan potensi kerawanan secara komprehensif, mulai dari daerah dengan potensi konflik antarpendukung, potensi sengketa hasil, hingga wilayah yang rawan politik uang dan penyebaran informasi palsu.

Perencanaan yang tajam, menurut arahan tersebut, harus dituangkan dalam bentuk pemetaan kerawanan yang diperbarui secara berkala mengikuti dinamika tahapan pilkada. Setiap temuan intelijen di lapangan diharapkan segera ditindaklanjuti melalui Rapat Koordinasi bersama para pemangku kepentingan, baik di tingkat pusat maupun di tingkat daerah.

Tantangan Pilkada Serentak di 545 Daerah

Pilkada Serentak 2024 akan digelar pada 27 November 2024 di 37 provinsi, 415 kabupaten, dan 93 kota, sehingga total 545 daerah menyelenggarakan pemilihan secara bersamaan untuk pertama kalinya dalam sejarah pemilu Indonesia. Skala penyelenggaraan yang sangat besar itu menuntut kesiapan luar biasa dari seluruh aparatur, termasuk fungsi intelijen kepolisian.

Dengan jumlah daerah yang demikian besar, potensi kerawanan yang harus diantisipasi pun semakin beragam. Baintelkam Polri dituntut menyusun skala prioritas pengamanan berdasarkan tingkat kerawanan masing-masing wilayah. Wilayah dengan tingkat kerawanan tinggi harus mendapat perhatian lebih, baik dari sisi jumlah personel maupun kualitas perencanaan pengamanannya.

Selain itu, tahapan pilkada yang panjang — mulai dari pendaftaran pasangan calon, penetapan daftar pemilih, masa kampanye, pemungutan suara, hingga rekapitulasi hasil — membutuhkan pengawasan intelijen yang berkelanjutan. Setiap tahapan memiliki potensi gangguan yang berbeda, sehingga perencanaan harus mampu menyesuaikan diri dengan dinamika tersebut.

Sinergi Lintas Lembaga dan Netralitas Aparatur

Menko Polhukam juga mengingatkan bahwa keberhasilan pengamanan pilkada tidak dapat dicapai oleh Polri seorang diri. Diperlukan sinergi lintas lembaga, antara lain dengan TNI, Komisi Pemilihan Umum (KPU), Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), pemerintah daerah, serta tokoh agama dan tokoh masyarakat. Koordinasi yang solid diharapkan mampu mencegah munculnya konflik horizontal yang dapat mengganggu jalannya pesta demokrasi.

Dalam kesempatan itu, netralitas aparatur negara juga menjadi perhatian serius. Seluruh anggota Polri dan TNI, serta aparatur sipil negara, ditegaskan wajib bersikap netral dalam pilkada. Berdasarkan ketentuan perundang-undangan, keberpihakan aparatur negara dapat berakibat pada sanksi hukum, sehingga integritas penyelenggaraan pilkada harus dijaga sejak awal.

Menindaklanjuti arahan Menko Polhukam, jajaran Baintelkam Polri diharapkan segera menyusun rencana operasi intelijen yang terpadu dengan seluruh Polda dan Polres di daerah penyelenggara pilkada. Data intelijen yang akurat harus menjadi dasar pengambilan keputusan dalam setiap langkah pengamanan, termasuk penempatan personel dan pengalokasian sumber daya.

Target Pilkada Aman dan Berintegritas

Seluruh perencanaan tersebut pada akhirnya diarahkan pada satu tujuan utama, yakni terselenggaranya Pilkada Serentak 2024 yang aman, damai, dan berintegritas. Partisipasi masyarakat yang tinggi serta hasil pemilihan yang diterima seluruh pihak menjadi indikator keberhasilan yang ingin dicapai pemerintah dan aparat keamanan.

Dengan perencanaan yang tajam sejak dini, berbagai potensi gangguan diharapkan dapat dicegah sebelum berkembang menjadi persoalan yang lebih besar. Keputusan yang diambil berdasarkan data intelijen yang valid akan memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap penyelenggaraan pilkada sekaligus menjaga stabilitas nasional.

Hadi Tjahjanto menegaskan bahwa kesiapan seluruh aparat keamanan menjadi penentu kelancaran pesta demokrasi di daerah. Melalui Baintelkam Polri, pemerintah berharap seluruh potensi kerawanan dapat diidentifikasi dan diantisipasi secara dini, sehingga pelaksanaan Pilkada Serentak 2024 dapat berjalan sukses di seluruh penjuru negeri.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS tania-sari

Reporter Hukum. Meliput Mahkamah Konstitusi, judicial review, dan dinamika legislasi.

Comments (0)

User